Pj Wali Kota Bandung Jelaskan Penghentian Pembuangan Sampah Ke Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, Nusaharianmedia.com – Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara, mengungkapkan alasan penghentian pembuangan sampah dari Kota Bandung ke TPA Pasir Bajing di Garut. Kerjasama yang sebelumnya direncanakan berlangsung selama tiga bulan tersebut dihentikan lebih cepat setelah mendapat protes dari masyarakat setempat.

Koswara menegaskan bahwa kebijakan tersebut adalah konsekuensi dari membuang sampah ke daerah lain. “Fokus utama kebijakan ini adalah menyelesaikan masalah sampah di Bandung,” ujarnya. Selasa,(04/02/2025).

Sebelumnya, Pemkot Bandung memilih untuk membuang sampah ke Garut karena pengolahan sampah di kota ini masih dalam masa transisi. Koswara menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebelum Kota Bandung dapat mengelola volume sampah secara maksimal.

Namun, untuk mengatasi permasalahan sampah, Pemkot Bandung kini berfokus pada pemaksimalan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang ada dan Kawasan Bebas Sampah (KBS), yang saat ini telah mencapai lebih dari 400 titik.

Meski penghentian kerjasama ini tidak berdampak pada kerugian biaya bagi Pemkot Bandung, Koswara menekankan bahwa pengolahan sampah di Bandung harus lebih efisien agar tidak menggantungkan solusi pada daerah lain. (Riky.R)

Baca Juga :  Arus Lalin Meningkat di Hari Lebaran, Polres Garut Lakukan One Way Sebanyak 23 Kali

Berita Terkait

Dugaan Penjualan Seragam Rp1,5 Juta di SMP Negeri Jadi Sorotan DPRD Garut
Tak Hanya Publikasi, Bupati Garut Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lewat Rotinsulu Care Live
Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan
Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan
Dorong Semangat Belajar, Ketua Yayasan As-Saefulloh Garut Bagikan Seragam Gratis dan Santunan Duafa
*Kementan dan IFAD Evaluasi Keberhasilan Program UPLAND, Garut Jadi Percontohan Pengembangan Kentang*
*Fenomena 12.000 Pencari Kerja di Garut: Alarm Transformasi Vokasi Daerah*
*Ayi Suryana Temui Abenk Marco, Bahas Duplikasi Gerakan Ketahanan Pangan Mandiri di Garut*
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:38 WIB

Dugaan Penjualan Seragam Rp1,5 Juta di SMP Negeri Jadi Sorotan DPRD Garut

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:24 WIB

Tak Hanya Publikasi, Bupati Garut Dorong Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lewat Rotinsulu Care Live

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:48 WIB

Temukan Lansia Desil 2 Belum Tersentuh Bansos, Ketua DPRD Garut Aris Munandar dan Yudha Puja Turnawan Minta Dinsos Evaluasi Total Pendataan Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:25 WIB

Muda Bergerak, Ketua DPD KNPI Garut Agil Syahrizal Tegaskan KNPI Impact sebagai Wadah Aksi Nyata Pemuda Jadi Ruang Kolaborasi Nyata Pemuda untuk Menjaga Lingkungan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:05 WIB

Dorong Semangat Belajar, Ketua Yayasan As-Saefulloh Garut Bagikan Seragam Gratis dan Santunan Duafa

Berita Terbaru