BPD Desa Tanjungmulya Desak Kejelasan Anggaran, Minta Pencairan Dana Desa Tahap Dua Ditunda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 25/08/2025 – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjungmulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mendesak kejelasan penggunaan anggaran desa sekaligus meminta pencairan Dana Desa (DD) tahap kedua untuk sementara ditangguhkan.

 

Desakan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Komisi I DPRD Garut yang dipimpin H. Iman Ali Rahman. SH, M.Si., dan Fahadz Fauzi. Pertemuan juga dihadiri Dinas Sosial, perwakilan Kecamatan Pakenjeng, ATR/BPN, serta pihak kepolisian. Sejumlah persoalan di Desa Tanjungmulya menjadi sorotan, mulai dari dugaan penganiayaan, program PTSEL, permasalahan PKH, hingga pengelolaan Dana Desa.

 

Baca Juga :  Program BSPS Harus Dikawal Ketat, Indikasi Intervensi Politik Mencuat

Menurut BPD, berbagai masalah di tingkat desa masih belum terselesaikan. Di antaranya penyaluran BLT DD, pengelolaan BUMDes, pembangunan infrastruktur, hingga pembayaran insentif RT/RW yang masih tertunggak.

 

“Insentif RT/RW baru dibayar tiga bulan dari enam bulan yang seharusnya. Sampai sekarang masih ada tunggakan tiga bulan lagi,” ungkap salah seorang anggota BPD.

 

BPD juga menyoroti proyek infrastruktur desa yang dinilai tidak transparan. Berdasarkan informasi kontraktor pelaksana (CV) pembayaran atas pekerjaan yang sudah berjalan belum diterima, meskipun pihak Pemerintah Desa menyatakan sebaliknya.

“Kami mendapat informasi pembangunan sudah 60 persen terealisasi, tapi faktanya pembayaran kepada pihak pelaksana belum jelas. Karena itu, kami minta pencairan tahap kedua dipending dulu sampai semua transparan,” lanjutnya.

Baca Juga :  PAN Tetapkan Tiga Formatur DPD Garut Periode 2025–2030

 

BPD menegaskan sudah berulang kali menggelar rapat internal dan memanggil Kepala Desa untuk klarifikasi, namun belum ada penjelasan yang memadai. Bahkan, pihak kecamatan menyampaikan bahwa rekomendasi pencairan anggaran merupakan kewenangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

 

“Makanya kami minta kepada DPMD, Inspektorat, dan pihak terkait lainnya untuk menunda dulu pencairan tahap dua, sampai masalah ini jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas perwakilan BPD. (Hil)

 

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru