Syam Yousef Djojo SH, MH: Sosok Kharismatik dan Advokat Ternama,Kini Jadi Pengawas Ujian Profesi Advokat 2025 di Institut Pendidikan Indonesia Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Dunia hukum di Kabupaten Garut tengah menjadi sorotan dengan kehadiran sosok advokat senior nasional, Syam Yousef Djojo, SH, MH, yang saat ini dipercaya sebagai Pengawas Ujian Profesi Advokat (UPA) 2025 di Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Sabtu, (28/06/2025).

Keputusan melibatkan beliau dalam proses penting ini disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk akademisi, mahasiswa hukum, dan komunitas profesi advokat lokal.

Figur yang Menginspirasi

Syam Yousef Djojo bukanlah nama baru di kancah hukum Indonesia. Dikenal luas sebagai advokat kawakan, praktisi hukum senior, dan juga akademisi hukum, pria ini telah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya dalam penegakan hukum dan keadilan. Kepribadiannya yang tegas namun humanis, ditambah dengan etos kerja yang tinggi dan integritas tanpa kompromi, membuatnya menjadi panutan bagi banyak advokat muda di berbagai daerah.

Kehadirannya di Kabupaten Garut kali ini bukan dalam kapasitas sebagai pembela hukum di ruang sidang, melainkan sebagai pengawas resmi dalam pelaksanaan Ujian Profesi Advokat, sebuah tahapan penting bagi calon-calon advokat yang akan mengabdikan dirinya dalam dunia peradilan.

Peran Strategis dalam UPA 2025

Ujian Profesi Advokat 2025 yang digelar oleh Institut Pendidikan Garut bekerja sama dengan lembaga advokat nasional merupakan momen penting bagi para lulusan hukum yang ingin melanjutkan karier profesionalnya sebagai advokat.

Dalam konteks itu, kehadiran Syam sebagai pengawas bukan hanya formalitas, tetapi memiliki peran strategis dalam menjamin bahwa seluruh proses seleksi dan ujian berjalan transparan, adil, dan bebas intervensi.

Beliau bertugas memantau keseluruhan rangkaian ujian, mulai dari proses administrasi, kesiapan teknis, hingga ketertiban pelaksanaan ujian secara menyeluruh.

“Ini bukan sekadar ujian tertulis, tapi adalah ujian moral dan integritas. Seorang advokat harus lahir dari proses yang bersih dan profesional,” ujar Syam dalam sambutan pembukaannya di hadapan ratusan peserta ujian.

Disambut Hangat Komunitas Akademik dan Hukum Garut

Rektor Institut Pendidikan Garut menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan Syam menjadi pengawas UPA tahun ini. Menurutnya, kehadiran figur nasional seperti beliau memberi motivasi kuat dan nilai tambah bagi peserta ujian.

“Kami merasa terhormat atas kehadiran beliau. Ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan hukum di daerah seperti Garut juga mendapatkan perhatian serius dari tokoh-tokoh besar di dunia hukum nasional,” ujar Rektor IPI dalam wawancaranya.

Tak hanya dari kalangan kampus, sejumlah pengurus organisasi profesi seperti PERADI dan beberapa advokat muda Garut juga memberikan dukungan dan ucapan terima kasih atas kepedulian Syam terhadap kualitas regenerasi advokat.

Riwayat Panjang dan Jejak Profesionalisme

Sepanjang kariernya, Syam telah menangani berbagai perkara besar, mulai dari kasus korupsi, hak asasi manusia, hingga perdata bernilai triliunan rupiah. Ia juga dikenal kerap memberikan pelatihan hukum dan seminar di berbagai universitas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan gelar Magister Hukum (MH) yang diraihnya dari universitas terkemuka, ia memadukan praktik dan teori hukum secara seimbang. Tidak heran, banyak lulusan fakultas hukum yang menjadikan Syam sebagai inspirasi dalam perjalanan karier mereka.

Pesan untuk Calon Advokat Muda

Dalam pesannya kepada peserta UPA, Syam menekankan pentingnya etika profesi dan komitmen terhadap keadilan.

“Jangan hanya mengejar status sebagai advokat, tapi resapi betul tanggung jawabnya. Di balik toga dan ijazah, ada amanah publik yang besar. Jagalah kepercayaan masyarakat dengan perilaku dan profesionalisme yang tinggi,” ucapnya, disambut tepuk tangan dari peserta.

Ia juga mengajak peserta untuk tidak tergoda pada praktik curang atau jalan pintas dalam ujian maupun dalam praktik hukum kelak.

“Advokat bukan hanya profesi hukum, tapi penjaga nurani masyarakat dalam sistem peradilan. Tidak semua orang bisa menjadi advokat yang bermartabat—tapi semua advokat bisa memilih untuk bermartabat,” tandasnya.

Kehadiran Syam Yousef Djojo, SH, MH dalam pelaksanaan Ujian Profesi Advokat 2025 di Institut Pendidikan Garut menjadi simbol penting bagi peningkatan kualitas dunia hukum di daerah. Ia tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi sebagai figur yang menginspirasi, meneguhkan bahwa kualitas, etika, dan integritas tetap menjadi landasan utama dalam mencetak advokat masa depan.

Masyarakat Garut patut berbangga bahwa kampus lokal mampu menarik perhatian tokoh nasional, sekaligus memperlihatkan keseriusan dunia akademik dan hukum di daerah dalam membentuk barisan advokat yang kompeten, profesional, dan berintegritas tinggi. (Red)
Baca Juga :  Konsolidasi dan Komitmen Masyarakat Garut Selatan Menuju Pemekaran Kabupaten

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
MUI Kabupaten Garut Dukung Penuh Gerakan Aliansi Bela Anak Bangsa dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat Keras, Minuman Keras, dan Narkoba
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru