Di Antara Dua Dunia: Ketika Kemiskinan Bertemu Kesenjangan, Kata “Merdeka” Hanya Isapan Jempol Belaka

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 April 2025 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

(Oleh: Pemimpin Redaksi Nusaharianmedia.com Diki Kusdian)

Garut Opini,Nusaharianmedia.com – Setiap tahun kita memperingati kemerdekaan dengan gegap gempita. Bendera merah putih dikibarkan, lagu-lagu perjuangan dinyanyikan, pidato-pidato heroik digemakan. Namun, di tengah euforia itu, mari kita jujur bertanya: apakah benar kita telah merdeka? Atau jangan-jangan, kata merdeka tak lebih dari isapan jempol belaka bagi sebagian besar rakyat negeri ini?

Di satu sisi, kita menyaksikan segelintir orang menikmati segala kemewahan: akses pendidikan terbaik, layanan kesehatan eksklusif, hunian nyaman, dan peluang ekonomi yang terbuka lebar. Di sisi lain, jutaan warga hidup dalam kemiskinan yang nyaris tak berkesudahan. Mereka terpinggirkan bukan karena malas atau bodoh, tapi karena sistem yang tak memberi ruang untuk mereka tumbuh dan bangkit.

Kesenjangan bukan sekadar perbedaan angka dalam grafik ekonomi. Ia adalah realitas pahit yang merampas harapan. Seorang anak di kota mungkin sedang belajar coding sejak usia dini, sementara anak lain di pelosok hanya bisa belajar dengan pencahayaan seadanya, jika pun ada guru yang hadir.

Ketika orang miskin tidak punya suara, tidak punya daya tawar, bahkan tidak punya pilihan, maka kemiskinan bukan lagi masalah ekonomi, tapi bentuk penindasan struktural. Di sinilah kata merdeka terasa hampa. Karena sejatinya, merdeka berarti bebas dari rasa takut, bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, dan bebas dari ketidakadilan.

Pemerintah boleh saja bangga dengan angka pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau indeks digitalisasi. Tapi selagi masih ada warga yang tak tahu besok makan apa, yang tak bisa berobat karena tak mampu bayar, yang harus putus sekolah karena membantu orang tuanya bekerja—maka kemerdekaan itu belum benar-benar utuh.

Kini saatnya berhenti menutupi luka bangsa dengan slogan dan seremoni. Kita butuh lebih dari sekadar pidato. Kita butuh keberpihakan nyata, reformasi kebijakan yang menyentuh akar persoalan, dan keadilan yang tak tebang pilih.

Karena jika terus begini, kata “merdeka” hanya akan menjadi dongeng indah yang tak pernah menyentuh tanah tempat rakyat berdiri. Dan kita, sadar atau tidak, telah membiarkan dua dunia tumbuh di negeri yang konon katanya satu ini.

Baca Juga :  Ketua DPC PERADI Garut, Syam Yousef Djojo,S.H,.M.H: Prihatin atas Banjir di Kampung Sudika,Apresiasi Kepedulian LSM GMBI Distrik Garut dan Presiden RRG

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 43 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru