Janji Efisiensi Justru Menambah Beban, Warga Garut Kian Terhimpit di Rumah Tak Layak Huni

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Garut,Nusaharianmedia.com – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Garut semakin terhimpit dalam realitas pahit. Harapan terhadap efisiensi birokrasi yang dijanjikan pemerintah justru berubah menjadi kekecewaan, terutama bagi mereka yang tinggal di rumah tidak layak huni. Alih-alih mendapatkan solusi, kondisi hunian warga justru semakin memprihatinkan.

Rumah Retak, Harapan Pun Runtuh

Di berbagai pelosok Garut bahkan tak ayal yang notabene lokasinya berada di perkotaan, warga mengeluhkan rumah mereka yang semakin lapuk dimakan waktu. Musim hujan yang terus mengguyur menambah penderitaan, dengan atap bocor dan dinding yang mulai retak.

“Kami sudah berkali-kali mengajukan bantuan, tapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (26/03/2025).

Janji pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak ternyata masih sebatas wacana. Alih-alih menikmati hasil dari kebijakan efisiensi, masyarakat justru terjebak dalam ketidakpastian.

Birokrasi yang Kian Ruwet
Pemerintah daerah mengklaim bahwa efisiensi birokrasi diterapkan untuk mempercepat pelayanan dan menekan biaya. Namun, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Proses pengajuan bantuan rumah justru semakin sulit karena prosedur yang tumpang tindih dan sistem yang tidak transparan.

“Seharusnya efisiensi itu mempermudah, bukan malah menyulitkan warga yang membutuhkan,” ujar seorang akademisi kebijakan publik. Ia menyoroti bahwa penyederhanaan birokrasi tanpa perencanaan matang hanya akan menciptakan hambatan baru bagi masyarakat kecil.

Solusi yang Masih di Angan-Angan
Meski pemerintah berulang kali menggaungkan efisiensi, hasilnya masih jauh dari harapan. Banyak warga mulai merasa bahwa janji perbaikan hunian hanyalah retorika tanpa tindakan nyata. Di tengah upaya pemangkasan birokrasi, jumlah rumah tidak layak huni justru meningkat, menambah ironi kebijakan yang seharusnya memperbaiki kesejahteraan rakyat.

“Jika kebijakan ini tidak segera dievaluasi, dampaknya akan semakin luas dan memperburuk kondisi masyarakat yang sudah rentan,” ujar seorang pengamat sosial.

Menunggu Tindakan Nyata

Masyarakat dan berbagai pihak mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan efisiensi yang diterapkan. Langkah konkret diperlukan agar efisiensi yang digaungkan benar-benar memberi manfaat, bukan sekadar menjadi slogan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai meningkatnya rumah tidak layak huni di Garut. Sementara itu, warga hanya bisa berharap agar janji pemerintah tidak lagi menjadi sekadar angin lalu. (DIX)

Baca Juga :  Selamat Datang Kapolres Baru, DPC GMNI Tunggu Langkah Tegas Berantas Peredaran Obat Keras Ilegal di Kabupaten Garut

Berita Terkait

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya
Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor
Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius
Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.
Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut
RDTR Garut: Ketika Kepastian Hukum Tata Ruang Terus Tertunda
Dugaan Kerugian hingga Rp3 Miliar, Kuasa Hukum Pelapor Lakukan Langkah di Polres Garut
Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, GAPENSI dan Pemkab Garut Bersinergi untuk Pembangunan Infrastruktur Daerah
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:40 WIB

Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Semangat Uus Saripudin untuk Membangun Mekarjaya

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penipuan Dana Hibah Rp1,69 Miliar Dilaporkan ke Polres Garut, ASN Bapenda Jadi Terlapor

Kamis, 5 November 2026 - 18:05 WIB

Empat Anak Menanti Tempat Tinggal Aman, Rumah Ibu An-An di Cibodas Butuh Perhatian Serius

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Yudha Puja Turnawan Tinjau Kondisi Ibu An-An, Warga dengan Penghasilan 25 Ribu sehari Tinggal di Rumah Tak Layak Huni.

Minggu, 1 November 2026 - 21:35 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Terima Kasih Nurdin Yana atas Dedikasi untuk Garut

Berita Terbaru