Pelantikan Pengurus Baru IMM Garut: Teguhkan Identitas, Kawal Pendidikan dan Pembangunan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  28/09/2025– Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Garut resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025-2026 dalam sebuah acara bertajuk Opening Ceremony dengan tema “IMM Holistik: Meneguhkan Identitas, Mendaulatkan Gerakan”, Minggu (28/9/2025).

Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh penting daerah. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, H.Ag., M.Pd., hadir langsung memberikan arahan. Ia berharap kepengurusan baru IMM mampu membawa organisasi ini sebagai gerakan mahasiswa yang kritis, solutif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan.

Kehadiran unsur pemerintah juga menegaskan dukungan terhadap eksistensi IMM Garut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Nurodin, M.Si., menyampaikan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah melalui ide dan gerakan positif.

Selain itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut yang diwakili oleh Oky Caresa Ginanjar memberikan apresiasi terhadap kepengurusan baru IMM. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi kepemudaan dalam memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan.

Ketua Umum IMM Garut periode 2025-2026, Rian Alawi Hamzah, menegaskan komitmen seluruh jajaran pengurus untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan membawa semangat baru.

Baca Juga :  Musda KNPI Garut 2025, Momentum Pemuda Perkuat Konsolidasi dan Sinergi dengan Pemerintah Daerah

“IMM Garut akan terus menjadi ruang kaderisasi, ruang intelektual, dan ruang pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat, umat, dan bangsa,” ujarnya.

Soroti Persoalan Pendidikan Garut

Pelantikan IMM Garut kali ini tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan peran strategis mahasiswa Muhammadiyah dalam menjawab problem daerah. Salah satu fokus yang disoroti adalah sektor pendidikan.

Data terbaru menunjukkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut berada di angka 69,9, jauh tertinggal dari rata-rata Jawa Barat sebesar 74,92. Hal ini menempatkan Garut di posisi 26 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Angka putus sekolah pun masih tinggi, mencapai 25.000 siswa – terdiri dari 12.000 karena faktor ekonomi dan 13.000 karena drop out. Rata-rata lama sekolah (RLS) hanya 7,85 tahun, masih di bawah rata-rata Jawa Barat 8,87 tahun. Sementara harapan lama sekolah (HLS) 12,17 tahun, juga tertinggal dari provinsi yang sudah mencapai 12,80 tahun.

Baca Juga :  Ketua KNPI Garut Agil Syahrizal Apresiasi Training Raya HMI 2025: Dorong Gagasan SDA-Energi dan Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Pemuda

Kualitas tenaga pendidik juga masih memprihatinkan. Sebanyak 92% guru PAUD, 38,15% guru SD, dan 45,6% guru SMP di Garut belum memiliki sertifikat. Hampir 90% Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tidak terakreditasi, bahkan sebagian diragukan keberadaan dan operasionalnya.

Tak hanya itu, rendahnya minat baca dan literasi juga menjadi sorotan. Data UNESCO menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, artinya hanya 1 dari 1.000 orang yang gemar membaca.

“Melihat realitas ini, IMM Garut siap hadir menjadi warna baru yang mencerahkan, mengawal dakwah Muhammadiyah sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Garut yang lebih maju,” tegas Rian.

 

IMM sebagai Mitra Strategis

Dengan dukungan berbagai pihak, IMM Garut menegaskan dirinya bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi bagian dari gerakan perubahan sosial. Identitas IMM diharapkan hadir sebagai agent of change dengan visi-misi jelas untuk masyarakat.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum meneguhkan identitas, memperkuat gerakan, serta menegaskan komitmen IMM Garut untuk mengawal pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda. (Hilman)

Berita Terkait

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak
Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut
Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak
Jalan Pembangunan hingga Ahmad Yani Diusulkan Jadi Jalan Provinsi, PUPR Garut Masih Kaji Status dan Konektivitas
Dugaan Pengondisian Lelang Garut Market City, Oknum Dinas Indag Disorot, Pengusaha Lokal Desak Transparansi
DPD KNPI Garut Kawal Hasil Musrenbang Pemuda 2027, Dorong BAPPEDA Wujudkan Kebijakan Pro Muda
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Bukan Sekadar Surat Edaran, Ketua DPRD Garut Aris Munandar Dorong Perbup Jam Malam Anak demi Perlindungan Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Golkar Garut Peringati HUT ke-50 Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Bangun Budaya Berkendara Aman Sejak Dini, inDrive Tuntaskan “Drive Your Future” di SMKN 2 Garut

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Perkuat Perlindungan Generasi Muda, Kapolres Garut Bersinergi dengan DPRD Dorong Penguatan Regulasi Jam Malam Anak

Berita Terbaru