Cilawu Menyala: Pesta Seni Lintas Generasi dan Kebangkitan Budaya Lokal dalam Silaturahmi Akbar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Sebuah transformasi luar biasa terjadi di Lapangan Kecamatan Cilawu selama empat hari empat malam. Forum Silaturahmi Seniman Cilawu (FSSC) menghadirkan perhelatan spektakuler bertajuk Silaturahmi Akbar Seniman Cilawu, sebuah kegiatan yang tak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga wadah kolaborasi budaya dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Dipimpin oleh H. Otang Rustandi, tokoh yang dikenal konsisten dalam membina ekosistem seni dan budaya di wilayah Garut Timur, kegiatan ini menjadi titik temu berbagai elemen seniman lintas genre, generasi, dan komunitas.

Bukan hanya ajang unjuk bakat, acara ini menjelma sebagai momentum konsolidasi sosial berbasis seni dan budaya yang mempertemukan seni buhun, seni modern, hingga aliran musik underground dalam satu bingkai harmoni.

Seni Bertemu dengan Tradisi dan Inovasi

Pagelaran ini menyuguhkan pertunjukan yang memikat hati. Seni buhun sebagai warisan budaya leluhur, tampil bersanding dengan performa modern seperti tari kreasi, seni pertunjukan teater, hingga musik underground yang biasanya sulit mendapat tempat di panggung arus utama. Ini menunjukkan bahwa Cilawu bukan hanya terbuka, tetapi juga siap menjadi rumah besar bagi semua ekspresi budaya.

“Ini bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap sekat-sekat yang selama ini membatasi ruang ekspresi para seniman. Cilawu harus menjadi contoh bahwa seni bisa menyatukan, bukan memisahkan,” ungkap H.Otang Rustandi dalam sambutannya.Senin malam, (21/04/2025).

Dangdut Tetap di Hati Rakyat

Sebanyak 24 penyanyi lokal turut meramaikan suasana lewat lagu-lagu dangdut yang familiar di telinga masyarakat. Irama yang menggoda dan lantunan yang penuh semangat menjadi hiburan tersendiri, sekaligus menjadi bukti bahwa seni hiburan rakyat tetap memiliki tempat istimewa di hati warga.

Di saat yang sama, atraksi dari berbagai paguron pencak silat menampilkan kekuatan tradisi Sunda yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam gerakan silat yang penuh makna, terselip pesan tentang disiplin, hormat, dan pelestarian budaya.

Sinergi Lintas Stakeholder

Acara besar ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Ketua Penyelenggara, Pak Ugung Rustiadi, bersama jajaran panitia berhasil menggandeng berbagai pihak mulai dari Camat Cilawu Bapak Anas, unsur Forkopimcam, Polsek, Danramil, RT/RW, hingga tokoh masyarakat dan pelaku seni.

Baca Juga :  Momentum Ramadhan : Liceu Jhon VTC Berbagi dan Persiapan Konser Akbar


Sementara dengan adanya kehadiran perwakilan Dewan Kesenian Garut (DKG), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, serta tamu-tamu kehormatan dari pemerintah kabupaten menjadi bukti bahwa kegiatan ini diakui sebagai salah satu tonggak penting dalam pengembangan seni daerah.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni. Ini adalah contoh ideal bagaimana sebuah wilayah bisa bangkit lewat kekuatan budayanya,” ujar salah satu pejabat dari Disparbud Garut.

Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Lebih dari sekadar panggung pertunjukan, Silaturahmi Akbar ini juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bazar rakyat yang digelar bersamaan dengan pentas seni menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Puluhan stand kuliner, kerajinan tangan, dan produk lokal tampil sebagai etalase potensi ekonomi kreatif yang tumbuh dari akar budaya.

UMKM dari berbagai desa di Kecamatan Cilawu dilibatkan secara aktif. Mereka menjajakan aneka makanan khas, produk kerajinan bambu, batik lokal, hingga hasil pertanian yang dikemas secara menarik.

Di sisi lain, ini memberi ruang aktualisasi bagi para pelaku ekonomi kecil untuk berkembang sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal pada pengunjung yang hadir dari luar wilayah.

Langkah Menuju Kemandirian Sosial dan Budaya

Silaturahmi Akbar Seniman Cilawu tahun ini bukan sekadar ajang hura-hura atau seremoni tahunan belaka. Lebih dari itu, ini adalah panggung kesadaran kolektif bahwa seni dan budaya bukan hanya alat ekspresi, tetapi juga instrumen pembangunan sosial dan ekonomi.

Cilawu menunjukkan bahwa dari sebuah panggung kecil, mimpi besar bisa ditanamkan, yakni menuju kemandirian sosial dan budaya yang berkelanjutan. Dengan menghidupkan ekosistem seni lokal dan memperkuat peran masyarakat dalam pelestarian budaya, kecamatan ini perlahan membangun peradabannya sendiri.

“Kalau seni dan budaya kita hidup, maka peradaban kita juga hidup. Kita tak lagi hanya jadi penonton, tapi juga pelaku sejarah di kampung sendiri,” tegas Haji Otang, menutup acara dengan penuh semangat.

Pagelaran telah usai, namun gema semangatnya masih terasa. Cilawu tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga menyuarakan harapan. Harapan bahwa dari desa, sebuah kebangkitan bisa dimulai. (Eldy)

Berita Terkait

Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Market Garut City Masuk Ranah Hukum, FMJK Laporkan PUPR Garut ke Kejaksaan, Perencanaan hingga Pelaksanaan Dipertanyakan
Tiang PLN di Tanah Warga, Pemindahan Diminta Rp5 Juta: LIBAS Desak PLN Tunjukkan Legalitas dan Dasar Tarif
Kepala Sekolah Definitif Minim, Disdik Garut Didesak Bertindak: Transparansi Mekanisme Seleksi dan Peran Pengawas Dipertanyakan
Ada Indikasi Benturan Perda? Ketua Pansus Raperda PKL Garut Desak SKPD Buka Dasar Hukum Pembangunan Pasar Baru
Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, BRI Ciamis Salurkan Green House Hidroponik ke KWT Sedap Malam
Tiang Provider Berdiri di Ruang Publik Garut, Pemkab Didesak Ungkap Status Pemanfaatan Aset dan Kontribusinya
Berita ini 250 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:46 WIB

Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus

Jumat, 18 September 2026 - 14:32 WIB

Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang

Rabu, 16 September 2026 - 20:18 WIB

Market Garut City Masuk Ranah Hukum, FMJK Laporkan PUPR Garut ke Kejaksaan, Perencanaan hingga Pelaksanaan Dipertanyakan

Rabu, 16 September 2026 - 13:17 WIB

Tiang PLN di Tanah Warga, Pemindahan Diminta Rp5 Juta: LIBAS Desak PLN Tunjukkan Legalitas dan Dasar Tarif

Selasa, 15 September 2026 - 12:32 WIB

Kepala Sekolah Definitif Minim, Disdik Garut Didesak Bertindak: Transparansi Mekanisme Seleksi dan Peran Pengawas Dipertanyakan

Berita Terbaru