Kuasa Hukum Toni Angkat Bicara Soal Tanah Sengketa YBHM, Ini Penjelasan H.Ega Gunawan, SH,.M.Si,. MH

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Audiensi terkait sengketa tanah Yayasan YBHM digelar di ruang Banggar DPRD Garut, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Ayi Suryana, SE. Pertemuan tersebut mempertemukan kedua belah pihak, termasuk pimpinan Yayasan YBHM serta kuasa hukum masing-masing.

Dalam audiensi tersebut, terjadi diskusi panjang mengenai kronologi pembelian tanah yang menjadi pokok permasalahan. H. Ega Gunawan, SH,. M.Si.,MH. selaku kuasa hukum dari Sdr. Toni, mengaku terkejut dengan adanya laporan yang masuk ke Polda Jabar terkait tanah tersebut.

“Saya sangat kaget ketika mengetahui adanya laporan tersebut. Klien kami telah membeli tanah ini pada 2015, 2016, hingga transaksi terakhir pada 2022. Selama periode tersebut, klien kami tidak pernah mengetahui adanya surat ikrar wakaf,” ujar H. Ega dalam audiensi. Jum’at, (21/03/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transaksi jual beli dilakukan secara sah antara kliennya dengan pihak penjual, yakni Herli, hingga akhirnya pada 2022 tanah tersebut kembali diperjualbelikan oleh ahli waris.

Kasus ini masih dalam proses pembahasan lebih lanjut, dengan DPRD Garut berupaya mencari solusi yang adil bagi kedua belah pihak.

Status Hukum Tanah Toni Kusmanto dan Potensi Dampaknya

Kesimpulan

Tanah yang dibeli oleh Toni Kusmanto memiliki dasar hukum yang sah untuk dipertahankan. Namun, jika transaksi ini menimbulkan kerugian bagi pihak lain—terutama karena status tanah sebelumnya merupakan tanah wakaf—maka pihak penjual, Herky Hilman Rasjid beserta ahli warisnya, dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Apabila dalam proses peralihan hak ditemukan cacat hukum dan pembeli tetap melanjutkan transaksi, maka ia tidak dapat dianggap beritikad baik. Hal ini berpotensi membuat jual beli tersebut batal demi hukum serta peralihan hak atas tanah tidak sah, sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2016.

Rekomendasi Langkah Hukum

Bagi pihak yang merasa dirugikan dalam transaksi ini, beberapa langkah hukum yang dapat ditempuh antara lain:

1. Mengajukan Gugatan
Jika ada indikasi pelanggaran hukum dalam transaksi ini, gugatan dapat didaftarkan di Pengadilan Negeri Garut Kelas 1B untuk mendapatkan kejelasan hukum.

2. Membatalkan Sertifikat Hak Milik
Jika ditemukan adanya cacat hukum dalam peralihan hak, maka permohonan pembatalan sertifikat dapat diajukan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

3. Membuktikan Unsur Hukum
Pihak yang merasa dirugikan harus mengajukan bukti yang sah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku untuk mendukung klaimnya.

Dengan demikian, penyelesaian sengketa tanah ini harus melalui jalur hukum yang tepat guna memastikan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terkait. (Eldy)

Baca Juga :  Unit Reskrim Polsek Garut Kota Tangkap Pelaku Penganiayaan Bersajam Gergaji

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru