Koordinasi dan Validasi Data Dampak Bencana di Kabupaten Sukabumi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi,Nusaharianmedia.com –
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,H. Ade Suryaman, memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait validasi hasil pendataan tim enumerator atas kerusakan rumah dan aset daerah yang terdampak bencana. Rakor berlangsung di Pendopo Sukabumi pada Jumat, 17 Januari 2025.

Septian Adiwidowo, Pengelola Monitoring BPBD Jawa Barat, menjelaskan bahwa Kabupaten Sukabumi kini memasuki masa transisi menuju pemulihan pascabencana.

“Kita perlu menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai langkah pemulihan. Kajian pascabencana dilakukan untuk menginventarisasi kerusakan sektor perumahan, infrastruktur, dan sosial agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Kamis,(17/01/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda mengungkapkan bahwa total rumah terdampak bencana mencapai 9.930 unit. Rinciannya, 4.030 rumah mengalami kerusakan ringan, 2.358 kerusakan sedang, dan 3.542 kerusakan berat.

“Ini menjadi perhatian serius kita semua. Kami akan segera menindaklanjuti untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat terdampak bencana,” tegasnya.

Sekda juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menangani dampak bencana, agar proses pemulihan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kalak BPBD, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan. (Aris)

Baca Juga :  Kecelakaan Tunggal Sebuah Truck Menabrak Rumah Warga

Berita Terkait

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang
Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi
Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah
Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut
Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut
Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan
Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat
Isak Tangis di Depan Sekolah Terkunci: Pemkab Garut Dinilai Abai, Pendidikan YBHM Jadi Korban Sengketa Wakaf
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:44 WIB

HUT ke-53 PDI Perjuangan di Garut: Doa Bersama, Potong Tumpeng, dan Penegasan Arah Politik Penyeimbang

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Anak Sekolah Jadi Korban Keterlambatan Berulang, Dapur SPPG Bojong Banjarwangi Didesak Dievaluasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:08 WIB

Ketua KADIN Garut Bantah Mukab Rekonsiliasi, Tegaskan Kepengurusan Resmi dan Nyatakan Mukab Versi Lain Tidak Sah

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:43 WIB

Ayam Akhir Zaman (AAZ) Konsisten Hadirkan Fried Chicken Lokal Terjangkau di Berbagai Titik Garut

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:26 WIB

Limbah Kulit Sukaregang Disulap Jadi Pupuk, Owner Mandraguna Jawab Keluhan Warga Sungai Garut

Berita Terbaru