Terbesit Sebuah Kenangan Indah Masa Kecilku: Dulu Kampung Halaman yang Indah Nan Alami, Kini Hanya Tinggal Kenangan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

(Oleh: Diki Kusdian)

Kala senja merayap pelan di ufuk barat, sering kali aku duduk diam, menatap langit yang mulai meremang. Di saat seperti itu, kenangan masa kecil datang tanpa diundang,menyelinap masuk lewat celah sunyi di hati yang tak pernah benar-benar bisa melupakan.

Aku terlahir di sebuah kampung kecil, jauh dari hiruk-pikuk kota. Kampungku dulu tak mewah, tapi hangatnya melampaui istana. Ada aroma tanah basah setiap kali hujan turun.

Ada suara jangkrik di malam hari yang menemani tidurku. Ada tawa sahabat kecil saat bermain petak umpet di antara rumpun bambu. Semuanya terasa seperti mimpi yang manis dan kini, seperti mimpi pula, semua itu menguap perlahan.

Sawah yang dulu membentang luas, tempat kami mengejar capung dan menjerit riang saat kaki terperosok lumpur, kini telah berubah menjadi deretan tembok tak berjiwa. Pohon jambu yang dulu jadi saksi cinta monyet pertama, telah tumbang diganti pagar beton.

Sungai kecil tempat kami berlarian dengan tubuh basah dan hati bahagia, kini mengalir lesu keruh, dan kehilangan suara gemericiknya yang dulu nyaring menyanyikan kehidupan.

Wajah kampungku berubah. Tapi yang lebih menyakitkan, jiwanya pun perlahan menghilang.

Dulu, tak ada rumah yang tertutup rapat. Semua saling menyapa, saling singgah. Dulu, suara orang tua menjadi pelita yang memandu, bukan hanya deretan nasihat yang diabaikan.

Dulu, malam adalah waktu bercerita, bukan sekadar rebah di bawah sinar layar. Dulu… ah, terlalu banyak “dulu” yang kini hanya bisa kukenang.

Bukan aku tak menghargai perubahan. Bukan pula aku anti pada kemajuan. Tapi ketika kemajuan menelan akar, ketika modernisasi mencabut nilai-nilai kehidupan yang dulu begitu luhur, hati kecil ini pun menjerit lirih.

Apa artinya rumah yang megah jika kita kehilangan kehangatan? Apa gunanya teknologi canggih jika kita lupa cara memanusiakan manusia? Apa jadinya sebuah kampung jika yang tinggal hanya bangunan, tapi jiwanya telah lama pergi?

Kampung halamanku, dalam bentuk fisik, mungkin masih ada. Tapi kampung dalam ingatanku, dalam jiwaku,itu yang tak tergantikan.

Di sanalah aku belajar mencinta tanpa syarat, bersyukur dalam kekurangan, dan tertawa tanpa alasan. Itu semua kini tinggal serpihan kenangan yang kusimpan rapi dalam hati.

Aku tahu aku tak sendiri. Banyak dari kita yang merindukan hal yang sama, kesederhanaan yang penuh makna, kebersamaan yang tulus, dan alam yang memeluk tanpa pamrih.

Semoga suatu hari, kita bisa menciptakan kembali ruang-ruang kecil yang ramah, tempat anak-anak bisa bermain tanpa takut, tempat orang tua bisa bercerita tanpa tergesa, dan tempat di mana alam dan manusia bisa kembali berdamai.

Karena kampung halaman sejatinya bukan hanya tempat kita dilahirkan, tapi tempat di mana hati kita merasa pulang. Dan aku, akan selalu pulang,meski hanya dalam ingatan.

Baca Juga :  Kapolda Jabar dan Pangdam 111 Siliwangi Kunjungi Keluarga Korban Ledakan di Cibalong Garut,Berikan Santunan Juga Dukungan Moril

Berita Terkait

Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin
Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan
ABAG Geruduk Pemkab Garut, Pertanyakan Keseriusan Lindungi Generasi Muda di Tengah Maraknya Peredaran Obat Keras Ilegal dan Miras, Desak APH Bongkar hingga ke Pemasok
Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Berita ini 22 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:11 WIB

ABAG Geruduk Pemkab Garut, Pertanyakan Keseriusan Lindungi Generasi Muda di Tengah Maraknya Peredaran Obat Keras Ilegal dan Miras, Desak APH Bongkar hingga ke Pemasok

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Berita Terbaru