Ngopi Rakyat Bersama Yuda Puja Turnawan: Legislatif dan Aktivis Garut Bertemu dalam Bincang Hangat di Lesehan Jalan Jenderal Ibrahim Adjie

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Suasana malam di sebuah lesehan sederhana di bilangan Jalan Ibrahim Adjie, Tarogong Kaler, berubah menjadi ruang diskusi yang hangat. Dalam gelas-gelas berisi wedang jahe dan suasana lesehan yang akrab, sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat berkumpul bersama anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuda Puja Turnawan.

Pertemuan ini bukan pertemuan resmi, tidak ada panggung, tidak ada pengeras suara, dan tak satu pun atribut partai yang mengemuka. Yang ada hanya obrolan santai, diskusi terbuka, dan semangat yang sama: membicarakan permasalahan masyarakat Garut yang kian kompleks, serta mencari jalan keluar secara nyata.

Yuda Puja Turnawan, sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat kecil, menegaskan bahwa pendekatan personal dan keterbukaan terhadap aspirasi adalah kunci dari kerja legislator yang benar-benar merakyat.

“Saya selalu welcome terhadap siapa pun yang ingin berdiskusi. Ngopi bareng, ngobrol santai, tapi substansial. Karena dari percakapan santai itulah, seringkali muncul ide-ide besar untuk perbaikan masyarakat,” ujar Yuda. Senin malam, (12/05/2025).

Malam itu, diskusi berlangsung cukup tajam namun tetap dalam suasana kekeluargaan. Berbagai persoalan diangkat, mulai dari kemiskinan, perlunya program pemberdayaan yang lebih terarah, hingga kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai masih setengah hati dalam menangani persoalan sosial.

Salah satu aktivis yang hadir, Eldy Supriadi dari Ruang Rakyat Garut, memberikan pandangan kritis terkait situasi kebijakan publik saat ini.

“Banyak kebijakan pemerintah yang, saya rasa, masih meraba-raba. Kita tidak bisa hanya mengandalkan seremoni dan simbolik, harus ada finalisasi nyata. Kebijakan sosial tidak cukup berhenti di atas kertas. Harus ada dampak langsung dan terukur di lapangan,” tegas Eldy.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap kritis. “Saya akan selalu dukung kebijakan yang baik untuk masyarakat, tapi saya tidak akan diam ketika ada kebijakan yang keliru. Kita harus luruskan bersama, bukan dalam rangka menjatuhkan, tapi menyelamatkan arah pembangunan,” tambahnya.

Diskusi tersebut tidak melulu soal kritik. Ada juga dorongan dan tawaran solusi yang disampaikan dari berbagai pihak. Para aktivis menyampaikan berbagai aspirasi dari bawah, termasuk usulan agar forum-forum kecil seperti ini diperbanyak, agar komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tetap hidup dan tidak putus oleh tembok birokrasi.

Menariknya, meskipun pertemuan itu tidak resmi, para peserta merasa bahwa ruang seperti ini jauh lebih bernilai ketimbang rapat-rapat formal. Sebab, di sinilah rakyat merasa didengar, tanpa tekanan, tanpa sekat, dan penuh rasa saling percaya.

“Saya merasa, malam ini kita punya satu frekuensi. Ketika rakyat dan wakilnya bisa duduk bersama, membuka pikiran, dan bicara jujur tentang persoalan yang dihadapi, itu langkah awal dari perubahan,” ungkap seorang peserta diskusi yang merupakan penggiat sosial dari wilayah selatan Garut.

Kegiatan seperti ini, menurut Yuda, akan terus ia lakukan. Baginya, menjadi anggota DPRD bukan soal duduk di kursi empuk kantor, tapi bagaimana memastikan suara rakyat tetap hidup di ruang-ruang kebijakan.

“Ngopi bareng rakyat bukan sekadar gaya, tapi cara saya membumikan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat. Karena tidak ada keputusan politik yang benar, jika tidak dilandasi suara rakyat,” pungkas Yuda.

Pertemuan malam itu pun ditutup tanpa tepuk tangan, tanpa seremonial. Hanya senyum dan saling ucap terima kasih, dengan janji untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kritis demi Garut yang lebih adil dan berdaya. (Red)
Baca Juga :  Kehebatan Komunitas Wahegar Menghiasi Pesta Raya Indosiar di Garut

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru