Ketua DPRD Garut Terima Audiensi Guru Madrasah, Hadirkan Sinergi dengan Pemkab

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  – Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd.I., didampingi Wakil Ketua dan anggota dewan, menerima audiensi dari Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Garut, Rabu (01/10/2025).

 

Audiensi yang digelar di Gedung DPRD Garut itu turut dihadiri Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., Wakil Bupati Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA., serta Sekretaris Daerah Drs. H. Nurdin Yana, M.H. Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan perhatian serius terhadap aspirasi para guru madrasah.

 

Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan dengan tertib dan damai. Ia menegaskan DPRD siap menjadi jembatan komunikasi antara guru madrasah dengan pemerintah daerah maupun pusat.

 

“Kami di DPRD bersama Bupati dan jajaran akan berupaya memperjuangkan aspirasi yang disampaikan. Guru madrasah adalah bagian penting dari pembangunan pendidikan di Garut, sehingga perhatian dan dukungan pemerintah menjadi hal yang utama,” ujar Aris Munandar.

Baca Juga :  "Kartini di Persimpangan; Muhammad Angling Kusumah, SM Desak Bupati Garut Tak Lagi Bungkam Atas Derita Perempuan"

 

 

Aspirasi Guru Madrasah

Dalam audiensi tersebut, guru madrasah menyampaikan lima poin aspirasi utama, yaitu:

1. Rekomendasi pengangkatan ASN/PPPK dengan dukungan Pemda kepada Pemerintah Pusat.

 

2. Peningkatan perhatian dari Pemerintah Daerah.

 

3. Penyediaan jaminan sosial seperti BPJS dan jaminan hari tua.

 

4. Kesetaraan hak dan kesempatan dalam kebijakan pendidikan.

 

5. Penyediaan kendaraan operasional.

 

Dukungan Pemkab

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap aspirasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa Pemkab bersama DPRD akan membahas alokasi bantuan melalui APBD Perubahan.

 

“Tadi kita memperhatikan dan menyimak apa yang menjadi harapan mereka. Tentu saja sesuai dengan kewenangan kami insyaAllah kami penuhi. Anggaran inilah yang nantinya menjadi komitmen kita untuk membantu guru madrasah sesuai kemampuan yang kita miliki,” tegasnya.

Baca Juga :  Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik, Ahirudin Yunus : PDAM Garut, Antara Pengawasan, Kepentingan,dan Kontroversi Politik

 

Lebih lanjut, Bupati menambahkan dua langkah konkret:

Pemkab berkomitmen menyalurkan insentif sebesar Rp1,5 miliar untuk guru madrasah swasta yang belum tersertifikasi.

 

Pemkab akan mengupayakan agar guru honorer madrasah dapat masuk program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kesehatan, terutama bagi guru dari keluarga menengah ke bawah.

 

Bupati juga menegaskan bahwa pelayanan BPJS tetap menjadi kewajiban pemerintah, termasuk bagi para guru madrasah. Ia berharap kebijakan ini bisa segera terwujud sejalan dengan visi “Garut Hebat”.

 

Harapan ke Depan

Perjuangan guru madrasah dinilai tidak bisa berhenti di tingkat daerah. Diperlukan kebijakan afirmatif dari pemerintah pusat bersama DPR RI dan Kementerian Agama agar kesejahteraan guru madrasah swasta semakin meningkat. Dengan demikian, kualitas pendidikan madrasah pun akan ikut terangkat, menjadi investasi penting bagi masa depan generasi bangsa. (Hil)

Berita Terkait

Syam Yousef Djojo: Bupati Harus Segera Evaluasi Disdik di Tengah Isu Mahar Korwil
Pemkab Garut Sambut Positif Perluasan Klinik Rotinsulu, Dinilai Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Layanan Kesehatan Garut
Reses DPRD Garut 2026, H. Yusuf Musyaffa Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Lewat Pelatihan Medsos Jadi Peluang Usaha
Hadiri “Perempuan Berbicara”, Kepala DPPKBPPPA Garut Dorong Keterlibatan Aktif Perempuan dan Tekankan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan
KAMMI Garut Serukan Penguatan Moralitas, Ketahanan Sosial, dan Perlindungan Generasi Muda
Reses H. Iden Sambas di Sukakarya, Hadirkan Dinsos Beri Solusi Desil dan BPJS Nonaktif, Infrastruktur serta Pemberdayaan Ekonomi Jadi Prioritas Aspirasi
DPPKBPPPA Garut Beri Pendampingan Intensif Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Ustad di Samarang 
Reses Masa Sidang III, Fahadz Fauzi Pastikan Aspirasi Warga Diperjuangkan hingga Terealisasi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:46 WIB

Syam Yousef Djojo: Bupati Harus Segera Evaluasi Disdik di Tengah Isu Mahar Korwil

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:15 WIB

Reses DPRD Garut 2026, H. Yusuf Musyaffa Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Lewat Pelatihan Medsos Jadi Peluang Usaha

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:32 WIB

Hadiri “Perempuan Berbicara”, Kepala DPPKBPPPA Garut Dorong Keterlibatan Aktif Perempuan dan Tekankan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

KAMMI Garut Serukan Penguatan Moralitas, Ketahanan Sosial, dan Perlindungan Generasi Muda

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:15 WIB

Reses H. Iden Sambas di Sukakarya, Hadirkan Dinsos Beri Solusi Desil dan BPJS Nonaktif, Infrastruktur serta Pemberdayaan Ekonomi Jadi Prioritas Aspirasi

Berita Terbaru