
Nusaharianmedia.com 11/09/2025 — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali menjadi sorotan publik. Program yang sejatinya untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak huni ini, dinilai rawan diselewengkan jika tidak dikawal ketat.
Sejak awal, beredar informasi bahwa sejumlah pengusung dari partai politik ikut menitipkan nama dalam usulan penerima. Kondisi ini dikhawatirkan memicu praktik permainan anggaran di tingkat kepala desa maupun fasilitator lapangan.
Jika benar terjadi, maka masyarakatlah yang berpotensi menjadi korban. Dugaan tersebut semakin menguat dengan adanya indikasi ketidaktransparanan dalam rekrutmen tenaga fasilitator oleh pihak balai perumahan, yang dinilai terkoordinasi untuk mengondisikan program.
Pengamat menilai, tanpa pengawasan serius dari masyarakat sipil maupun aparat terkait, program BSPS yang sejatinya bertujuan mulia bisa saja melenceng dari sasaran dan hanya menjadi komoditas politik semata.
Ke depan, publik berharap agar program perumahan rakyat ini benar-benar dijalankan dengan prinsip tepat sasaran, transparan, dan bebas dari kepentingan politik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan. (Red)









