Reses Yudha Puja Turnawan Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga: Layanan Publik, Bantuan Korban Kebakaran, dan Advokasi BPJS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com  – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menggelar kegiatan reses di Kampung Sindanggali RW 13, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari 22 RW, dengan mayoritas peserta merupakan perempuan kepala keluarga dan para janda yang tergolong dalam kelompok wanita rawan sosial ekonomi.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan instansi, di antaranya DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Sekretariat Kecamatan Tarogong Kidul, PT BPR Garut, serta Perumda Air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut.

 

BUMD Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Kehadiran Perumda Air Minum Tirta Intan Garut dan PT BPR Garut dalam kegiatan reses ini juga dimaksudkan untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Kampung Sindanggalih.

 

Perumda Air Minum Tirta Intan Garut menyalurkan bantuan sebesar Rp1,5 juta kepada masing-masing dari tiga keluarga terdampak, dengan total bantuan mencapai Rp4,5 juta. Sementara itu, PT BPR Garut memberikan bantuan sebesar Rp1 juta kepada masing-masing dari tiga keluarga korban kebakaran, yakni keluarga Bapak Jujun, Bapak Sarmana, dan Ibu Sopi.

 

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BUMD Kabupaten Garut untuk meringankan beban warga yang sedang menghadapi musibah dan membantu memenuhi kebutuhan mendesak pascakebakaran.

 

Reses Jadi Momentum Mendengar Keluhan Warga

Dalam sambutannya, Yudha menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

“Mayoritas peserta yang hadir adalah perempuan kepala keluarga dan para janda yang termasuk kategori wanita rawan sosial ekonomi. Mereka membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah, baik berupa bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun layanan dasar lainnya,” ujar Yudha.

Baca Juga :  PHRI Garut Resmi Dinakhodai H. Ato Hermanto–H. Dudung Sudiana, Optimis Pariwisata Daerah Siap Bangkit

 

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok rentan tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.

 

Soroti Infrastruktur dan Layanan Dasar

Dalam forum reses, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari perbaikan jalan kabupaten, saluran air, kirmir, penerangan jalan umum (PJU), bantuan bagi pelaku UMKM, hingga persoalan administrasi pertanahan.

 

Yudha menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di Kelurahan Sukagalih yang dinilai rusak dan membutuhkan penanganan segera, terutama jalur dari Bakan Loa menuju Hampor.

 

“Saya meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR, agar memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak. Masih ada ruas yang belum dihotmix, padahal Sukagalih merupakan kawasan strategis dan berada di pusat pemerintahan,” tegasnya.

 

Selain itu, ia juga menindaklanjuti keluhan warga Perumahan Griya Pamoyanan I yang telah melunasi pembayaran rumah, tetapi hingga kini belum menerima sertifikat hak milik.

 

“Nanti saya akan memfasilitasi audiensi bersama pihak pengembang, DPRD, dan dinas terkait agar persoalan ini dapat segera diselesaikan,” katanya.

 

BPJS Kesehatan Nonaktif Jadi Keluhan Utama

Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga adalah kartu BPJS Kesehatan yang mendadak nonaktif, sehingga masyarakat miskin kesulitan memperoleh layanan kesehatan.

 

Menurut Yudha, kasus tersebut umumnya terjadi pada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya dibiayai melalui APBN.

 

“Yang nonaktif dari APBN harus segera disubstitusi menggunakan anggaran APBD Garut. Saya meminta Bidang Linjamsos Dinas Sosial untuk memetakan warga miskin yang benar-benar membutuhkan agar kepesertaan BPJS mereka dapat diaktifkan kembali,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ayi Suryana SE Resmi Pimpin FTI Garut: Siap Populerkan Triathlon dan Cetak Prestasi di Porprov 2026

 

Ia juga mendorong pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan untuk membantu pembiayaan BPJS warga miskin.

 

“Kalau kepala keluarganya masih mampu membeli rokok setiap hari, seharusnya bisa mandiri. Namun bagi warga yang benar-benar miskin, negara wajib hadir menjamin layanan kesehatannya,” tambah Yudha.

 

Reses Disertai Layanan Publik Terpadu

Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses ini juga menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan dasar.

 

Layanan yang disediakan meliputi:

Pengurusan dokumen kependudukan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut.

Pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Garut.

Menurut Yudha, kehadiran layanan tersebut merupakan bentuk komitmennya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan kepala keluarga, para janda, dan kelompok wanita rawan sosial ekonomi.

 

“Reses bukan hanya forum untuk menyerap aspirasi, tetapi juga momentum untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Dengan adanya layanan administrasi, pemeriksaan kesehatan, dan donor darah, kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini,” ujarnya.

 

Seluruh Aspirasi Akan Diperjuangkan

Yudha menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD Kabupaten Garut. Ia juga meminta agar setiap usulan dilengkapi dengan proposal agar dapat diproses lebih lanjut.

 

“Reses ini dibiayai oleh negara, sehingga sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memperjuangkan apa yang disampaikan masyarakat. Semoga saya bisa menjadi jembatan antara kebutuhan warga dan kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (Hil)

Penulis : Hilman

Editor : Redaksi nusharianmedia

Berita Terkait

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat
DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat
Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat
Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka
Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid
Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24 WIB

ORADO Lapas Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Adu Strategi Domino Jadi Jembatan Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:08 WIB

DPRD Garut Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Aris Munandar Serukan Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden: Tambang Ilegal Merugikan Negara, Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Polri Usut dan Tindak Oknum yang Terlibat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Rp296 Miliar Anggaran Jalan Disorot, Diduga Terkonsentrasi di Wilayah Asal Kadis PUPR, Gerindra Murka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB

Berita Terbaru