Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih Usai Dilaporkan Ke Komnas HAM, Ajak Semua Pihak Bersatu Bina Anak Istimewa

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung,Nusaharianmedia.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka suara terkait pelaporan dirinya ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas dugaan pelanggaran hak-hak anak.

Meski diterpa kritik, tuduhan, dan laporan, Dedi justru menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini menunjukkan perhatian terhadap upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menangani anak-anak dan remaja berperilaku khusus atau istimewa.

Menurut Dedi, kritik dan pelaporan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu ditanggapi secara negatif. Baginya, hal itu merupakan bagian dari risiko dan konsekuensi yang harus dihadapi seorang pemimpin yang sedang berupaya keras memperbaiki nasib generasi muda.

“Saya yakin seluruh kritik, saran, dan pelaporan itu didasarkan pada concern, keberpihakan, dan kecintaan terhadap anak-anak dan remaja di Jawa Barat,” kata Dedi dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Sabtu (10/5/2025).

Mengajak Semua Pihak Bersatu Menyelesaikan Masalah

Lebih jauh, Dedi menyampaikan ajakan terbuka kepada semua pihak yang memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak istimewa di Jawa Barat untuk bersama-sama mencari solusi.

Menurutnya, saat ini ada banyak anak yang telah didaftarkan orang tuanya ke Dinas Pendidikan tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi untuk mengikuti pola pendidikan dengan pendekatan barak militer. Sistem antrean pun sudah terjadi, mengingat jumlah anak yang didaftarkan terus bertambah.

“Kami dengan tangan terbuka mengajak untuk bersama menyelesaikan,” kata Dedi. Ia berharap masyarakat yang peduli, termasuk para kritikus, bisa langsung terlibat dalam memberikan solusi.

Di sisi lain,Dedi mempersilakan mereka untuk mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan membantu menampung serta mendidik anak-anak tersebut.

Peran Bersama untuk Ringankan Beban Pemerintah

Dedi juga mengingatkan bahwa tugas membina generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab gubernur atau pemerintah semata, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

“Agar tugas pemprov, gubernur, wali kota, bupati menjadi lebih ringan, saya sangat berharap bapak dan ibu semua mau menerima anak-anak ini, mendidik dan mengarahkan dengan pola yang dimiliki, yang barangkali jauh lebih baik dari pola kami,” jelasnya.

Menurut Dedi, jika setiap pihak mau turun tangan, maka pemerintah dapat lebih fokus menyelesaikan tugas-tugas penting lainnya. “Saya bisa terkonsentrasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lain,” tambahnya.

Buka Ruang untuk Yayasan, Lembaga, dan Pengacara

Tak hanya terbatas pada pemerintah dan masyarakat, Dedi bahkan membuka kesempatan bagi rumah, yayasan, lembaga pendidikan, maupun kantor pengacara untuk terlibat langsung dalam proses pendidikan anak-anak berperilaku khusus.

“Yang tinggal di Depok, selesaikan di Depok. Yang tinggal di Bekasi, selesaikan yang di Bekasi. Yang tinggal di Kota Bandung, selesaikan yang di Kota Bandung. Tugas akan selesai manakala ditanggung secara bersama,” tegasnya.

Dedi menekankan bahwa keberhasilan menangani anak-anak istimewa tidak mungkin tercapai jika hanya dibebankan pada satu pihak. “Semua ini adalah kerja besar. Anak-anak adalah aset masa depan kita. Saya percaya jika kita bergandengan tangan, maka tak ada masalah yang tak bisa kita pecahkan,” pungkas Dedi.

Pelaporan ke Komnas HAM sendiri muncul di tengah kontroversi kebijakan Pemprov Jawa Barat yang menerapkan pola pendidikan semi-militer untuk anak-anak dan remaja dengan perilaku khusus.

Sebagian pihak menilai pendekatan itu terlalu keras dan berpotensi melanggar hak-hak anak, sementara sebagian lainnya mendukung langkah tegas demi membentuk kedisiplinan dan membina masa depan mereka.

Meski berada di bawah sorotan, Dedi menunjukkan sikap terbuka dan tidak defensif. Ia berharap momentum ini bisa menjadi jembatan untuk membangun kolaborasi yang lebih luas demi kebaikan anak-anak Jawa Barat. (Red)
Baca Juga :  ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Berita Terkait

Ade Burhanudin Soroti Pengelolaan PKBM, Anggaran Literasi Jadi Usulan
*Ketua Forwagas: Produk Jurnalistik Tak Bisa Langsung Dipidanakan, Sengketa Pers Ada Mekanismenya*
Uus Saripudin Siap Membawa Perubahan Baru untuk Desa Mekarjaya pada Pilkades 2027
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Ade Burhanudin Soroti Pengelolaan PKBM, Anggaran Literasi Jadi Usulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:30 WIB

*Ketua Forwagas: Produk Jurnalistik Tak Bisa Langsung Dipidanakan, Sengketa Pers Ada Mekanismenya*

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Uus Saripudin Siap Membawa Perubahan Baru untuk Desa Mekarjaya pada Pilkades 2027

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Berita Terbaru