Warga Cidahu Dilanda Kekhawatiran, Amblesan Tanah dan Dugaan Kebocoran Situ Mengancam Permukiman Desak Pemkab Garut Bertindak Cepat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 03 Maret 2026 – Warga Kampung Cidahu, Desa Mekarsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, dilanda kekhawatiran akibat kondisi tanah ambles dan dugaan kebocoran di area sekitar Situ Cidahu yang kian mengkhawatirkan. Retakan tanah yang membelah jalan setapak serta kemunculan aliran air dari dalam tebing menjadi indikasi adanya potensi kerusakan yang lebih besar.

 

Amblesan tanah yang berada di bawah sebuah pohon besar hingga kini belum mendapat penanganan konkret dari pihak terkait. Lubang dengan lebar lebih dari satu meter dan kedalaman sekitar dua meter itu dinilai membahayakan keselamatan warga, mengingat lokasinya tidak jauh dari permukiman.

 

Sejumlah warga menuturkan, awalnya hanya terlihat retakan kecil di permukaan tanah. Namun, seiring waktu retakan tersebut semakin melebar hingga membentuk lubang yang cukup dalam.

 

“Awalnya hanya retakan kecil, tapi lama-lama tanahnya semakin menganga. Sekarang sudah cukup dalam dan lebar. Kami khawatir kalau tidak segera ditangani bisa membahayakan rumah warga,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga :  Sekjen RAGAP Kecam Pembuangan Sampah Pemkot Bandung di Lebak Jero : Kami Siap Tempuh Jalur Hukum

 

Kekhawatiran meningkat saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Akar pohon besar di lokasi tersebut disebut telah menjalar ke berbagai arah, bahkan mendekati halaman rumah warga. Kondisi ini dikhawatirkan memicu amblesan susulan atau bahkan longsor yang lebih besar.

 

Perwakilan BPD Cidahu, Desa Mekarsari, mengungkapkan bahwa laporan terkait kondisi tersebut telah disampaikan kepada pemerintah desa, pendamping desa, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya tindak lanjut berupa perbaikan maupun langkah antisipasi di lapangan.

 

“Kami sudah melaporkan ke desa, pendamping desa, dan BPBD. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian bantuan untuk perbaikan atau pengamanan lokasi,” ungkapnya.

 

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera mengambil langkah serius, khususnya dalam penanganan TPT (Tembok Penahan Tanah) di sekitar Situ Cidahu guna mencegah potensi longsor dan dampak yang lebih luas. Perbaikan infrastruktur penahan tanah serta penguatan struktur di sekitar lokasi dinilai mendesak dilakukan demi menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Baca Juga :  Sekjen PDI Perjuangan Ingatkan Pemkab Garut: Hindari Penempatan Jabatan Berdasarkan Selera dalam Reformasi Birokrasi

 

Masyarakat juga mendesak agar BPBD Kabupaten Garut segera melakukan kajian teknis dan langkah mitigasi darurat untuk mencegah amblesan susulan. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut diminta menjadikan penanganan TPT Situ Cidahu sebagai program prioritas pembangunan.

 

“Kami berharap ada solusi konkret dan tindakan cepat. Sekarang ini warga Kampung Cidahu merasa berada dalam ancaman. Jangan sampai menunggu terjadi korban dulu baru ada penanganan,” tegas seorang warga.

 

Memasuki bulan suci Ramadan, warga setempat juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar wilayah mereka senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari musibah.

 

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Kampung Cidahu masih menanti kepastian langkah dari pihak terkait. Warga berharap pemerintah daerah segera hadir memberikan solusi nyata sebelum kondisi semakin memburuk dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. (Hilman)

Berita Terkait

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah
Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan
Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan
Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam
Berita ini 267 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:27 WIB

Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB