Transparansi PAD, Anggota DPRD Garut Yudha Soroti Pembayaran Sewa Gedung Art Center Melalui Rekening Pribadi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, menyoroti adanya praktik pembayaran sewa gedung milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang diduga tidak sesuai ketentuan. Ia mengungkapkan hal ini setelah mengetahui bahwa pembayaran sewa Gedung Art Center Garut dilakukan melalui rekening pribadi, bukan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebagaimana mestinya.

Yudha mengaku baru mengetahui hal tersebut setelah dana sewa gedung dan fasilitasnya disalurkan ke rekening pribadi milik seseorang bernama Herman Sah melalui pendamping reses-nya.

“Saya tidak tahu apakah Herman Sah ini ASN di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut atau tidak. Namun, saya kecewa karena sewa barang milik daerah harus masuk ke rekening kas daerah,” ungkap Yudha, Jumat (17/10/2025).

 

Menurut Yudha, seluruh aset atau Barang Milik Daerah (BMD), termasuk Gedung Art Center yang berlokasi di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, wajib dikelola sesuai aturan. Karena itu, setiap transaksi penyewaan gedung semestinya disetorkan langsung ke RKUD sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Redistribusi Tanah Bermasalah di Garut, FWPLG Tuding BPN Lalai dan Sarat Maladministrasi

“Setiap bentuk penyewaan barang milik daerah harus masuk langsung ke rekening kas umum daerah, bukan ke rekening pribadi. Ini bagian dari penerimaan daerah yang harus transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Yudha mengungkap, praktik tersebut terungkap saat ia melaksanakan reses pada 13 Oktober 2025 di Gedung Art Center. Saat itu, staf pendampingnya menemukan bukti pembayaran sewa yang justru ditransfer ke rekening pribadi atas nama Hermansyah, salah satu pengelola gedung.

“Saya melihat sendiri bukti transfernya, ternyata bukan ke RKUD, tapi ke rekening pribadi atas nama Pak Hermansyah,” ujarnya.

 

Mengetahui hal itu, Yudha langsung menegur Sekretariat DPRD Garut agar ke depan tidak terjadi hal serupa, terutama untuk kegiatan yang difasilitasi lembaga pemerintahan. Ia menekankan pentingnya ketertiban administrasi agar tidak menimbulkan potensi kebocoran PAD.

Lebih lanjut, ia meminta perhatian serius dari Bupati Garut, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk memperkuat pengawasan serta membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tegas mengenai mekanisme penyewaan barang milik daerah.

Baca Juga :  RAGAP Tinjau Lokasi dan Sosialisasikan Dampak Lingkungan Jelang Penanaman Pohon di Pasir Pogor

“Kita semua ingin PAD Garut meningkat. Maka jangan sampai ada potensi kebocoran hanya karena mekanisme penyetoran yang tidak sesuai aturan. Semua penyewaan gedung milik daerah seperti Balai Paminton, Islamic Center, Lasminingrat, maupun Art Center harus jelas alurnya—langsung ke RKUD, bukan ke rekening pribadi,” tegasnya.

 

Yudha juga menambahkan, dirinya pernah mengalami hal serupa saat menyewa Gedung Islamic Center beberapa waktu lalu. Namun saat itu, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melalui bidang aset memberikan nomor rekening RKUD resmi untuk transaksi.

“Selama saya berkoordinasi dengan bidang aset, saya selalu transfer ke RKUD. Tidak ada rekening pribadi. Artinya, sistem itu sudah ada, hanya perlu ditegakkan kembali,” jelasnya.

 

Menutup keterangannya, Yudha berharap Pemkab Garut segera memperbaiki sistem pengelolaan aset daerah dan meningkatkan profesionalisme aparatur agar seluruh potensi pendapatan bisa dimaksimalkan.

“Kalau PAD kita tinggi, pembangunan bisa berjalan lebih baik. Tapi kalau masih ada kebocoran di lapangan, ya sulit untuk maju,” pungkasnya.

(Hilman)

Berita Terkait

Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan
Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB
Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid
Generasi Muda Terancam, Sekjen ABAG Tedi Sutardi Pertanyakan Keseriusan APH, Soroti Ketidakhadiran Kapolres Garut: “Kami Tidak Akan Diam!”
Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin
Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan
ABAG Geruduk Pemkab Garut, Pertanyakan Keseriusan Lindungi Generasi Muda di Tengah Maraknya Peredaran Obat Keras Ilegal dan Miras, Desak APH Bongkar hingga ke Pemasok
Menakar Efektivitas Kapolres Baru: Mengapa Razia Miras dan Obat Keras di Garut Selalu Kandas di Permukaan?
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Jangan Main Mata! HMI Garut Warning Pansel BAZNAS: Amanah Umat Bukan Ajang Kepentingan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Lindungi Generasi Muda, Pemkab-Forkopimda Garut Terbitkan SE Obat Terlarang dan Perkuat Patroli Anak Mulai 21.00 WIB

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:36 WIB

Bupati Garut Dukung GUNTARA-GEMAS, Ketua BKPRMI Jabar Komitmen Bentuk Generasi Berakhlak Berbasis Masjid

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Musda Golkar Garut di Persimpangan: Kader Murni, Diskresi, dan Taruhan Masa Depan Partai Beringin

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan

Berita Terbaru