Nusaharianmedia.com – Garut, 30 Juli 2026 Viralitas kawasan persawahan Sempur, Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, terus menyita perhatian berbagai kalangan. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan dipadati wisatawan, kawasan tersebut kini mendapat kunjungan dari IBu Persit Kartika Chandra Kirana Korem 062/Tarumanagara, Persit Kodim 0611/Garut, hingga jajaran Persit Koramil yang ingin melihat langsung potensi alam yang tengah menjadi perbincangan publik.
Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi, AP., S.E., menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap kawasan tersebut. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa Sawah Sempur memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata berbasis pertanian masyarakat.
“Alhamdulillah, dampak dari viralnya kawasan ini sangat luar biasa. Tidak hanya masyarakat umum yang datang, tetapi juga ibu-ibu Persit Korem, Kodim, hingga Koramil hadir untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Mereka merasa nyaman, menikmati suasana, bahkan berharap dapat kembali berkunjung,” ujar Ahmad Mawardi.
Ia menilai meningkatnya jumlah kunjungan menjadi motivasi bagi pemerintah kecamatan bersama masyarakat untuk terus menata kawasan tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai lahan pertanian produktif.
Meski demikian, Ahmad Mawardi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan infrastruktur. Meningkatnya jumlah pengunjung menyebabkan kepadatan arus lalu lintas yang pada waktu tertentu mengganggu aktivitas warga sekitar.
“Kami memahami ada masyarakat yang menikmati keindahan sawah ini, tetapi ada juga yang merasa terganggu karena kemacetan. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Mudah-mudahan kondisi ini menjadi anugerah yang dapat mendorong lahirnya pemikiran bersama dalam mengembangkan potensi lokal secara lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan tidak boleh mengorbankan aktivitas petani. Keseimbangan antara sektor pertanian dan pariwisata harus tetap dijaga agar petani dapat terus berproduksi dan memperoleh penghasilan sebagaimana mestinya.
” Kecamatan Tarogong Kidul, akan terus mendorong kolaborasi berbagai pihak dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama pengembangan kawasan.
“Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama. Kami mendorong warga agar siap menerima tamu dengan ramah, memberikan pelayanan yang baik, namun tetap tidak mengganggu aktivitas pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka,” ujarnya.
Terkait akses menuju lokasi, Ahmad Mawardi menjelaskan bahwa jalan menuju kawasan Sawah Sempur merupakan jalan kabupaten. Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat meningkatkan kualitas infrastruktur melalui pelebaran jalan serta penataan akses menuju kawasan wisata.
“Kami berharap akses jalan ini bisa diperbaiki dan diperlebar. Bahkan ada masukan dari komunitas pengunjung asal Bandung agar tersedia jalur khusus pejalan kaki maupun lintasan jogging, karena suasana alam dan kualitas udara di kawasan ini sangat mendukung untuk aktivitas tersebut,” jelasnya.
Selain peningkatan akses jalan, pemerintah kecamatan juga tengah menyiapkan langkah-langkah penataan kawasan, termasuk mengurus perizinan perubahan fungsi sebagian kecil lahan untuk dijadikan area parkir. Langkah tersebut dilakukan agar kendaraan pengunjung tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas pertanian.
Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan juga telah menyusun strategi pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan generasi muda agar dapat memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan ialah penyediaan tempat makan sederhana atau lesehan yang dikelola masyarakat bersama para petani.
Ahmad Mawardi juga menjelaskan bahwa nama Sawah Sempur bukan muncul karena viral di media sosial, melainkan berasal dari nama blok wilayah setempat yang telah dikenal sejak lama.
“Nama Sempur ini bukan dibuat karena viral. Sempur merupakan nama blok tanah di wilayah ini, sebagaimana ada Blok Nagrog dan Blok Parasman. Bahkan makam tertua di wilayah kami juga berada di kawasan Sempur,” terangnya.
Ia menambahkan, tradisi pertanian di kawasan tersebut, termasuk budidaya ikan di sela-sela persawahan, telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut melalui para penyuluh pertanian selama ini juga rutin melakukan pembinaan terhadap kelompok tani. Di Desa Sukabakti sendiri terdapat lima kelompok tani yang secara berkala mendapatkan pendampingan guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Kecamatan Tarogong Kidul berharap Sawah Sempur dapat berkembang menjadi destinasi agrowisata berbasis pertanian masyarakat yang mampu meningkatkan perekonomian warga tanpa mengurangi fungsi lahan pertanian produktif maupun menghilangkan budaya bertani yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Wn)
Penulis : Wn
Editor : Wn








