“Nyaah Ka Indung” Menggugah Hati Warga Garut: Kang Dedi Sentil Anak, Putri Karlina Sebut Mitoha Aing” dalam Balutan Budaya Sunda

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Garut,Nusaharianmedia.com – Sebuah momen yang penuh haru, kehangatan, dan nuansa budaya Sunda yang begitu kental menyelimuti gelaran program “Nyaah ka Indung” yang berlangsung di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremoni formal, tetapi juga membawa pesan moral yang dalam tentang pentingnya menghormati ibu sebagai pondasi utama pembentukan karakter anak dan masa depan bangsa.

Kehadiran Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, menjadi magnet utama dalam kegiatan ini. Sosok yang dikenal dekat dengan rakyat, berjiwa nyunda, dan kerap dijuluki “Bapa Aing” itu disambut antusias oleh ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Bersama dirinya hadir pula Bupati Garut, Syakur Amin, serta Wakil Bupati drg. Putri Karlina, MBA, yang menariknya juga merupakan calon menantu sang gubernur.

Putri Karlina: Wakil Bupati Perempuan Pertama dan Anak dari Sosok Ibu Hebat

Suasana haru tercipta ketika Wakil Bupati Garut, drg. Putri Karlina, menyampaikan sambutan pembuka dalam acara tersebut. Dengan suara yang bergetar dan air mata yang tak tertahankan, ia mengenang sosok ibunya sebagai pilar utama dalam setiap pencapaian yang diraihnya, termasuk keberhasilannya menjadi wakil bupati perempuan pertama dalam sejarah Kabupaten Garut.

“Semua ini tidak mungkin terjadi tanpa doa dan didikan ibu saya. Beliau adalah pilar dalam hidup saya,” ucap Putri dengan nada penuh haru.

Dalam suasana akrab yang penuh kekeluargaan tersebut, secara spontan Putri menyebut Kang Dedi Mulyadi dengan istilah “Mitoha Aing”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Mertua Saya”.

Ucapan itu sontak mencairkan suasana, mengundang gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin. Kang Dedi pun tersenyum lebar mendengar pernyataan tersebut, yang terasa menyiratkan nuansa hubungan personal yang mulai terbuka ke publik.

Gaya Ceplas-Ceplos Kang Dedi: Sentilan untuk Anak Sendiri

Tak hanya hadir sebagai tokoh pemerintahan, Kang Dedi juga tampil dengan ciri khas komunikasinya yang egaliter, lugas, namun penuh makna. Dalam sambutannya, ia menyisipkan candaan yang menyegarkan suasana. Menyentil anaknya, Maulana Akbar, yang turut hadir di acara dan diketahui memiliki kedekatan khusus dengan Putri Karlina, Kang Dedi melontarkan guyonan yang membuat hadirin tergelak.

“Saya mah takut anak saya lama-lama di Garut, bisi digerebeg hansip,” ucapnya sambil tertawa, menyindir ringan hubungan antara anaknya dan sang wakil bupati.

Candaan itu bukan sekadar lelucon biasa. Ia menunjukkan sisi manusiawi dari seorang gubernur yang tak hanya berbicara kebijakan dan birokrasi, tetapi juga membawa kehangatan dalam interaksi sosial dengan rakyat. Suasana pun terasa jauh dari formal, lebih seperti sebuah pertemuan keluarga besar dengan pemimpin yang merakyat.

Inti Program: Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sunda

Program “Nyaah ka Indung” merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membumikan kembali nilai-nilai luhur budaya Sunda, terutama yang berkaitan dengan peran dan kehormatan seorang ibu (indung) dalam membentuk karakter anak-anak.

Melalui program ini, Kang Dedi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya dan spiritualitas lokal yang telah menjadi bagian penting dari jati diri bangsa.

“Didikan seorang indung adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Jangan lupakan akar kita sebagai urang Sunda. Hormat ka indung téh lain sakadar budaya, tapi bagian tina iman,” tegas Kang Dedi dalam sambutannya.

Nilai-nilai seperti sopan santun, tatakrama, kasih sayang, serta penghargaan terhadap peran perempuan dalam keluarga menjadi materi utama dalam pendidikan karakter yang digalakkan melalui program ini.

Seni yang Menggetarkan: Lagu “Ka Asih Indung” Membuat Banyak Menangis

Rangkaian acara diisi pula dengan penampilan seni budaya yang menggugah emosi. Siswa-siswi dari berbagai sekolah di Garut menampilkan lagu-lagu bertema kasih sayang terhadap ibu, dengan penghayatan tinggi yang memukau.

Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika lagu “Ka Asih Indung” yang diciptakan langsung oleh Kang Dedi dinyanyikan secara bersama-sama oleh para pelajar.

Lagu tersebut tak hanya indah secara musikal, namun juga sarat makna spiritual dan emosional. Banyak tamu undangan yang terlihat menitikkan air mata, tersentuh oleh kedalaman lirik dan suasana yang dibangun selama pertunjukan.

Apresiasi dari Bupati Garut: Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Bupati Garut, Syakur Amin, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program tersebut di wilayahnya. Ia menyebut bahwa program “Nyaah ka Indung” sangat relevan dengan visi pembangunan Kabupaten Garut, yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur tetapi juga pada pembangunan karakter masyarakat.

“Garut adalah kabupaten yang lekat dengan tradisi. Kita harus menjaga dan menanamkan kembali nilai-nilai itu kepada anak-anak kita. Dan program ini sangat relevan,” ungkap Syakur.

Budaya Sunda sebagai Fondasi Masa Depan

Program “Nyaah ka Indung” membuktikan bahwa pendekatan budaya dan emosional tidak pernah usang, bahkan di tengah era modern dan digital seperti saat ini. Budaya bisa menjadi jembatan kuat antara generasi tua dan muda, antara nilai tradisi dan arah pembangunan masa depan.

Dengan menghadirkan sosok pemimpin yang membumi seperti Kang Dedi Mulyadi serta figur muda inspiratif seperti Putri Karlina, acara ini tak hanya menggugah hati, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam bahwa pembangunan manusia adalah kunci utama dalam kemajuan bangsa.

Di tengah gemuruh pembangunan fisik dan teknologi, program ini mengingatkan kita bahwa keluarga, terutama peran seorang ibu, tetap menjadi pusat dari segala perubahan positif dalam masyarakat. (Red)
Baca Juga :  Polsek Cibalong Gelar Patroli untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Berita Terkait

Cegah Cyberbullying, DPPKBPPPA Garut Gaungkan Bela Negara Digital dan Peran Orang Tua
Perkuat Perlindungan Anak, DPPKBPPPA Garut Edukasi Siswa SMP soal Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial
Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital
Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan
Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat
Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan
HMI Cabang Garut Serahkan Dua Policy Brief Strategis kepada Bupati, Soroti BUMD dan TJSLP
Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:33 WIB

Cegah Cyberbullying, DPPKBPPPA Garut Gaungkan Bela Negara Digital dan Peran Orang Tua

Kamis, 30 April 2026 - 21:23 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, DPPKBPPPA Garut Edukasi Siswa SMP soal Bahaya Bullying dan Bijak Bermedia Sosial

Kamis, 30 April 2026 - 20:16 WIB

Febbie A. Zam Zami Soroti Melemahnya Otoritas Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Digital

Kamis, 30 April 2026 - 00:04 WIB

Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan

Rabu, 29 April 2026 - 20:06 WIB

Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat

Berita Terbaru