Komisi IV DPRD Garut Soroti Persoalan Serius Program Makan Bergizi Gratis, BASJAB Minta Evaluasi Menyeluruh

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com– Komisi IV DPRD Kabupaten Garut menerima audiensi dari Barisan Santri Jawa Barat (BASJAB) terkait persoalan serius program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menimbulkan keresahan masyarakat, Senin (6/10/2025). Audiensi yang berlangsung di ruang BANGGAR DPRD Garut itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Dalam kesempatan tersebut, BASJAB menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya menuntut pemerintah memiliki niat baik dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Mereka menekankan perlunya standar izin serta kelayakan Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) agar benar-benar nyata di lapangan. Selain itu, BASJAB meminta keterlibatan semua pihak, termasuk UMKM, dalam mendukung program ini.

BASJAB juga mendesak DPRD Garut membuat nota pimpinan kepada Bupati agar SPPG yang belum memenuhi syarat dihentikan operasionalnya. Lebih jauh, mereka meminta tata kelola MBG dirumuskan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengawas independen.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Garut Usulkan PERDA Pelestarian Pengetahuan Tradisional untuk Perlindungan Kawasan Sumber Mata Air dan Tata Kelola Aliran Air

Anggota Komisi IV DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, menegaskan bahwa program MBG masih menyimpan banyak persoalan mendasar. Menurutnya, regulasi hingga kini belum jelas karena belum ada petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, maupun dasar hukum berupa perpres ataupun undang-undang. “Satgas baru dibentuk pada 31 Juli 2025, sementara rapat koordinasi pertama digelar 22 September 2025. Jadi ini memang belum siap secara regulasi,” ujarnya.

 

Yudha juga menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan, yakni Rp71 triliun pada 2025 dan naik menjadi Rp335 triliun pada 2026. Namun, transparansi serta akuntabilitas anggaran dinilai masih lemah. Di lapangan, ia menemukan adanya SPBG yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), bahkan sempat terjadi penolakan saat inspeksi di Celaguni karena alasan prosedur pusat yang kaku.

Baca Juga :  Polsek Talegong Cek Lokasi Kejadian Longsor di Jalan Raya Cantigi

 

Lebih mengkhawatirkan lagi, Yudha mengungkap adanya temuan air tercemar bakteri E.coli di wilayah Puskesmas Bayombong dan Samarang. Kondisi ini, katanya, dapat mengancam kesehatan siswa penerima program bila MBG tetap dipaksakan tanpa standar higienis yang jelas. “Keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto. Jangan sampai niat baik pemerintah justru membahayakan anak-anak kita,” tegasnya.

 

Sebagai solusi, Yudha mendorong langkah tegas seperti yang dilakukan Pemkot Surabaya yang menolak operasional MBG sebelum adanya SLAS. Ia juga mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan regulasi setingkat perpres atau bahkan undang-undang untuk memperjelas tata kelola program.

 

Di akhir pertemuan, Komisi IV menegaskan bahwa hasil audiensi ini akan dijadikan bahan penting untuk ditindaklanjuti melalui nota resmi kepada pimpinan DPRD dan Bupati Garut. (Hilman)

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru