KKN Mitra Orda UIN Bandung di Garut: 135 Mahasiswa Siap Mengabdi, Pemkab Dukung Transformasi Sosial dari Akar Rumput

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Semangat pengabdian dan kolaborasi akademik mewarnai akhir pekan di Kabupaten Garut. Bertempat di salah satu aula di pusat kota, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung resmi melepas ratusan mahasiswanya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mitra Orda, yang merupakan bentuk kemitraan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Garut.

Pelepasan ini disatukan dengan prosesi pelantikan pengurus baru Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut (PMKIG) periode 2025–2026.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Garut H. Abdusyakur Amin, Wakil Bupati Hj. Putri Karlina, jajaran dosen pembimbing dari UIN Bandung, serta para tokoh masyarakat dan pemuda. Lebih dari sekadar seremoni, acara ini menjadi titik tolak pengabdian mahasiswa yang akan langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat di akar rumput.

Empat Jalur KKN, Mitra Orda Menjadi Jalur Strategis Kolaboratif

Dalam paparannya, Dr. Deden Suparman, S.Ag., M.A., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN Bandung, menjelaskan bahwa program KKN di kampusnya terbagi menjadi empat jalur: KKN Mandiri, KKN Kolaborasi, KKN Konvensional, dan KKN Mitra Orda.

“Jalur Mitra Orda ini dikhususkan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah tertentu dan ingin mengabdi di kampung halamannya, berkolaborasi langsung dengan pemda setempat,” jelasnya. Dr. Deden sendiri ditugaskan mendampingi mahasiswa yang ditempatkan di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya pendekatan lokalitas dalam pembimbingan. Sabtu, (05/07/2025).

Menurutnya, kedekatan geografis dan kultural antara dosen dan mahasiswa sangat berpengaruh dalam efektivitas pelaksanaan program KKN. Hal ini memungkinkan transfer ilmu yang lebih kontekstual dan membumi.

135 Mahasiswa Terjun ke Tiga Desa: Dari Kota Wetan hingga Suci

Ketua PMKIG terpilih, Suni Subagja, menyampaikan bahwa total ada 135 mahasiswa yang akan menjalani masa pengabdian selama 40 hari, terhitung sejak 25 Juli hingga awal September 2025.

“Mereka akan disebar ke tiga desa di dua kecamatan, yaitu Desa Kota Wetan, Desa Suci, dan Desa Margawati yang masuk dalam wilayah Kecamatan Garut Kota dan Karangpawitan,” jelasnya.

Setiap desa akan menjadi tempat bagi 45 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari pendidikan, ekonomi syariah, komunikasi, hingga teknologi informasi. Pendekatan interdisipliner diharapkan mampu menghasilkan program-program KKN yang relevan, aplikatif, dan tepat sasaran.

Fokus Bukan Hanya Infrastruktur, Tapi Pemberdayaan dan Inovasi Sosial

Masih menurut Dr. Deden, paradigma KKN saat ini telah berkembang. Tidak lagi semata-mata berkutat pada kegiatan infrastruktur fisik seperti pengecatan pos ronda atau perbaikan jalan desa, tetapi lebih kepada penciptaan program berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

“Kami dorong mahasiswa untuk melakukan pemetaan sosial, identifikasi potensi lokal, dan mengembangkan solusi berbasis riset serta pendekatan lintas ilmu. Misalnya, penguatan UMKM, digitalisasi layanan desa, pengembangan wisata edukatif, hingga kampanye kesehatan berbasis komunitas,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya mahasiswa untuk benar-benar menyatu dengan warga, mendengarkan keluh kesah mereka, dan membangun hubungan yang setara. “KKN harus menjadi ruang pembelajaran timbal balik antara mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Sambutan Bupati: Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan

Dalam momen yang sama, Bupati Garut H. Abdusyakur Amin secara resmi melantik pengurus baru PMKIG sekaligus menyampaikan sambutan motivasional kepada para mahasiswa.

Bupati menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif UIN Bandung dan kepedulian mahasiswanya terhadap tanah kelahiran. Ia menyebut bahwa kehadiran generasi muda intelektual sangat dibutuhkan dalam upaya membangun Garut yang lebih baik.

“KKN jangan hanya jadi formalitas akademik. Jadikan ini momen awal dari transformasi sosial. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang menyatukan idealisme dan pragmatisme, ilmu pengetahuan dan kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Ia juga mengajak para mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan sosial dan kepemimpinan komunitas selama masa KKN. “Kalian akan menemui realitas yang tak diajarkan di kelas. Belajarlah dari lapangan, dan bawa nilai-nilai kebaikan ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Sinergi Mahasiswa dan Pemda: Menuju Garut yang Inklusif dan Berdaya

Usai pelantikan, Suni Subagja menegaskan komitmen kepengurusannya untuk menjadi jembatan antara mahasiswa perantauan asal Garut dengan pemda, masyarakat desa, serta institusi pendidikan.

“PMKIG ingin menjadi ruang kolaborasi yang mendorong mahasiswa tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga berpihak kepada kampung halamannya. Mahasiswa bukan sekadar pencari ijazah, tapi insan pengabdi yang membawa perubahan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh anggota dan mahasiswa yang tergabung dalam KKN untuk menjaga nama baik almamater dan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi solusi, bukan hanya penonton dari dinamika sosial.

“Garut memiliki banyak potensi, dan kami ingin menjadi bagian dari upaya mengangkat potensi itu. Kami yakin, lewat sinergi dan kolaborasi, Garut yang adil, makmur, dan berdaya bisa kita wujudkan bersama,” pungkas Suni. (MAN)
Baca Juga :  Giat Operasi Hunting Kasat Mata Digelar di Jalan Raya Samarang, Kanit Turjagawali Polres Garut, Ipda Ade Sulaeman: Ini Demi Terciptanya Ketertiban dan Keselamatan Masyarakat

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
MUI Kabupaten Garut Dukung Penuh Gerakan Aliansi Bela Anak Bangsa dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat Keras, Minuman Keras, dan Narkoba
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru