Rumah Warga di Pakenjeng Ludes Terbakar, Kapolsek Turun Tangan Bantu Korban: Iis Berharap Rumahnya Bisa Dibangun Kembali

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusahariaedia.com – Suasana haru menyelimuti Kampung Cigebang RT 03 RW 11, Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, setelah sebuah rumah panggung milik seorang warga, Iis (54), ludes terbakar pada Selasa (06/05/2025) siang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu menghanguskan seluruh bangunan beserta isi rumah, menyisakan puing-puing dan kepedihan mendalam bagi pemiliknya.

Menurut keterangan Kapolsek Pakenjeng Polres Garut, H. Iptu Muslih Hidayat, SH, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik atau hubungan arus pendek yang terjadi di bagian tengah rumah. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, sehingga sulit dikendalikan meskipun warga sekitar telah berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya.

“Saat kejadian, pemilik rumah sedang bekerja di kebun. Di dalam rumah terdapat Ibu Karwati yang sudah lanjut usia, Ikin (33) yang mengalami kelumpuhan, dan Dewi Anjani (14). Alhamdulillah ketiganya berhasil selamat dan tidak mengalami luka apapun,” jelas Kapolsek Muslih kepada awak media di lokasi kejadian.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan, kobaran api yang membesar membuat warga kewalahan memadamkan api hanya dengan ember dan air sumur. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun seluruh bangunan rumah berukuran 5×7 meter itu rata dengan tanah, meninggalkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 30 juta.

“Ini menjadi musibah yang sangat berat bagi keluarga Iis. Mereka kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda yang ada di dalam rumah. Saat ini mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat,” tambah Kapolsek.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Muslih bersama jajaran langsung terjun ke lokasi untuk memimpin evakuasi dan memberikan bantuan awal kepada korban. Ia juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan darurat, termasuk kebutuhan pangan, pakaian, serta perlengkapan dasar lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Muslih mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan listrik dan api di dalam rumah. Ia menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin instalasi listrik guna mengantisipasi risiko kebakaran serupa di kemudian hari.

“Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Selalu periksa kondisi listrik, jangan membebani stop kontak berlebihan, dan pastikan peralatan listrik dalam keadaan baik,” ucapnya.

Di tengah keprihatinan, harapan besar muncul dari Iis dan keluarganya. Dengan mata berkaca-kaca, Iis berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun warga sekitar agar rumahnya dapat dibangun kembali. Ia mengaku bingung harus memulai dari mana untuk kembali menata hidup setelah kehilangan segalanya.

“Saya hanya bisa pasrah dan berharap ada yang membantu. Saya ingin punya rumah lagi, biar anak saya ada tempat untuk tidur. Sekarang semua sudah habis,” ungkap Iis lirih.

Kapolsek Muslih menegaskan, pihaknya bersama pemerintah desa akan berusaha menggerakkan solidaritas warga untuk membantu proses pembangunan kembali rumah Iis melalui gotong royong dan penggalangan dana.

“Semangat gotong royong adalah modal utama kita. Dengan kepedulian bersama, insya Allah Iis dan keluarganya bisa segera bangkit dan kembali memiliki rumah yang layak,” tutup Kapolsek Muslih.

Kini, puing-puing sisa kebakaran masih terlihat di lokasi kejadian. Beberapa warga terlihat membantu membersihkan dan menata sisa-sisa material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan. Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Musibah yang menimpa Iis menjadi pengingat bahwa di tengah kesulitan, kepedulian dan solidaritas sosial tetap menjadi kekuatan utama bagi masyarakat desa. (AGS)
Baca Juga :  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut : Mandraguna Butuh Sentuhan Investor untuk Jadi Pusat Pertanian Unggulan

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan
Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat
Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan
HMI Cabang Garut Serahkan Dua Policy Brief Strategis kepada Bupati, Soroti BUMD dan TJSLP
Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 
Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Fraksi Gerindra Soroti Kualitas Data hingga Arah Kebijakan
Gelar Pesona Budaya Garut 2026 dalam Perspektif Bahasa, Budaya, dan Pembangunan Daerah
Polemik Muscab PPP Garut: 35 PAC Tolak Lokasi di Pesantren Zawiyah, Soroti Netralitas dan Perizinan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 00:04 WIB

Aliansi Mahasiswa Soroti Kekosongan Dirut PDAM Tirtawening, Desak Seleksi Transparan

Rabu, 29 April 2026 - 20:06 WIB

Satkar Ulama Garut Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Persatuan Umat

Selasa, 28 April 2026 - 22:05 WIB

Alih Fungsi Lahan Tak Terkendali dan Minim RTH, Industri Leles Terancam Krisis Lingkungan

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

HMI Cabang Garut Serahkan Dua Policy Brief Strategis kepada Bupati, Soroti BUMD dan TJSLP

Selasa, 28 April 2026 - 18:38 WIB

Paripurna LKPJ 2025, Fraksi Golkar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Media Sosial dan Jaga Komunikasi 

Berita Terbaru