GMNI Garut Resmi Buka Posko Pengaduan Pertanahan: Fokus pada PTSL, Konflik Agraria, dan Perampasan Tanah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nusaharianmedia.com — Jumat (22/08/2025) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Garut resmi membuka Posko Pengaduan Pertanahan untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan tanah, mulai dari dugaan perampasan tanah, penyimpangan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), mafia tanah, pungutan liar, hingga konflik agraria lainnya.

 

Posko ini hadir dengan layanan gratis, rahasia, dan berpihak pada rakyat, meliputi pendampingan administrasi, advokasi awal, hingga pengawalan proses hukum yang transparan dan akuntabel.

 

Sekretaris DPC GMNI Garut, Luthfi Muchtar, menegaskan bahwa posko ini merupakan bentuk keberpihakan organisasi pada rakyat kecil.

 

“Negara wajib hadir melalui layanan pertanahan yang bersih, transparan, dan bebas pungli. GMNI akan mengawal setiap laporan secara profesional, menghormati proses hukum, dan mendorong penyelesaian yang adil,” ujarnya.

 

Sementara itu, Koordinator Posko, Agung Syarifudin, menjelaskan bahwa mekanisme pelayanan sudah disiapkan secara jelas.

 

“Identitas pelapor akan kami lindungi. Verifikasi awal maksimal 3×24 jam, lalu dalam 14 hari pertama kami susun rencana aksi, mulai dari pengumpulan bukti, permintaan data ke instansi terkait, hingga opsi mediasi atau pelaporan resmi. Semua layanan tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Asep Rahmat Serap Aspirasi Warga Karangmulya Malangbong: Guru Ngaji dan Infrastruktur Jadi Prioritas Anggaran 2026

 

 

Latar Belakang

Pembentukan posko ini dilatarbelakangi meningkatnya laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan PTSL, sertifikat ganda, batas bidang bermasalah, intimidasi, hingga praktik mafia tanah. GMNI menekankan bahwa PTSL adalah program strategis negara untuk memberikan kepastian hukum atas tanah rakyat, sehingga wajib bebas dari pungli dan penyimpangan.

 

Untuk mempercepat penyelesaian, GMNI mendorong kolaborasi lintas lembaga, termasuk ATR/BPN, pemerintah desa/kelurahan, Ombudsman, Komnas HAM, Kepolisian, Kejaksaan, DPRD, serta jejaring bantuan hukum.

 

Layanan Posko

1. Penerimaan dan pencatatan laporan dengan nomor perkara.

2. Konsultasi hukum dasar dan edukasi pertanahan.

3. Pendampingan administrasi ke ATR/BPN dan pemerintah desa.

4. Pengawalan laporan ke aparat penegak hukum.

5. Mediasi awal dan pemetaan sengketa.

Baca Juga :  PLT Kadis Damkar Garut, Odik Sodikin, S.Sos.,M.Si: "Kami Akan Fokus Pada Pelayanan dan Penyelamatan"

6. Rekomendasi advokasi litigasi maupun non-litigasi bersama mitra LBH/advokat.

 

Prinsip Layanan

Gratis dan anti pungli.

Identitas dan dokumen pelapor dijamin kerahasiaannya.

Objektif, non-partisan, dan mengutamakan kelompok rentan.

Menghormati asas praduga tak bersalah serta proses hukum.

 

Cara Melapor

📍 Datang langsung: Wisma Pejuang Pemikir, Pepabri Blok G16, Desa Langensari, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut

🕛 Jam layanan: 24 Jam Terbuka untuk Rakyat

📱 WA Hotline: 089512306251

📧 Email: gmnigarutjaya26@gmail.com

 

Dokumen awal yang dianjurkan: identitas (KTP/KK), bukti kepemilikan (sertifikat/AJB/Letter C/Girik/Petok D, risalah PTSL), SPPT PBB terbaru, foto lokasi, serta kronologi kejadian.

 

Seruan GMNI

Kepada masyarakat: laporkan setiap dugaan penyimpangan pertanahan, jangan membayar biaya di luar ketentuan resmi PTSL.

 

Kepada pemangku kepentingan: bersinergi dalam pelayanan pertanahan yang cepat, transparan, dan akuntabel.

 

Kepada aparat penegak hukum: proses setiap laporan secara profesional, bebas intervensi, dan mengutamakan keadilan substantif.

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
DPD KNPI Garut Kawal Hasil Musrenbang Pemuda 2027, Dorong BAPPEDA Wujudkan Kebijakan Pro Muda
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru