Pembina Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P.: Film Dokumenter “Gunung Nagara” Jadi Langkah Konkret Pelestarian Tradisi, Budaya, dan Sejarah Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nusaharianmedia.com — Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) terus menunjukkan komitmennya dalam menggali dan melestarikan nilai-nilai sejarah serta tradisi lokal. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pemutaran film dokumenter “Gunung Nagara”, yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Garut, pada Selasa (11/11/2025).

 

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh mantan Bupati Garut ke-26, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., bersama perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kejaksaan Negeri Garut (Kejari), serta Kodim 0611 Garut. Film dokumenter ini digagas oleh DKKG sebagai upaya pelestarian dan pengenalan kembali nilai-nilai sejarah serta kearifan lokal yang melekat pada kawasan Gunung Nagara, salah satu gunung yang memiliki makna penting dalam kebudayaan dan spiritualitas masyarakat Garut.

 

 

Dalam sambutannya, H. Rudi Gunawan mengapresiasi langkah DKKG yang dinilainya sebagai bentuk nyata pelestarian budaya melalui media kreatif. Ia menegaskan bahwa film dokumenter memiliki fungsi edukatif yang kuat dalam mengenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.

 

“Gunung Nagara bukan sekadar gunung, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat Garut yang harus terus dijaga dan diwariskan,” ujar Rudi Gunawan.

 

 

Ketua DKKG menambahkan bahwa film “Gunung Nagara” merupakan hasil riset dan dokumentasi panjang yang melibatkan para tokoh budaya, sejarawan, dan masyarakat sekitar. Diharapkan, dokumenter ini dapat menjadi arsip berharga dan media pembelajaran yang memperkuat posisi Garut sebagai daerah dengan kekayaan tradisi dan sejarah yang luar biasa.

Baca Juga :  Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

 

Dorong Pelestarian Tradisi Lisan dan Pengembangan Gunung Nagara

 

Selain Gunung Nagara, Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut juga aktif melakukan eksplorasi terhadap situs-situs bersejarah lainnya, salah satunya Gunung Nagara. Dalam kegiatan kunjungan budaya yang digelar di kawasan tersebut, DKKG menegaskan pentingnya menggali dan memanfaatkan tradisi lisan—sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan—sebagai bagian dari warisan takbenda yang perlu dijaga dan dikembangkan.

 

 

“Tradisi lisan adalah cerita-cerita yang wajib kita gali, kembangkan, dan manfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat Garut,” ungkap salah satu perwakilan DKKG.

 

Gunung Nagara diyakini menyimpan nilai historis dan spiritual tinggi serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Dalam kegiatan tersebut, turut diputar film dokumenter yang menggambarkan perjalanan sejarah Gunung Nagara dan keterkaitannya dengan identitas masyarakat Garut sejak masa lampau.

 

 

DKKG juga menyoroti sejumlah situs lain seperti Makam Godog dan Pangeran Papak, yang memiliki nilai sejarah penting. Potensi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi dasar pengembangan kebijakan kebudayaan dan pariwisata daerah yang berkelanjutan.

 

Gunung Nagara dan Jejak Peradaban Islam Awal di Garut

 

Ketua Dewan Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, dalam kesempatan terpisah, menjelaskan bahwa kegiatan pelestarian dan dokumentasi budaya ini merupakan bagian dari kerja sama antara Dinas Pariwisata dan Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut. Program ini secara bertahap diarahkan untuk mengungkap, menggali, dan mengarsipkan berbagai situs bersejarah di wilayah Garut.

Baca Juga :  Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam

 

 

“Gunung Nagara ini termasuk yang paling menarik dan kontroversial. Ada pendapat bahwa usianya lebih tua dari masa Prabu Siliwangi, bahkan diduga berasal dari abad keenam atau ketujuh Masehi, sezaman dengan masa para nabi,” ungkapnya.

 

Selain itu, di kawasan tersebut juga ditemukan fenomena alam unik seperti pohon besar berusia ratusan tahun dan batu nisan kuno yang mengarah ke posisi “bundul”, menandakan adanya jejak peradaban Islam awal di Garut.

Rudi Gunawan menilai penting untuk melakukan kajian ilmiah mendalam agar penemuan-penemuan ini tidak hanya menjadi mitos, melainkan bagian dari sejarah yang terverifikasi.

 

 

“Kita ingin ada penelitian ilmiah, seperti pengujian usia pohon dan batu purba di Gunung Nagara. Hal ini penting agar kita memahami posisi Garut dalam peta peradaban Nusantara,” ujarnya.

 

Membangun Identitas Budaya untuk Generasi Mendatang

Upaya yang dilakukan DKKG sejalan dengan amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan kewajiban negara untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan nasional. Dalam konteks ini, Dewan Kebudayaan berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

 

“Pelestarian budaya bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, tetapi juga membangun identitas dan kebanggaan daerah bagi generasi mendatang,” tutup Rudi Gunawan. (Hl)

Berita Terkait

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid
Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB

Berita Terbaru