Nusaharianmedia.Com — Dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Suci Ramadan, Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah menggelar acara buka puasa bersama dan i’tikaf Ramadan 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kalender program tahunan organisasi.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah, Yadian Noviar Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat refleksi gerakan kader. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Kontemplasi Gerakan, Menghidupkan Kembali Falsafah Ahmad Dahlan.” Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai upaya meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh pendiri Muhammadiyah.
Pada kegiatan tersebut turut hadir Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, yang sekaligus menjadi pemateri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran Muhammadiyah tidak hanya untuk menolong umat Muslim, tetapi juga memberikan manfaat bagi seluruh golongan. Ia mengingatkan bahwa ajaran Ahmad Dahlan menekankan pentingnya peran Muhammadiyah sebagai organisasi yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas tanpa memandang latar belakang.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa keberadaan Muhammadiyah harus dapat dirasakan oleh seluruh umat. Oleh karena itu, ia mendorong agar kegiatan serupa tidak hanya bersifat internal, melainkan juga melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam maupun organisasi lainnya. Menurutnya, keterbukaan dan kolaborasi menjadi kunci untuk memperluas manfaat gerakan sosial dan keagamaan.
Ia juga mengajak warga Muhammadiyah untuk membuka diri terhadap dinamika politik, setidaknya dalam memberikan warna pada arah kebijakan publik, termasuk di tingkat pemerintahan daerah. Kontribusi pemikiran dari kader Muhammadiyah dinilai penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Garut ke arah yang lebih baik.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Harian DPD KNPI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Wakil Ketua KOKAM Garut H. Agus Indra Arisandi, Denny Ramdani, serta Wakil Sekretaris MUI H. Dede Hidayat. Acara berlangsung dalam suasana kebersamaan dan diharapkan mampu memperkuat sinergi antar lembaga serta meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan sosial keagamaan di daerah.









