PMII Gruduk Dinas Koperasi Garut, Geram Pejabat “Menghilang” dari Jadwal yang Disepakati

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.Com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut menggeruduk Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut setelah mendapati ruang audiensi kosong, meski jadwal pertemuan telah disepakati secara resmi sebelumnya.

Ketua PMII Kabupaten Garut, Adrian Hidayat, menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap Dinas Koperasi yang dinilai tidak menghargai ruang dialog publik. Menurutnya, ketidakhadiran pejabat berwenang merupakan bentuk pembangkangan birokrasi terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat.

Kekecewaan massa PMII memuncak ketika hingga waktu yang ditentukan tidak satu pun pejabat terkait hadir. Ironisnya, pelayanan dinas terpantau kosong, sementara sejumlah staf terlihat merokok sambil bekerja. PMII menilai kondisi tersebut sebagai “rapor merah” pelayanan publik.

Baca Juga :  Rob Rock : Puasa Sebagai Momen Kebersamaan dan Refleksi Diri

“Kalau jadwal yang sudah disepakati saja diabaikan, lalu di mana letak tanggung jawab sebagai pelayan publik?” tegas Adrian dengan nada geram.

Bagi PMII, absennya pejabat dinas bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan potret nyata buruknya etika pelayanan dan mentalitas birokrasi yang alergi terhadap kritik serta pengawasan.

PMII menilai Dinas Koperasi dan UKM telah mempermainkan ruang aspirasi, seolah audiensi hanya formalitas tanpa substansi. Padahal, persoalan koperasi dan UMKM menyangkut hajat hidup banyak warga Garut, bukan agenda seremonial belaka.

Menurut PMII, sikap menghindari dialog mencerminkan birokrasi yang tidak siap dikontrol, anti-transparansi, dan nyaman bekerja tanpa akuntabilitas. Jika dibiarkan, kondisi ini dinilai berbahaya bagi tata kelola pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Mimbar Cipayung Garut Soroti Arah Pembangunan di Hari Jadi Garut

“Jangan bicara soal pelayanan, pemberdayaan, atau reformasi birokrasi kalau sekadar duduk di ruangan sesuai jadwal saja tidak mampu,” lanjut Adrian.

Hingga aksi berlangsung, tidak ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas Koperasi dan UKM. Tidak satu pun perwakilan dinas menemui massa, semakin menegaskan kesan pengabaian terhadap aspirasi publik.

PMII menegaskan aksi ini merupakan peringatan keras. Jika pola penghindaran dialog terus terjadi, PMII menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan tekanan yang lebih besar demi memaksa birokrasi kembali pada fungsi dasarnya: melayani rakyat, bukan menghindar dari kritik.

Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Estafet Kepemimpinan Polri Berganti

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru