Ikatan Keluarga Besar HISGAR Ancam Aksi Jika Pj Bupati Garut Abaikan Tuntutan Soal TPA Pasir Bajing

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Januari 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Ikatan Keluarga Besar HISGAR (Himpunan Santri Garut) melayangkan ancaman aksi apabila Penjabat (PJ) Bupati Garut, Barnas Adjidin, tidak mencabut atau membatalkan perjanjian pembuangan sampah dari Pemkot Bandung ke TPA Pasir Bajing, Garut. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum HISGAR, Aceng Lukman, dalam pernyataannya.

“Kami para santri yang tergabung dalam Rakyat Garut Peduli (RAGAP) menegaskan komitmen penuh untuk menuntut pencabutan perjanjian tersebut. Jika pada audiensi tanggal 31 Januari 2025 di Gedung DPRD Garut PJ Bupati tidak hadir atau tidak mengambil langkah konkret, kami akan turun aksi menuntut agar beliau mundur dari jabatannya,” tegas Aceng Lukman.

Menurutnya, keputusan untuk menerima pembuangan sampah dari luar daerah, khususnya dari Bandung, ke TPA Pasir Bajing dianggap mencederai kepentingan masyarakat Garut. “Kami menilai PJ Bupati telah gagal menjaga kepentingan masyarakat dan lingkungan Garut. Keputusan tersebut sangat merugikan warga sekitar dan menunjukkan ketidakmampuannya dalam mengelola kabupaten,” tambahnya.

Aceng juga menegaskan bahwa HISGAR siap menggerakkan aksi bersama masyarakat Garut untuk mendesak perubahan sikap pemerintah daerah. “Apabila tuntutan ini tidak digubris, kami tidak akan tinggal diam. Santri dan masyarakat akan bersatu dalam aksi untuk mempertahankan hak-hak warga Garut,” ujarnya. Jum’at,(24/01/2025).

Rencana audiensi dengan DPRD pada 31 Januari 2025 mendatang akan menjadi momen penting bagi HISGAR dan RAGAP untuk mendesak pemerintah daerah mengambil tindakan nyata. Mereka berharap PJ Bupati hadir langsung dan memberikan keputusan yang berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Garut belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman tersebut. (Red)

Baca Juga :  Sinergi Pemerintah Atasi Kemacetan dan Lahan Kritis di Kota Bandung

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru