Nusaharianmedia.com 3 Agustus 2026 – Proses pendaftaran dan seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut menjadi perhatian berbagai kalangan. Sejumlah peserta sebelumnya mengeluhkan kendala saat mengakses Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMZAT) pada awal masa pendaftaran, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kelancaran dan akuntabilitas proses seleksi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut, Oky Caresa Ginanjar, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, profesional, berintegritas, serta terbuka untuk diawasi oleh masyarakat.
Menurut Oky, proses seleksi pimpinan BAZNAS merupakan tahapan yang sangat penting karena akan menentukan sosok yang mengemban amanah dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Oleh karena itu, Panitia Seleksi (Pansel) diminta menjaga independensi serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
«”Pansel harus benar-benar transparan dalam setiap tahapan seleksi. Jangan sampai muncul keraguan dari masyarakat terhadap proses yang sedang berjalan. Integritas panitia menjadi kunci agar hasil seleksi memiliki legitimasi dan mendapatkan kepercayaan publik,” ujar Oky.»
Ia menambahkan, transparansi tidak hanya sebatas penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga menyangkut konsistensi dalam menerapkan aturan tanpa adanya perlakuan khusus terhadap peserta tertentu.
Selain menyoroti aspek transparansi, KNPI juga memberikan perhatian terhadap kendala teknis yang sempat dialami para pendaftar melalui SIMZAT. Pada awal masa pendaftaran, sejumlah calon peserta mengaku mengalami kesulitan saat mengunggah berkas maupun melakukan proses pengiriman dokumen ke dalam sistem.
«”Di awal memang banyak yang mengeluhkan kesulitan melakukan submit di SIMZAT. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, saat ini sistem tersebut sudah kembali normal dan dapat digunakan,” katanya.»
Meski sistem telah kembali berfungsi, KNPI meminta Panitia Seleksi mempertimbangkan kendala teknis yang sempat terjadi agar tidak merugikan peserta yang telah berupaya memenuhi seluruh persyaratan administrasi tepat waktu.
Oky juga mengingatkan agar proses seleksi benar-benar bersih dari segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), maupun kepentingan lain yang dapat mencederai kepercayaan publik.
«”Kami menegaskan, jangan sampai ada praktik KKN atau kepentingan apa pun yang menguntungkan golongan tertentu dalam proses seleksi ini. Jabatan pimpinan BAZNAS adalah amanah publik, bukan ruang untuk mengakomodasi kepentingan kelompok maupun individu. Semua peserta harus diperlakukan sama berdasarkan kompetensi, integritas, dan ketentuan yang berlaku. Jika ada indikasi penyimpangan, tentu masyarakat berhak mempertanyakan dan mengawalnya,” tegasnya.»
Lebih lanjut, Oky menyatakan KNPI bersama elemen kepemudaan di Kabupaten Garut akan mengawal seluruh tahapan seleksi hingga proses penetapan pimpinan BAZNAS selesai dilaksanakan. Menurutnya, pengawalan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk memastikan proses berlangsung secara objektif, profesional, dan bebas dari kepentingan tertentu.
«”Kami dari KNPI bersama elemen pemuda akan mengawal setiap tahapan seleksi ini. Tujuannya bukan untuk mengintervensi, tetapi memastikan proses berjalan sesuai aturan, terbuka, dan menghasilkan pimpinan BAZNAS yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.»
Ia juga mendorong agar generasi muda diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam memberikan masukan maupun melakukan pengawasan terhadap proses seleksi. Keterlibatan pemuda, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan yang akuntabel sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi.
«”BAZNAS merupakan lembaga yang mengelola amanah umat. Karena itu, proses seleksinya harus dilakukan secara bersih, transparan, dan dapat diawasi bersama oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pemuda,” ucapnya.»
Di akhir pernyataannya, Oky berharap Panitia Seleksi mampu menjaga profesionalisme hingga seluruh rangkaian seleksi selesai. Dengan demikian, pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen kuat dalam mengelola zakat demi kepentingan umat dan mendukung pembangunan daerah.
(Hil)
Penulis : Hilman
Editor : Redaksi nusharianmedia









