Wakil Ketua FPSG Soroti Ketidakadilan Penggunaan Fasilitas Daerah dan Mandeknya Penanganan Tragedi Pendopo

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nusaharianmedia.com — Komisi I DPRD Kabupaten Garut menerima audiensi dari Forum Pesantren Salafiyah Garut (FPSG) pada Senin (3/11/2025), yang berlangsung di ruang Komisi I DPRD Garut. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Garut, Subhan Fahmi, S.IP bersama anggota Komisi I Luqi Saadilah, SE dan Muchtarul Wildan. Audiensi juga dihadiri perwakilan eksekutif dari Dinas Perkim, Satreskrim Polres Garut, serta Bidang Barang Milik Daerah (BMD).

 

Dalam audiensi itu, FPSG menyampaikan dua poin utama aspirasi mereka. Pertama, mendesak kejelasan regulasi dan mekanisme resmi penggunaan Barang Milik Daerah (BMD), termasuk fasilitas publik seperti alun-alun dan pendopo, yang dinilai masih belum transparan dan terkesan tebang pilih. Kedua, FPSG meminta penuntasan serta kejelasan hukum atas Tragedi Pendopo Garut yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

 

Wakil Ketua FPSG Dr. Deden Suparman M Ag menegaskan bahwa pihaknya menyoroti praktik penggunaan fasilitas daerah yang dianggap tidak adil dan tidak terbuka untuk publik.

Baca Juga :  GMNI Garut Teguhkan Semangat Bung Karno, Perkuat Nasionalisme, Ideologi Pancasila, dan Kepedulian Sosial

 

“Kami mendesak adanya regulasi yang jelas dan terbuka terkait penggunaan fasilitas milik daerah seperti alun-alun. Selama ini, masyarakat umum seperti kami seringkali dipersulit ketika ingin menggunakan fasilitas publik, sementara ketika giliran pemerintah atau kelompok tertentu, justru begitu mudah dan cepat mendapat izin,” tegasnya.

 

Selain itu, ia juga menyoroti lambannya penanganan kasus Tragedi Pendopo Garut, yang dinilai belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

 

“Kami juga mempertanyakan status Tragedi Pendopo. Hingga saat ini terkesan ada pembiaran dan keabaian tanpa keputusan yang jelas. Kami tidak lupa dan kami menolak lupa. Meskipun keluarga korban sudah islah dan memaafkan, keadilan tetap harus ditegakkan bagi siapa pun. Satu nyawa ojol melayang di Jakarta saja bisa membuat pejabat diberhentikan, lalu kenapa di Garut tiga nyawa melayang seolah terlupakan dan dianggap tidak berarti?” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Jalan Banjarwangi Diperbaiki, Harapan Baru bagi Mobilitas dan Kesejahteraan Warga GARUT

 

FPSG berharap DPRD Garut dapat menindaklanjuti aspirasi ini dengan langkah konkret, baik melalui dorongan regulasi keterbukaan penggunaan fasilitas publik maupun pengawasan terhadap proses hukum Tragedi Pendopo agar ada kepastian dan keadilan bagi para korban serta masyarakat Garut pada umumnya.

 

Menanggapi alasan FPSG kembali menyoroti kasus tersebut, ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah lama menunggu adanya perkembangan resmi. Namun karena tak kunjung ada informasi baru dari aparat, FPSG merasa perlu kembali bersuara.

 

“Kami sudah menunggu lama, tapi karena tidak ada kejelasan, tentu harus kami pertanyakan lagi. Ini bukan kasus kecil. Di Jakarta saja satu korban ojol bisa jadi perhatian besar, apalagi di sini tiga orang meninggal — salah satunya anggota kepolisian. Maka kami ingin mengetuk nurani semua pihak agar kasus ini tidak dibiarkan begitu saja,” pungkasnya (hil)

Berita Terkait

Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin
Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan
ABAG Geruduk Pemkab Garut, Pertanyakan Keseriusan Lindungi Generasi Muda di Tengah Maraknya Peredaran Obat Keras Ilegal dan Miras, Desak APH Bongkar hingga ke Pemasok
Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:11 WIB

ABAG Geruduk Pemkab Garut, Pertanyakan Keseriusan Lindungi Generasi Muda di Tengah Maraknya Peredaran Obat Keras Ilegal dan Miras, Desak APH Bongkar hingga ke Pemasok

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Berita Terbaru