Nusaharianmedia.com 19 Agustus 2026 – Gelombang protes terhadap kondisi infrastruktur kembali menguat di Kabupaten Garut. Ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy (GEMA BSP) dilaporkan akan menggelar aksi besar-besaran dengan mendatangi Gedung DPRD Garut dan Kantor Bupati Garut.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, sebagai bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan penghubung wilayah selatan Garut yang hingga kini dinilai belum mendapatkan perhatian serius.
Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat. Jalur tersebut menjadi penopang mobilitas warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan.
Namun, kondisi jalan yang disebut mengalami kerusakan parah dan berlangsung cukup lama membuat keresahan masyarakat semakin meningkat. Warga menilai kondisi tersebut telah memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya masyarakat, aksi tersebut juga disebut melibatkan pelaku usaha transportasi. Bahkan, ratusan armada angkutan umum jenis elf dikabarkan akan ikut menyuarakan solidaritas dengan menghentikan operasional sementara sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan perbaikan infrastruktur.
Koordinator GEMA BSP menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu kepastian mengenai perbaikan jalan.
Masyarakat, kata dia, membutuhkan kejelasan dan langkah konkret dari pemerintah daerah, bukan sekadar janji. Infrastruktur jalan dinilai merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kekecewaan semakin mencuat karena ruas jalan yang mengalami kerusakan berat tersebut dikabarkan tidak masuk dalam daftar prioritas perbaikan infrastruktur pada tahun anggaran 2026.
Kondisi itu dinilai memperlihatkan masih adanya persoalan dalam pemerataan pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Garut.
Kerusakan jalan juga disebut berdampak terhadap meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang. Selain menghambat mobilitas, kondisi jalan yang buruk dinilai berpotensi meningkatkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan.
Dampak lainnya dirasakan oleh sektor ekonomi. Distribusi hasil pertanian dan berbagai komoditas masyarakat menjadi lebih sulit ketika akses transportasi tidak dalam kondisi baik.
Persoalan tersebut juga telah menjadi bagian dari dinamika politik di tingkat daerah. Sejumlah anggota DPRD Garut sebelumnya disebut telah menyoroti persoalan infrastruktur dalam rapat paripurna, bahkan sempat terjadi aksi walk out sebagai bentuk protes terhadap kebijakan anggaran yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Dalam aksi yang akan digelar, massa GEMA BSP diperkirakan datang dari tiga wilayah, yakni Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy.
Selain menuntut perbaikan jalan secara menyeluruh, masyarakat juga mendorong adanya evaluasi terhadap kebijakan anggaran daerah, terutama menyangkut pemerataan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Kabupaten Garut.
Massa berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat persoalan tersebut sebagai tuntutan sesaat, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan pembenahan terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur.
Aksi GEMA BSP diperkirakan menjadi salah satu aksi penyampaian aspirasi masyarakat selatan Garut yang mendapat perhatian luas. Aparat keamanan diharapkan dapat mengawal jalannya aksi agar berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Garut belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana aksi tersebut maupun langkah konkret yang akan dilakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat.
Aksi GEMA BSP nantinya menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam merespons aspirasi publik sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan.
Bagi masyarakat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy, persoalan jalan bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan menyangkut akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta keselamatan warga.
Kini, masyarakat menunggu satu hal utama: langkah nyata pemerintah untuk berbenah dan menghadirkan pembangunan yang lebih merata bagi seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Penulis : El
Editor : Redaksi nusharianmedia









