Nusaharianmedia.com – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi seorang lansia korban kebakaran, Mak Isah, di Kampung Wangun Jaya, RT 03 RW 10, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (10/03/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah mengalami musibah kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Peristiwa tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang dengan cepat melalap bangunan rumah milik Mak Isah hingga hangus tak tersisa beserta seluruh harta benda di dalamnya.
Akibat kejadian itu, Mak Isah yang merupakan seorang lansia dan janda tua kini harus menumpang sementara di rumah kerabatnya. Kondisi tersebut memantik perhatian berbagai pihak, termasuk wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan yang datang langsung melihat kondisi korban.
Dalam kunjungannya, Yudha didampingi jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cilawu. Ia datang untuk memastikan kondisi Mak Isah sekaligus memberikan dukungan moral serta mendorong upaya bantuan yang dapat segera direalisasikan.
“Hari ini saya bersama rekan-rekan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cilawu.
Harapan saya Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari Dinas Perumahan dan Permukiman, dari CSR berbagai badan usaha, termasuk lembaga pengumpul dana umat seperti Badan Amil Zakat Nasional.
Karena Mak Isah ini seorang lansia dan janda tua, tentunya membutuhkan perhatian semua pihak,” ujar Yudha usai mengunjungi Mak Isah.
Selain itu, Yudha juga meminta kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar segera berkoordinasi dengan Sentra Terpadu Pangudi Luhur untuk melakukan asesmen terhadap kondisi Mak Isah. Hal tersebut diharapkan dapat membuka peluang bantuan Rumah Sejahtera Terpadu dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Menurutnya, bantuan tersebut dapat menjadi solusi bagi Mak Isah agar kembali memiliki tempat tinggal yang layak setelah rumahnya habis dilalap api.
Ia juga mendorong pemerintah desa dan kecamatan setempat agar segera menyusun proposal pengajuan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Garut, Baznas, berbagai badan usaha melalui program CSR, hingga kepada Kementerian Sosial.
“Harapan saya pemerintah desa dan pemerintah kecamatan bisa membuat proposal yang ditujukan ke Pemkab Garut, Baznas maupun berbagai badan usaha, termasuk proposal ke Kementerian Sosial untuk pengajuan bantuan rumah sejahtera terpadu bagi Mak Isah,” katanya.
Yudha menambahkan, saat ini Mak Isah tinggal sementara di rumah anaknya, Anto, yang juga terdampak kebakaran tersebut.
“Mak Isah ini suaminya sudah meninggal dan sementara tinggal di rumah anaknya, Pak Anto, yang rumahnya juga terdampak kebakaran. Semoga Pemkab Garut bisa gerak cepat membantu warganya yang terkena musibah. Apalagi Mak Isah seorang lansia dan janda tua yang membutuhkan perhatian kita semua,” pungkasnya. (**)









