Sukabakti Kembangkan Ekosistem Pangan Mandiri, BUMDes SKB Mandiri jadi Motor Penggerak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 28 April 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Nusaharianmedia.com – Menyikapi tantangan ketahanan pangan nasional, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, mengambil langkah progresif. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) SKB Mandiri, Pemdes Sukabakti mulai membangun ekosistem pertanian terpadu berbasis pengelolaan gabah lokal, sebuah upaya strategis untuk memperkuat fondasi kemandirian pangan desa.

Kepala Desa Sukabakti, Wawan Gunawan, mengungkapkan, langkah ini berawal dari keprihatinan terhadap nasib petani kecil yang selama ini hanya menjadi pemasok bahan baku tanpa menikmati nilai tambah yang layak.

“Kami ingin petani Sukabakti tidak lagi berada di posisi terlemah dalam rantai pasok pangan. Kini saatnya mereka menjadi pelaku utama dari hulu ke hilir: mengelola gabahnya sendiri, mengolah berasnya sendiri, dan mendistribusikannya sendiri,” tegas Wawan, saat ditemui di kantor desa, Senin (28/04/2025).

BUMDes SKB Mandiri: Memutus Mata Rantai Tengkulak

BUMDes SKB Mandiri kini mengemban mandat khusus dalam pengelolaan pascapanen. Penjemuran gabah, penggilingan padi, hingga pemasaran beras akan ditangani langsung oleh unit usaha desa ini. Dengan demikian, margin keuntungan yang selama ini dinikmati tengkulak, kini kembali ke petani dan desa.

Selama ini, petani Sukabakti menjual gabah basah dengan harga rendah ke tengkulak, hanya untuk melihat beras hasil olahan mereka dijual mahal di pasaran. Dengan pengelolaan internal, diharapkan pendapatan petani naik signifikan, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes).

Namun, Wawan tidak menutup mata bahwa proses ini penuh tantangan, mulai dari membangun fasilitas pendukung hingga mengubah pola pikir petani yang terbiasa menjual cepat hasil panennya.

“Perlu edukasi dan pendampingan. Kita ingin para petani percaya bahwa dengan mengelola hasil panen secara sabar dan terencana, keuntungan mereka akan lebih besar,” ujarnya.

Gandeng PT. Mandraguna Pusaka Indonesia, Menuju Pertanian Organik

Tak hanya fokus pada pengelolaan gabah, Pemdes Sukabakti juga mengusung visi pertanian berkelanjutan berbasis organik. Untuk mewujudkannya, kerja sama dilakukan dengan PT. Mandraguna Pusaka Indonesia produsen pupuk organik terkemuka.

Kolaborasi ini bertujuan memperkenalkan penggunaan pupuk organik sebagai alternatif ramah lingkungan, memperbaiki kualitas tanah, dan meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

“Pertanian organik adalah masa depan kita. Dengan tanah yang sehat, produk pertanian akan lebih berkualitas, aman dikonsumsi, dan bernilai jual tinggi,” papar Wawan.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat transformasi pertanian di Sukabakti, tetapi juga membuka akses ke pasar beras organik.

Sosialisasi dan Pelatihan: Fondasi Transformasi

Dalam waktu dekat, BUMDes SKB Mandiri akan mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok-kelompok tani, mencakup pengelolaan gabah terpadu dan praktik pertanian organik. Selain itu, desa akan melengkapi fasilitas pascapanen dengan mesin modern, sebagian besar dibiayai dari dana desa dan partisipasi warga.

“Kami ingin semua petani terlibat. Ini adalah upaya kolektif untuk masa depan desa kita,” kata Wawan menegaskan.

Membangun Inspirasi Desa Mandiri Pangan

Dengan langkah-langkah nyata ini, Pemdes Sukabakti berharap bisa menjadi model desa mandiri pangan, tak hanya di Garut, tapi juga secara nasional. Membangun ketahanan pangan lokal dinilai menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi desa menghadapi tantangan global.

“Desa yang kuat adalah desa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Kalau pangan aman, ekonomi rakyat akan tumbuh,” pungkas Wawan optimistis.

Dengan kombinasi inovasi, kolaborasi, dan semangat kemandirian, Desa Sukabakti kini menapaki jalan pasti menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (Red)
Baca Juga :  Dibalik Janji Sertifikat Gratis: Diduga Warga Mekarsari Jadi Korban Komersial PTSL Berkedok Pemberdayaan

Berita Terkait

Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital
Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan
Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat
Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan
HMI Cabang Garut Serahkan Dua Policy Brief Strategis kepada Bupati, Soroti BUMD dan TJSLP
Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 
Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Fraksi Gerindra Soroti Kualitas Data hingga Arah Kebijakan
Gelar Pesona Budaya Garut 2026 dalam Perspektif Bahasa, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:16 WIB

Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital

Kamis, 30 April 2026 - 00:04 WIB

Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan

Rabu, 29 April 2026 - 20:06 WIB

Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat

Selasa, 28 April 2026 - 22:05 WIB

Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

HMI Cabang Garut Serahkan Dua Policy Brief Strategis kepada Bupati, Soroti BUMD dan TJSLP

Berita Terbaru