Ruangrakyatgarut.id — Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Kabupaten Garut resmi menggelar Grand Launching Musyawarah Daerah (Musda) XIII yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional dan Table Manner di Ballroom Fave Hotel Garut, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum awal dalam menyambut pelaksanaan Musda XIII sekaligus memperkuat kapasitas kader dan generasi muda melalui penguatan adab, wawasan, serta kepemimpinan.
Mengusung tema “Refining Adab, Expanding Vision: Think Locally, Act Globally, Stand Spiritually”, kegiatan ini menghadirkan Seminar Nasional bertajuk “Literasi Keuangan Syariah: Pilar Utama Kemandirian Ekonomi Generasi Muda” yang disampaikan oleh Nizar Ahmad Saputra, M.I.Kom., Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan Table Manner bertema “Kontribusi Peradaban Islam dalam Formalisasi Etika Perjamuan Makan” yang disampaikan oleh Lamlam Pahala, M.Ag., Tenaga Ahli Kemendikdasmen RI.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PD Persis Kabupaten Garut Dr. Gungun Abdul Basith, M.Ag., Bupati Garut Dr. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., serta Anggota Komisi X DPR RI H. Hoerudin Amin, S.Ag., M.M., yang juga merupakan alumni sekaligus mantan Ketua HIMA PERSIS periode 2000–2002.
Dalam sambutannya, Hoerudin Amin menegaskan bahwa Musyawarah Daerah bukan sekadar agenda rutin organisasi atau proses pergantian kepengurusan. Menurutnya, Musda merupakan ruang pendidikan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar tentang kepemimpinan, demokrasi, dan tata kelola organisasi yang sehat.
“Musda ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa tentang bagaimana berorganisasi, menjalankan proses pergantian kepemimpinan secara baik, wajar, terdidik, dan elegan. Ini adalah pembelajaran terbaik bagi generasi muda dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” ujar Hoerudin.
Ia menilai pengalaman yang diperoleh melalui organisasi kemahasiswaan sering kali menjadi bekal penting yang tidak didapatkan di ruang kuliah. Dalam organisasi, mahasiswa ditempa untuk mengambil keputusan, membangun komunikasi, mengelola konflik, hingga menyatukan berbagai pandangan dalam satu tujuan bersama.
Menurut Hoerudin, tantangan kepemimpinan di era modern tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional yang kuat. Kemampuan mengelola emosi, membangun relasi, dan menjaga integritas menjadi modal penting bagi setiap pemimpin dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
“Kecerdasan intelektual itu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kecerdasan emosional. Organisasi menjadi tempat terbaik untuk melatih kemampuan tersebut. Di sinilah mahasiswa belajar menghargai perbedaan, membangun kerja sama, dan menyelesaikan persoalan dengan bijaksana,” katanya.
Sebagai alumni dan mantan Ketua HIMA PERSIS, Hoerudin mengaku bangga melihat semangat kader muda yang terus menjaga eksistensi organisasi dan berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia berharap Musda XIII mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi organisasi.
Ia juga mengingatkan agar Musda dijadikan sebagai ruang adu gagasan dan pematangan visi organisasi, bukan sekadar kontestasi perebutan jabatan. Menurutnya, proses yang sehat akan melahirkan kepemimpinan yang kuat dan mampu membawa organisasi berkembang lebih maju.
Sementara itu, rangkaian Seminar Nasional dan Table Manner dalam Grand Launching Musda XIII mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Para narasumber menekankan pentingnya penguatan karakter, peningkatan literasi keuangan syariah, serta penguasaan etika sosial dan komunikasi sebagai bekal menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi gagasan menjelang pelaksanaan Musda XIII. Para peserta didorong untuk melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta pemberdayaan generasi muda.
Dengan semangat “Think Locally, Act Globally, Stand Spiritually”, HIMA PERSIS Garut berharap Musda XIII dapat melahirkan generasi pemimpin yang visioner, berintegritas, dan berakhlak mulia. Tidak hanya unggul dalam kompetensi dan wawasan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat, daerah, dan bangsa. (Hil)
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi nusharianmedia









