Presidium RRG: Menjamurnya Warung Tramadol Jadi Bukti Nyata Pemkab Dinilai Abai Lindungi Generasi Muda Garut

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 23 Juli 2026  – Presidium Ruang Rakyat Garut (RRG), Eldy Supriadi, melontarkan kritik tajam kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) yang dinilai gagal mengendalikan maraknya peredaran obat keras ilegal jenis tramadol dan eximer di Kabupaten Garut.

 

Menurut Eldy, menjamurnya “warung tramadol” di berbagai sudut wilayah bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan cermin nyata lemahnya negara dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan terhadap masyarakat, khususnya generasi muda.

 

“Ini bukan lagi kecolongan, ini pembiaran. Ketika warung tramadol tumbuh bebas, itu artinya negara kalah—atau bahkan tidak hadir,” tegas Eldy dengan nada keras.

 

Ia menyoroti dampak nyata yang kini mulai dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor), aksi kekerasan jalanan, hingga berbagai tindak kriminal lain yang diduga kuat berkaitan dengan penyalahgunaan tramadol dan eximer.

 

“Jangan tutup mata. Di lapangan, masyarakat merasakan langsung dampaknya. Kriminalitas naik, keamanan terganggu, dan pelakunya banyak yang berada di bawah pengaruh obat-obatan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Garut Bersama Forkopimda Gelar Aksi Bersih Sampah di Sungai Cimanuk Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

 

Eldy menilai, kondisi ini tidak lepas dari lemahnya koordinasi antarinstansi, minimnya pengawasan distribusi obat, serta tidak tegasnya penindakan terhadap pelaku yang jelas-jelas melanggar hukum.

 

Obat keras seperti tramadol, yang seharusnya hanya bisa diakses dengan resep dokter, kini justru dijual bebas tanpa kontrol. Lebih parahnya, peredaran tersebut secara terang-terangan menyasar kalangan remaja.

 

“Kalau pemerintah masih diam, ini bukan lagi potensi krisis—ini sudah krisis. Garut sedang menuju darurat penyalahgunaan obat-obatan,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa dampak penyalahgunaan tramadol bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial. Efek ketergantungan dan gangguan mental dapat mendorong perilaku agresif yang berujung pada tindak kriminal.

 

Dalam pernyataannya, Eldy mendesak langkah konkret dan tidak kompromistis dari pemerintah dan APH, di antaranya:

 

– Tutup total dan bersihkan seluruh warung penjual obat keras ilegal tanpa pandang bulu

Baca Juga :  Tindak Lanjut Dumas Warga, Polsek Garut Kota Amankan Pelaku Parkir Liar di Jalan Ciledug

– Tindak tegas jaringan distribusi hingga ke akar, bukan hanya pelaku lapangan

– Audit dan awasi ketat peredaran obat di apotek serta fasilitas kesehatan

– Libatkan masyarakat dalam pengawasan berbasis komunitas

– Umumkan secara transparan hasil penindakan kepada publik

 

Eldy juga menegaskan bahwa masyarakat tidak butuh sekadar imbauan atau wacana, melainkan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan.

 

“Kalau aparat lamban, jangan salahkan publik jika kepercayaan terus runtuh. Negara harus hadir, bukan hanya saat seremonial, tapi saat rakyat benar-benar terancam,” tegasnya.

 

Di tengah meningkatnya keresahan, RRG memperingatkan bahwa kegagalan menangani persoalan ini bukan hanya berdampak jangka pendek, tetapi dapat merusak satu generasi jika terus dibiarkan tanpa penanganan serius.

 

“Ini soal masa depan Garut. Kalau hari ini dibiarkan, besok kita panen krisis yang lebih besar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Terpilih Jadi Anggota DPRD Garut, Fahad Fauzi Tak Kembali Mencalonkan Diri di Gapensi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Minggu, 1 November 2026 - 18:48 WIB

RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda

Berita Terbaru