Sidak Baru Berlalu, Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul di Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 30/09/2025 – Ironi kembali terjadi di Kabupaten Garut. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan gizi anak sekolah justru kembali memunculkan kasus keracunan massal. Kali ini, sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai minum susu yang disajikan dalam paket MBG.

 

Padahal baru beberapa hari lalu, Wakil Ketua DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Garut untuk memastikan kualitas program MBG setelah kasus keracunan serupa sebelumnya mencuat ke publik. Namun, sebelum tinta pemberitaan kasus itu mengering, kejadian serupa kembali menimpa siswa di salah satu sekolah di Garut.

 

 

Secara konsep, MBG hadir dengan niat mulia: mencegah stunting, meningkatkan asupan gizi anak, dan memastikan siswa sekolah dasar hingga menengah mendapatkan nutrisi seimbang. Akan tetapi, berkali-kali kasus keracunan menandai ada yang tidak beres dalam pelaksanaannya.

 

Pengamat kebijakan publik menilai, masalah bukan terletak pada programnya, melainkan pada rantai distribusi dan kualitas pengawasan. Mulai dari pemilihan vendor penyedia makanan, penyimpanan bahan baku, higienitas dapur, hingga cara distribusi ke sekolah masih menyisakan banyak celah. Apalagi, produk susu dan olahan makanan bergizi lainnya sangat sensitif terhadap penyimpanan dan suhu lingkungan.

Baca Juga :  DPC PDI Perjuangan Garut Fokus Konsolidasi dan Program Lima Mantap, Siap Bangkitkan Kekuatan Partai

 

Orang tua murid mengaku resah. Alih-alih merasa terbantu dengan adanya MBG, mereka kini dihantui rasa khawatir setiap kali anak membawa pulang susu atau makanan dari program tersebut.

 

“Harusnya ini jadi program yang bikin anak sehat, bukan malah bikin sakit. Kami dukung programnya, tapi kalau terus begini, jelas berbahaya,” ujar salah satu orang tua siswa yang anaknya ikut terdampak.

 

 

Kejadian berulang ini seharusnya menjadi alarm keras bagi Pemkab Garut. Tidak cukup hanya dengan mengeluarkan pernyataan “sedang ditelusuri”. Pemerintah daerah bersama dinas terkait mesti melakukan audit total terhadap vendor, dapur produksi, hingga sistem distribusi MBG.

 

Bila perlu, libatkan Balai POM, Dinas Kesehatan, hingga aparat penegak hukum untuk memastikan ada akuntabilitas. Karena jika terus dibiarkan, selain mengancam kesehatan anak, program yang menghabiskan anggaran besar ini akan kehilangan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Komisi X DPR RI Ferdiansyah Sosialisasikan Program Aneka Tunjangan Guru Non ASN, Dorong Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Pendidik

 

 

Selain audit, transparansi data vendor dan kualitas produk MBG harus dibuka ke publik. Masyarakat berhak tahu siapa penyedia makanan, bagaimana standar yang dipakai, dan hasil uji laboratorium produk yang diberikan. Partisipasi sekolah dan komite orang tua juga penting dalam melakukan pengawasan langsung.

 

Kehadiran pejabat pusat melakukan sidak memang sempat menenangkan, namun faktanya keracunan kembali terjadi. Artinya, sidak yang dilakukan baru sebatas seremonial politik tanpa menyentuh akar persoalan. Jika pola ini tidak berubah, MBG akan terus menyisakan masalah dan gagal mencapai tujuannya.

 

Anak-anak sekolah adalah generasi penerus bangsa yang berhak mendapatkan makanan sehat, aman, dan bergizi. Jangan biarkan mereka menjadi korban uji coba kebijakan yang dikelola secara sembrono.

 

Pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan Pemkab Garut harus duduk bersama, mengambil langkah tegas dan cepat agar kejadian keracunan tidak lagi terulang. Jika tidak, masyarakat akan semakin apatis, dan program mulia ini hanya akan tercatat sebagai contoh kegagalan manajemen birokrasi. (Rus)

Berita Terkait

Semarak Maulid Nabi, RW 08 Intan Regency Gelar Khitan Kadeudeuh bagi 25 Anak sebagai Wujud Kepedulian Warga
Aset Daerah hingga Tanah Warga Dipasangi Tiang Provider, Legalitas dan Izinnya Dipertanyakan: Siapa Pemiliknya dan Siapa yang Mengizinkan?
Ketua Cabor Drum Band Garut Geram Atlet Latihan Dipungut Parkir 
Bawa Gagasan Perubahan, Bung Kalam Siap Nahkodai PA GMNI Garut: Satukan Potensi Alumni, Wujudkan Organisasi Solid, Mandiri dan Adaptif
Cegah Eksploitasi Anak, DPPKBPPPA Garut Gandeng Satpol PP dan Dinsos Perkuat Pengawasan
Memaknai Muhammad Sebelum Kenabian: Maulid di Pendopo Garut Digelar Bersama Lelang Lukisan dan Gerakan Donasi Lintas Negara
Berstatus Pinjam Pakai Sejak Era 1990-an, Gedung KPU Garut Akhirnya Resmi Jadi Milik KPU
GELIAT SEKTOR OLAHRAGA GARUT: DARI GAYA HIDUP SEHAT HINGGA PENGGERAK EKONOMI WARGA
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:04 WIB

Semarak Maulid Nabi, RW 08 Intan Regency Gelar Khitan Kadeudeuh bagi 25 Anak sebagai Wujud Kepedulian Warga

Sabtu, 5 September 2026 - 14:55 WIB

Aset Daerah hingga Tanah Warga Dipasangi Tiang Provider, Legalitas dan Izinnya Dipertanyakan: Siapa Pemiliknya dan Siapa yang Mengizinkan?

Kamis, 3 September 2026 - 20:36 WIB

Ketua Cabor Drum Band Garut Geram Atlet Latihan Dipungut Parkir 

Rabu, 2 September 2026 - 23:33 WIB

Bawa Gagasan Perubahan, Bung Kalam Siap Nahkodai PA GMNI Garut: Satukan Potensi Alumni, Wujudkan Organisasi Solid, Mandiri dan Adaptif

Rabu, 2 September 2026 - 19:30 WIB

Memaknai Muhammad Sebelum Kenabian: Maulid di Pendopo Garut Digelar Bersama Lelang Lukisan dan Gerakan Donasi Lintas Negara

Berita Terbaru