Parkir Semrawut di Depan Toko Besar, Disperindag dan Dishub Garut Disorot, PKL Ditertibkan Toko Tanpa Fasilitas Parkir Dibiarkan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Kondisi parkir yang semrawut di kawasan Pengkolan dan sejumlah ruas jalan di pusat perkotaan Garut kembali menuai sorotan. Ironisnya, situasi tersebut terjadi di tengah kebijakan pemerintah yang melarang Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di beberapa titik strategis dengan alasan penataan kota dan pengurangan kemacetan.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat kerap memenuhi bahu jalan di sekitar kawasan pertokoan besar di pusat kota. Parkir yang tidak tertata tersebut justru mempersempit ruas jalan dan sering memicu kemacetan,

 

Di sisi lain, para PKL yang selama ini menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut justru dilarang berjualan dengan alasan mengganggu ketertiban, merusak estetika kota, serta memperparah kemacetan.

 

Kondisi ini memunculkan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut yang dinilai belum konsisten dalam melakukan penataan ruang kota. Sejumlah pihak menilai pemerintah terkesan tegas terhadap pedagang kecil, namun cenderung lunak terhadap aktivitas usaha besar yang tidak memiliki fasilitas parkir memadai.

Baca Juga :  KAMMI Garut Serukan Penguatan Moralitas, Ketahanan Sosial, dan Perlindungan Generasi Muda

 

Padahal, banyak toko dan pusat perdagangan di kawasan perkotaan Garut yang tidak memiliki lahan parkir yang jelas. Akibatnya, kendaraan pengunjung terpaksa menggunakan bahu jalan sebagai area parkir, yang pada akhirnya mengganggu kelancaran lalu lintas.

 

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai pengawasan dan kebijakan perizinan usaha di daerah. Jika alasan pelarangan PKL adalah untuk menciptakan kota yang tertib, indah, dan bebas kemacetan, maka seharusnya aturan yang sama juga berlaku bagi pelaku usaha besar yang tidak menyediakan fasilitas parkir bagi konsumennya.

 

Sorotan pun diarahkan kepada sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, termasuk pihak yang menangani perizinan usaha. Instansi-instansi tersebut dinilai perlu melakukan evaluasi serius terhadap tata kelola ruang usaha dan parkir di kawasan perkotaan.

 

Menurut sejumlah pengamat dan aktivis, penataan kota seharusnya tidak hanya berfokus pada penertiban PKL. Lebih dari itu, pemerintah perlu menata seluruh ekosistem aktivitas ekonomi di pusat kota secara adil dan menyeluruh.

Baca Juga :  Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Tinjau Lansia Korban Kebakaran di Mekarmukti Cilawu, Ajak Semua Pihak Segera Bergerak

 

“Ini bukan semata soal parkir dan bukan pula hanya soal PKL. Ini soal keberpihakan kebijakan. Ketika pedagang kecil terus ditekan dengan berbagai larangan, sementara usaha besar yang jelas-jelas tidak memiliki fasilitas parkir dibiarkan beroperasi tanpa evaluasi, maka publik berhak mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah,” ujar salah satu aktivis masyarakat di Garut.

 

Sejumlah pihak pun berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera melakukan kajian menyeluruh terhadap tata ruang aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Penataan kota dinilai harus dilakukan secara adil, tidak tebang pilih, serta tidak hanya menyasar kelompok ekonomi kecil.

 

Jika tidak, kebijakan penertiban PKL dikhawatirkan hanya akan memperkuat kesan bahwa pemerintah lebih tegas kepada rakyat kecil, namun abai terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha yang lebih besar. (Hil)

Berita Terkait

Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin
Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan
ABAG Geruduk Pemkab Garut, Pertanyakan Keseriusan Lindungi Generasi Muda di Tengah Maraknya Peredaran Obat Keras Ilegal dan Miras, Desak APH Bongkar hingga ke Pemasok
Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:11 WIB

ABAG Geruduk Pemkab Garut, Pertanyakan Keseriusan Lindungi Generasi Muda di Tengah Maraknya Peredaran Obat Keras Ilegal dan Miras, Desak APH Bongkar hingga ke Pemasok

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Berita Terbaru