* Reses DPRD Jangan Cuma Formalitas, Rakyat Menanti Bukti Kerja” Datang Saat Reses, Hilang Saat Aspirasi Ditagih.

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com — Kegiatan reses yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sejatinya menjadi momentum penting bagi para wakil rakyat untuk turun langsung menemui masyarakat. Reses tidak semestinya hanya menjadi agenda formal yang diisi dengan pertemuan seremonial, pengumpulan massa, atau sekadar dokumentasi untuk kebutuhan publikasi.

Aktivis muda Surya Asgar Nusantara menilai, kegiatan reses harus dimanfaatkan sebagai sarana nyata untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga di daerah.

Menurut Surya, masyarakat saat ini menunggu kejelasan serta bukti konkret dari hasil reses yang dilakukan para anggota DPRD. Ia menegaskan, kegiatan tersebut seharusnya tidak berhenti pada pertemuan tatap muka semata, melainkan menghasilkan langkah nyata yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat sekarang semakin kritis. Mereka tidak lagi hanya melihat seberapa sering anggota dewan datang ke daerah pemilihan, tetapi sejauh mana aspirasi yang disampaikan benar-benar diperjuangkan dan direalisasikan dalam bentuk program pembangunan maupun kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Surya.

Ia menambahkan, reses jangan dijadikan ajang mengumpulkan massa atau sekadar memenuhi kewajiban formal tahunan sebagai anggota dewan. Menurutnya, masyarakat berharap ada penyelesaian nyata atas persoalan yang mereka sampaikan, mulai dari masalah ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Tim Patroli Polres Garut Kembali Razia Ratusan Botol Miras

“Reses jangan hanya dijadikan agenda formalitas. Rakyat berharap ada solusi nyata dari berbagai persoalan yang mereka sampaikan. Jangan hanya menjadi tempat seremonial atau sekadar kepentingan kelompok tertentu, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata kepada masyarakat,” katanya.

Surya menilai, selama ini masih banyak masyarakat yang merasa aspirasi mereka hanya dicatat tanpa tindak lanjut yang jelas. Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa kegiatan reses hanya menjadi formalitas administratif, tanpa memberikan dampak signifikan bagi warga.

Sebagai anggota DPRD memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat yang telah memberikan amanah melalui proses demokrasi. Aspirasi yang disampaikan saat reses, menurutnya, harus menjadi bahan utama dalam penyusunan program pembangunan daerah maupun pembahasan kebijakan di lembaga legislatif.

“Ketika masyarakat menyampaikan keluhan tentang jalan rusak, kesulitan ekonomi, bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, atau persoalan lainnya, semua itu harus diperjuangkan. Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan objek pertemuan tanpa ada perubahan nyata setelahnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Kesempatan Karier : Rekrutmen Wartawan dan Wartawati Daerah untuk Posisi Kepala Perwakilan (Kaperwil) dan Kepala Biro (Kabiro) di Seluruh Indonesia

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif mengawal dan mengawasi kinerja para wakil rakyat. Partisipasi publik dinilai penting agar proses pembangunan berjalan transparan dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menurut Surya, reses seharusnya menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama.

Surya berharap ke depan kegiatan reses benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh para anggota DPRD untuk memahami kondisi riil masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi berangkat dari kebutuhan nyata warga.

“Rakyat tidak membutuhkan janji atau sekadar pertemuan seremonial. Yang mereka butuhkan adalah bukti nyata bahwa kehadiran wakil rakyat mampu membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan, reses harus dipandang sebagai sarana penting untuk menghadirkan perubahan, bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan tersebut harus menjadi bukti bahwa para wakil rakyat benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat yang mereka wakili. (Wn)

Penulis : Wan

Berita Terkait

PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi
Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya
Anniversary ke-33 XTC Indonesia Garut Jadi Titik Awal Penguatan Organisasi dan Kepedulian Sosial
“Anniversary ke-33 XTC Indonesia Garut Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi, dan Kontribusi Sosial”
KNPI Garut Dorong Revitalisasi Hutan Kota Kerkop, Siapkan Program Lingkungan di 42 Kecamatan
Silaturahmi MW KAHMI Jawa Barat, MD KAHMI Garut Nyatakan Dukungan ke Suprih Rozikin, SH., MH
Aksi Sosial Warnai Harlah KNPI ke-53, Agil Syahrizal: Kolaborasi Wujud Nyata Pemuda Peduli dan Berdampak
Komisi IV DPRD Garut Soroti KUA-PPAS Disdik 2027, Yudha Puja Turnawan Desak Kesejahteraan PPPK dan Percepatan Penugasan 398 Kepala Sekolah
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:52 WIB

PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut: Jangan Biarkan Tramadol Merusak Generasi Muda, Aparat Harus Bertindak Tanpa Kompromi

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:41 WIB

Tak Ada Kompromi! DPD BARKIN Desak Pemkab Garut Tindak Tegas Peredaran Tramadol dan Usut Tuntas Dugaan Pelindung di Baliknya

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:38 WIB

Anniversary ke-33 XTC Indonesia Garut Jadi Titik Awal Penguatan Organisasi dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:23 WIB

“Anniversary ke-33 XTC Indonesia Garut Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi, dan Kontribusi Sosial”

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:49 WIB

KNPI Garut Dorong Revitalisasi Hutan Kota Kerkop, Siapkan Program Lingkungan di 42 Kecamatan

Berita Terbaru