Nusaharianmedia.com 25 April 2026 – Gelombang penolakan terhadap rencana pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut kian menguat. Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) yang tergabung dalam Forum Persatuan PAC PPP Kabupaten Garut secara tegas menyatakan sikap menolak lokasi pelaksanaan Muscab yang direncanakan digelar di Pesantren Zawiyah.
Penolakan tersebut mencuat ke ruang publik melalui berbagai bentuk, salah satunya penyebaran poster bertuliskan “Menolak Pelaksanaan Muscab 10 di Pesantren Zawiyah – Tidak Netral!”. Poster ini dinilai merepresentasikan keresahan kader di tingkat akar rumput yang mempertanyakan objektivitas pemilihan lokasi kegiatan.
Forum PAC menilai bahwa penggunaan lingkungan pesantren sebagai lokasi Muscab berpotensi menimbulkan persepsi keberpihakan. Mereka khawatir, jika lokasi tersebut memiliki kedekatan dengan salah satu kandidat ketua, maka hal itu dapat mencederai prinsip netralitas dan keadilan dalam proses demokrasi internal partai.
“Ini bukan soal menolak pesantren sebagai tempat, tetapi bagaimana memastikan Muscab berjalan netral dan adil bagi semua kandidat. Jangan sampai ada kesan keberpihakan yang bisa memicu konflik internal,” ujar salah satu perwakilan PAC.
Selain isu netralitas, Forum PAC juga menyoroti pentingnya menjaga marwah dan soliditas partai. Mereka menilai polemik ini seharusnya dapat dihindari sejak awal melalui komunikasi dan musyawarah yang lebih terbuka antara panitia pelaksana dan seluruh pemangku kepentingan di internal partai.
Forum tersebut mendesak panitia Muscab dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Garut untuk segera mengevaluasi dan mempertimbangkan ulang lokasi pelaksanaan. Langkah ini dinilai penting guna menjaga kepercayaan kader sekaligus memastikan Muscab berjalan kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia Muscab maupun pengurus DPC PPP Kabupaten Garut terkait polemik tersebut. Namun, dinamika yang berkembang menunjukkan bahwa persoalan lokasi telah menjadi isu sensitif yang berpotensi memengaruhi jalannya agenda penting partai.
Jika tidak segera ditangani dengan bijak, polemik ini dikhawatirkan akan berdampak pada soliditas internal PPP di Kabupaten Garut, menjelang Muscab yang seharusnya menjadi momentum konsolidasi dan penguatan organisasi.
Penulis : Hilman
Editor : Tim nusaharianmedia









