Hijaukan Garut Tak Cukup Menanam: RAGAP dan LIBAS Serukan Tanggung Jawab Bersama Jaga Lingkungan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama ini dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan alam melimpah: gunung, sungai, dan hutan yang membentang dari utara hingga selatan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, wajah alam Garut berubah. Kerusakan lingkungan kian mengkhawatirkan, ditandai dengan meningkatnya bencana longsor, banjir, hingga kekeringan akibat degradasi ekosistem yang terus terjadi.

Kondisi ini memicu keprihatinan banyak pihak, termasuk dari kalangan masyarakat sipil. Salah satu gerakan yang kini tampil ke garis depan adalah Rakyat Peduli Garut (RAGAP), yang menggandeng Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS) dalam sebuah inisiatif besar bertajuk “Garut Hijau Kembali.”

Gerakan ini menargetkan kawasan-kawasan kritis yang telah lama terdampak aktivitas perusakan lingkungan, seperti kawasan hulu Sungai Cimanuk, lereng Gunung Cikuray, hingga daerah rawan longsor dan banjir.

Komitmen Nyata, Bukan Seremoni

Ketua Koordinator RAGAP, Ganda Permana, S.H., menjelaskan bahwa gerakan penghijauan ini tidak lahir dari euforia atau simbolisasi belaka, melainkan sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap situasi lingkungan yang kian terpuruk.

“Kami memulai langkah ini sebagai wujud tanggung jawab sosial terhadap lingkungan yang makin rusak. Namun, yang paling penting dari semua ini adalah komitmen kita bersama untuk tidak mengulang kerusakan. Setelah kami hijaukan, kami minta dengan tegas: jangan rusak kembali lingkungan kami,” ujar Ganda dalam pernyataannya kepada awak media pada Kamis (01/05/2025).

Ia menekankan bahwa perusakan vegetasi, alih fungsi lahan tanpa kajian lingkungan, serta aktivitas pertanian dan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan telah menyebabkan kerentanan ekologis di berbagai titik di Garut.

Ganda juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga warga biasa. “Ini bukan soal siapa yang memulai, tapi siapa yang mau menjaga. Lingkungan adalah warisan untuk generasi kita berikutnya. Jika sekarang kita tanam, maka esok harus kita rawat bersama-sama.”

Tidak Cukup Menanam, Harus Menjaga

Senada dengan itu, Ketua Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS), Tedi Sutardi, yang dikenal konsisten menjaga kawasan Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Cimanuk, menegaskan bahwa penghijauan tidak akan bermakna tanpa komitmen menjaga hasilnya.

“Kami bisa tanam ribuan pohon, bisa tanam kembali hutan-hutan yang gundul, tapi kalau setelah itu tidak dijaga, maka semua akan sia-sia. Kami ingin gerakan ini menjadi kesadaran kolektif. Setelah kami hijaukan, jangan rusak kembali lingkungan kami. Dengan kolaborasi dan satu hati, mari kita lestarikan alam,” ucap Tedi dengan tegas.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab aktivis atau kelompok pemerhati lingkungan, tetapi kewajiban bersama sebagai warga yang hidup dan bergantung pada alam Garut.

Edukasi dan Aksi Berkelanjutan

Tak hanya fokus pada penanaman, RAGAP dan LIBAS juga menyiapkan rangkaian program lanjutan berupa edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar, pelatihan pertanian ramah lingkungan, dan pembentukan tim pengawas partisipatif di area-area konservasi. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Program ini juga menggandeng elemen-elemen pendidikan dan pemuda melalui gerakan “Satu Orang Satu Pohon,” di mana pelajar hingga kelompok pemuda diajak untuk menanam sekaligus bertanggung jawab terhadap satu pohon yang mereka tanam.

Ribuan bibit pohon keras seperti mahoni, puspa, damar, hingga albasia telah disiapkan untuk ditanam secara bertahap. Lokasi penanaman diprioritaskan pada wilayah yang secara ekologis paling rawan dan terdampak kerusakan.

Harapan untuk Masa Depan Garut

Di akhir pernyataannya, baik Ganda Permana maupun Tedi Sutardi menegaskan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak bisa disandarkan pada satu-dua kelompok saja. Ini harus menjadi gerakan moral yang ditumbuhkan di seluruh lapisan masyarakat Garut.

“Kami hanya memulai. Tapi menjaga dan merawatnya, itu tugas kita bersama. Jika hari ini kita tanam, maka esok harus kita jaga. Untuk anak cucu kita, untuk Garut yang lebih hijau, lebih lestari,” tutup Tedi dengan harapan besar terhadap masa depan bumi Intan Garut. (Eldy)
Baca Juga :  Kanit Bimas Polsek Cisompet Hadiri Pengajian Rutin Bulanan di Ponpes Nurul Huda Yaspinda

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru