Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026 di kawasan Irigasi Talangseng, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (6/6/2026).

 

Mengusung tema “Satu Bumi, Satu Tindakan, Satu Warisan untuk Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui perpaduan seni budaya, edukasi, dan aksi nyata pelestarian alam.

 

Beragam pertunjukan seni budaya Nusantara ditampilkan sebagai simbol harmoni antara manusia dan lingkungan. Mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga demonstrasi pencak silat yang sarat pesan tentang pentingnya menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi mendatang.

 

Tidak hanya bersifat seremonial, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif seperti Fun Game Lingkungan, Eco Edu Camp, penanaman pohon, penebaran benih ikan, serta sejumlah aksi nyata pelestarian lingkungan. Visualisasi dan proyeksi alam turut ditampilkan untuk menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

 

“Di Garut ini memang belum optimal. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah edukasi melalui anak-anak. Persoalan sampah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut pola dan kesadaran masyarakat,” ujarnya.

 

Menurut Jujun, Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan jam pembuangan sampah mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB. Namun, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan tersebut masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Kades Sukabakti Salurkan Bantuan Rutilahu: Wujud Kepedulian Sosial Lewat Gotong Royong

 

“Kami berharap masyarakat dapat mematuhi jam buang sampah yang sudah ditetapkan. Hal sederhana seperti ini akan memberikan kenyamanan dan membantu proses pengelolaan sampah menjadi lebih baik,” katanya.

 

Untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), DLH Garut terus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pembangunan dan fasilitasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di sejumlah desa.

 

Program tersebut mendapat dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati Garut sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Meski demikian, Jujun mengakui keberhasilan TPS3R sangat bergantung pada keterlibatan aktif warga.

 

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Ada beberapa TPS3R yang tidak berjalan karena persoalan biaya operasional. Karena itu, pengelolaan sampah dari sumber menjadi sangat penting dan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” jelasnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun bahan biopori, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat didaur ulang atau dijual kembali.

 

Menurutnya, apabila sebagian besar sampah organik dapat diolah di lingkungan masing-masing, maka beban TPA akan berkurang secara signifikan sehingga usia layanan TPA dapat lebih panjang.

 

Menanggapi berbagai kritik masyarakat terkait kondisi persampahan di Garut, Jujun menegaskan pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik konstruktif sebagai bahan evaluasi.

 

“Kami mengakui masih banyak kekurangan dan kami terbuka terhadap kritik. Yang paling penting saat ini adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat. Persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Baca Juga :  “Arogan dan Tidak Etis” — Rudy Gunawan Kritik Keras Langkah Pemkab di Polemik Teras Cimanuk

 

Selain isu persampahan, DLH Garut juga menekankan pentingnya menjaga sumber daya air dan kelestarian ekosistem. Menurut Jujun, air merupakan sumber utama kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.

 

“Air adalah sumber utama kehidupan. Ketika ekosistem terganggu dan sumber air rusak, maka dampaknya akan sangat besar terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Karena itu, menjaga ekosistem menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

 

Terkait berbagai persoalan lingkungan seperti aktivitas pertambangan maupun pelanggaran lingkungan lainnya, Jujun menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan konsisten.

 

“Penegakan hukum harus dilakukan secara masif terhadap semua bentuk pelanggaran lingkungan. Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing agar lingkungan tetap terjaga,” ungkapnya.

 

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Garut berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat terus meningkat. Pelibatan anak-anak dalam berbagai kegiatan lingkungan juga dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

 

“Anak-anak adalah investasi masa depan. Melalui edukasi lingkungan seperti ini, kami berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa pesan menjaga lingkungan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” pungkas Jujun.

 

Dengan semangat “Bersama Kita Rayakan Kehidupan, Bersama Kita Jaga Bumi”, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Garut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, pegiat lingkungan, dan pelaku seni budaya dalam mewujudkan lingkungan yang lebih lestari bagi generasi mendatang. (Hilman)

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi nusharianmedia

Berita Terkait

Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan
Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan
Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam
SMPN 4 Cilawu Wakili Kecamatan dalam Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut
PRESIDEN PRABOWO COPOT DADAN HINDAYANA DARI BGN, NANIK SUDARYATI DEYANG DITUNJUK PIMPIN PROGRAM MBG NASIONAL
Komisi II DPRD Garut Terima Audiensi LIBAS, Absennya Bupati Garut Picu Sorotan atas Dugaan Kebocoran PAD Galian C dan Persoalan Lingkungan
Bupati Garut Tak Pernah Hadiri Audiensi Lingkungan, LIBAS Walk Out dan Kecam Sikap Pemkab: Dugaan Pembiaran Kebocoran PAD dari Sektor Galian C Jadi Sorotan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:19 WIB

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:08 WIB

Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:01 WIB

SMPN 4 Cilawu Wakili Kecamatan dalam Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut

Berita Terbaru