Pemkab Garut Abai! Bangunan Sekolah Lapuk Dibiarkan, Siswa MI Darul Hikmah Bertaruh Nyawa Belajar di Tenda Darurat

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 12 Januari 2026 — Di tengah gencarnya slogan Garut Hebat dan narasi kemajuan pendidikan, realitas pahit justru terjadi di Kecamatan Banjarwangi. Sebanyak 105 siswa MI Darul Hikmah terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di tenda darurat beratapkan terpal, akibat bangunan sekolah yang bocor, lapuk, dan nyaris roboh.

 

Ironisnya, kondisi memprihatinkan ini dibiarkan berlarut-larut. Demi keselamatan siswa, pihak sekolah tak punya pilihan selain memindahkan proses belajar ke luar kelas. Ruang belajar darurat yang jauh dari kata layak itu menjadi saksi betapa hak dasar anak-anak atas pendidikan yang aman dan manusiawi masih terabaikan.

Baca Juga :  Valley Coffee Hadirkan Cita Rasa Kopi Garut yang Autentik

 

Kepala MI Darul Hikmah, Ade Budi, S.Pd.I, mengaku sedih sekaligus prihatin melihat anak didiknya harus belajar dalam kondisi serba darurat.

 

“Ini sangat menyedihkan. Bangunan sekolah sudah tidak layak, bocor, dan berbahaya. Kami terpaksa mendirikan tenda agar anak-anak tetap bisa belajar, meski jauh dari standar pendidikan yang semestinya,” tegasnya.

 

Ia menuntut pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan, bukan sekadar janji dan pencitraan.

 

“Pemerintah harus cepat tanggap. Jangan menunggu korban atau bangunan benar-benar roboh. Anak-anak tetap belajar dengan semangat luar biasa, tapi semangat saja tidak cukup tanpa dukungan nyata,” lanjut Ade Budi.

Baca Juga :  Warga Desa Sindangsuka Tuntut Komitmen Sosial dan Lapangan Kerja dari PT. Ultimate Noble Indonesia

 

MI Darul Hikmah yang berlokasi di Kampung Cipadung RT 01/RW 06, Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, saat ini menampung 105 siswa. Mereka terpaksa menimba ilmu di bawah terik matahari dan ancaman cuaca, sebuah kondisi yang jauh dari kata layak di era modern.

 

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Garut. Ketika jargon kemajuan terus digaungkan, fakta di lapangan justru memperlihatkan ketimpangan dan kelalaian. Pemerintah dituntut berhenti menutup mata dan segera mengambil langkah konkret agar tragedi pendidikan semacam ini tidak terus berulang.

Berita Terkait

Keluhan Asap Berujung Penutupan Akses TPA Pasirbajing, Pemkab Garut Diminta Turun Tangan
inDrive Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Berkendara Aman
Uus Saripudin Siap Membawa Perubahan Baru untuk Desa Mekarjaya pada Pilkades 2027
Komisi II DPRD Bandung Barat Pelajari Digitalisasi Pajak Daerah di Garut
Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Keluhan Asap Berujung Penutupan Akses TPA Pasirbajing, Pemkab Garut Diminta Turun Tangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:51 WIB

inDrive Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Berkendara Aman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Uus Saripudin Siap Membawa Perubahan Baru untuk Desa Mekarjaya pada Pilkades 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Berita Terbaru

Umum

inDrive Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Berkendara Aman

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:51 WIB