Nusaharianmedia.com — Sabtu 25 July 2026 Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini konsisten menginisiasi kegiatan pelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan revitalisasi kawasan Hutan Kota Kerkop.
“Kami bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Kang Rama dari Nirmala yang selalu menjadi inisiator berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan persampahan. Terima kasih juga kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang untuk kesekian kalinya terus bersinergi bersama kami dalam kegiatan lingkungan,” ujar Agil.
Menurutnya, DPD KNPI Garut memiliki tanggung jawab moral terhadap keberadaan Hutan Kota karena kantor organisasi tersebut berada tepat di depan kawasan tersebut.
Ke depan, KNPI berkomitmen tidak hanya menggelar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga mengaktifkan Hutan Kota melalui berbagai aktivitas positif yang melibatkan masyarakat.
“Kami sudah berdiskusi agar Hutan Kota ini tidak hanya menjadi lokasi kegiatan bersih-bersih. Kami ingin menghadirkan berbagai aktivitas produktif, seperti pertunjukan musik, olahraga, hingga kegiatan komunitas lainnya, sehingga kawasan ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Agil mengakui bahwa selama ini Hutan Kota Kerkop masih memiliki citra negatif, terutama pada malam hari.
“Kita harus mengakui bahwa ketika malam tiba, Hutan Kota Kerkop masih identik dengan aktivitas yang kurang positif. Bahkan beberapa waktu lalu kami banyak menerima laporan dan ditandai di media sosial terkait ditemukannya alat kontrasepsi di kawasan tersebut. Kondisi ini justru menjadi motivasi bagi kami untuk mengembalikan fungsi Hutan Kota sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, selain sebagai paru-paru kota, Hutan Kota juga harus menjadi ruang publik yang mampu mewadahi kreativitas dan aktivitas generasi muda.
Terkait wacana perubahan nama kawasan tersebut menjadi Taman Pemuda atau Hutan Pemuda, Agil menjelaskan bahwa usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
“Kami sudah berdiskusi dengan Bupati Garut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan beberapa komunitas lingkungan. Saat ini baru sebatas usulan agar Taman Lansia dapat diubah menjadi Taman Pemuda,” jelasnya.
Menurut Agil, perubahan nama tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi aktivitas para lansia, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab generasi muda dalam menjaga dan mengelola kawasan tersebut.
“Bukan berarti kami membatasi kegiatan lansia. Justru kami sebagai pemuda merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar, baik dari sisi tenaga maupun pemikiran, untuk menjaga kawasan ini. Apalagi Gedung Pemuda berada tepat di depan Hutan Kota sehingga secara tanggung jawab sangat relevan apabila kawasan ini nantinya dikelola bersama oleh pemuda,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa apabila usulan tersebut disetujui, fasilitas bagi masyarakat lanjut usia tetap akan menjadi perhatian.
“Ke depan kami juga akan menyiapkan fasilitas yang nyaman bagi para lansia sehingga semua kalangan tetap dapat memanfaatkan kawasan ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agil menyampaikan bahwa komitmen KNPI terhadap pelestarian lingkungan tidak hanya terbatas pada Hutan Kota Kerkop.
Dengan keberadaan kepengurusan KNPI di 42 kecamatan, pihaknya berencana mendorong program pengelolaan lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kemarin kami juga sudah membahas hal tersebut. Tidak hanya Hutan Kota Kerkop yang akan dibersihkan atau diaktivasi, tetapi mudah-mudahan seluruh hutan kota yang ada di Kabupaten Garut dapat dimaksimalkan fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, KNPI juga memperoleh berbagai masukan dari komunitas lingkungan serta Dinas Lingkungan Hidup mengenai pengelolaan sampah.
“Kami mendapatkan banyak edukasi dan pembelajaran dari rekan-rekan yang telah berpengalaman di bidang lingkungan dan persampahan. Ke depan kami akan terus berdiskusi serta bekerja sama mengenai pengelolaan sampah di setiap kecamatan. Kami juga berharap dukungan dari Nirmala dan Dinas Lingkungan Hidup agar dapat bersinergi dengan KNPI, khususnya dalam isu lingkungan hidup,” ujarnya.
Terkait kemungkinan adanya instruksi resmi kepada seluruh jajaran KNPI di tingkat kecamatan, Agil memastikan hal tersebut sedang dipersiapkan.
“Betul, nantinya kami dari DPD akan mengkaji terlebih dahulu program apa yang paling sesuai diterapkan di setiap kecamatan. Penyusunannya akan melibatkan pihak-pihak yang memang berpengalaman di bidang lingkungan. Dengan demikian, ketika program tersebut diinstruksikan kepada seluruh PK KNPI, pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” pungkasnya.









