Di Tengah Krisis Pendidikan, Video Karaoke Diduga ASN Disdik Viral, GMNI Garut Desak Bupati Bertindak Tegas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 16 Januari 2026 – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Garut meminta Bupati Garut untuk tidak tinggal diam menyikapi beredarnya video yang menampilkan sejumlah pihak yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tengah berkaraoke di dalam bus dalam perjalanan menuju Yogyakarta.

 

Perjalanan tersebut diketahui merupakan bagian dari agenda resmi Pembinaan Disiplin Kerja ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Tahun 2026. Namun, aktivitas yang terekam dalam video tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat dan tujuan pembinaan disiplin aparatur, khususnya di sektor pendidikan.

 

GMNI Garut menilai peristiwa ini terjadi di saat kondisi pendidikan di Kabupaten Garut masih berada dalam situasi yang memprihatinkan. Hingga kini, persoalan bangunan sekolah yang rusak bahkan roboh, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta tingginya angka putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan secara tuntas.

Baca Juga :  Syam Yousef Djojo: Bupati Harus Segera Evaluasi Disdik di Tengah Isu Mahar Korwil

 

Sekretaris Jenderal GMNI Garut, Al Rendy Firmansyah, menegaskan bahwa situasi tersebut menuntut keseriusan dan kepekaan penuh dari seluruh pemangku kebijakan, terutama pimpinan daerah.

 

“Di tengah banyaknya sekolah dengan kondisi tidak layak dan masih tingginya angka putus sekolah, publik justru disuguhi tayangan yang mencederai rasa keadilan. Jika benar pelaku dalam video tersebut adalah ASN, maka ini bukan sekadar persoalan etika individu, tetapi persoalan wibawa institusi,” tegas Al Rendy.

 

Menurutnya, pembinaan disiplin kerja ASN seharusnya menjadi momentum evaluasi dan perbaikan perilaku aparatur, bukan justru memperlihatkan praktik yang berpotensi bertolak belakang dengan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme sebagai pelayan publik.

 

GMNI Garut secara khusus meminta Bupati Garut untuk mengambil sikap tegas dan tidak bersikap pasif. Kepala daerah dinilai memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan bahwa agenda pembinaan ASN berjalan substansial dan tidak sekadar seremonial.

Baca Juga :  Ust. Yusuf Musyaffa Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa dan Aliansi Masyarakat Garut

 

“Bupati Garut tidak boleh tinggal diam. Diperlukan langkah konkret berupa klarifikasi terbuka dan evaluasi internal agar persoalan ini tidak menjadi preseden buruk bagi tata kelola pendidikan di daerah,” lanjutnya.

 

GMNI Garut juga menekankan bahwa kepemimpinan baru di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut seharusnya menjadikan tahun 2026 sebagai titik balik pembenahan budaya kerja aparatur pendidikan, terutama di tengah krisis kepercayaan publik terhadap birokrasi pendidikan.

 

Rilis ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa serta dorongan agar Pemerintah Kabupaten Garut lebih fokus menyelesaikan persoalan mendasar pendidikan, mulai dari infrastruktur sekolah hingga pencegahan putus sekolah, dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan keteladanan aparatur. (Red)

Berita Terkait

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah
Forum Lintas OPD Bahas Optimalisasi Aset, Bapenda Garut Tekankan Aset Daerah Harus Bernilai Ekonomi dan Berdampak bagi Masyarakat
Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel
Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah
Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan
Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Dadan Wandiansyah Dukung Instruksi Partai, Fokus Perjuangkan Program Kerakyatan
Garut Bersiap Sambut Festival Qasidah se-Jawa Barat 2026, Ketua DPD LASQI Tegaskan Wadah Silaturahmi Seniman Islami dan Ajang Pelestarian Seni Budaya Islam
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Peduli Korban Kebakaran Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan Dorong Sinergi CSR, Kemensos, dan Masyarakat untuk Pemulihan Rumah

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:27 WIB

Etika dan Kedisiplinan ASN Disorot Saat Apel Rutin, Sejumlah Pegawai Terpantau Asyik Mengobrol dan Bermain Ponsel

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:31 WIB

Satu Bumi, Satu Tindakan: Garut Gelar Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Beragam Aksi Nyata, DLH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Warga Atasi Krisis Sampah

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Dugaan Kewajiban Lingkungan PT UNI Cibatu Jadi Sorotan, Forum Pemerhati Lingkungan Desak Transparansi RTH dan Dokumen Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketua LIBAS Tedi Sutardi Geram, Desak Penindakan Tegas atas Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Garut: Jangan Hanya Formalitas dan Mengejar Popularitas

Berita Terbaru

Uncategorized

West Java Take Over di Garut Meledak, Disambut Hangat Pecinta Kopi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:27 WIB