Nusaharianmedia.com 29 April 2026 – Pelantikan pengurus Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Kabupaten Garut berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Garut. Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dari unsur partai politik, pemerintah daerah, hingga organisasi kepemudaan.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Satkar Ulama Jawa Barat, M. Sahrul Fadli. Turut hadir Ketua DPW Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Muttaqin, yang didampingi Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, MQ Iswara.
Selain itu, acara juga dihadiri Bupati Garut, jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, termasuk Sekretaris DPD, Ketua Fraksi Golkar DPRD Garut, Ketua KNPI, Dispora, serta berbagai unsur sayap juang Partai Golkar.
Dalam sambutannya, Daniel Muttaqin menegaskan pentingnya peran strategis Satkar Ulama sebagai bagian integral dari kekuatan Partai Golkar. Ia menyebut, Satkar Ulama harus menjadi motor penggerak dalam membangun sinergi antara ulama, masyarakat, dan partai politik.
“Satkar Ulama ini adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan dari Partai Golkar. Semua harus bergerak dan berperan aktif, baik dalam pengabdian kepada masyarakat maupun dalam mendukung agenda politik ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Satkar Ulama merupakan wadah untuk menghimpun kekuatan ulama dan santri, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, termasuk dalam aspek elektoral.
“Mudah-mudahan Satkar Ulama Garut bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan memberikan efek elektoral yang positif bagi Partai Golkar, khususnya di Kabupaten Garut,” tambahnya.
Daniel juga menyebutkan bahwa struktur Satkar Ulama di kabupaten/kota se-Jawa Barat sebagian besar telah terbentuk dan saat ini tengah menjalani proses konsolidasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas organisasi sebagai bagian dari persiapan menuju kontestasi politik 2029, tanpa mengesampingkan fokus utama pada pengabdian kepada masyarakat.
“Golkar tidak bisa jauh dari ulama. Keberhasilan perolehan suara selama ini juga tidak lepas dari dukungan para ulama,” pungkasnya.
Sementara itu, M. Sahrul Fadli menegaskan bahwa Satkar Ulama bukan sekadar organisasi simbolik, melainkan wadah strategis dalam mengonsolidasikan peran ulama untuk pembangunan umat dan bangsa.
Menurutnya, ulama memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam menjawab persoalan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.
“Satkar Ulama harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat, menjaga persatuan, serta mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengurus yang baru dilantik untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Satkar Ulama Indonesia Kabupaten Garut yang baru dilantik, Gea Eka Sakti, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan Satkar Ulama sebagai wadah pengabdian kepada umat.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Satkar Ulama bukan hanya menjadi bagian dari kekuatan politik, tetapi juga sebagai wadah pengabdian untuk umat. Kami akan fokus pada pembinaan keagamaan, penguatan nilai-nilai moral, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Garut,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Satkar Ulama Garut akan aktif melakukan konsolidasi internal serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk ulama, santri, dan masyarakat umum.
“Harapannya, Satkar Ulama Garut dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, sekaligus menciptakan situasi sosial yang harmonis dan kondusif,” tambahnya.
Dengan pelantikan ini, Satkar Ulama Indonesia Kabupaten Garut diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya, tidak hanya dalam mendukung dinamika politik yang sehat, tetapi juga dalam pembangunan sosial keagamaan yang berkelanjutan. (Hil)
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi Nusaharianmedia









