Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com 02 April 2026  — Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) menggelar kegiatan halalbihalal yang berlangsung hangat dan penuh makna di kawasan Sentral Kuliner Garut. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi para tokoh kebudayaan, seniman, dan pegiat budaya di Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh mantan Bupati Garut ke-26, Dr. H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., selaku pembina DKKG, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Ir. H. Beni Yoga Gunasantika. Kehadiran keduanya memperkuat semangat kebersamaan dalam mendorong kemajuan kebudayaan daerah.

Dalam sambutannya, Rudi Gunawan menegaskan pentingnya memperkuat posisi dan peran budayawan di tengah masyarakat. Menurutnya, budayawan memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kekayaan budaya lokal Garut.

“Halalbihalal ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan. Kita ingin memperkuat posisi budayawan karena mereka memiliki tanggung jawab terhadap pelestarian budaya di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah tengah menginisiasi penyusunan pra-Rancangan Peraturan Daerah (Pra-Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Rudi mendorong DKKG untuk aktif memberikan masukan melalui mekanisme hearing bersama DPRD agar substansi Raperda benar-benar mencerminkan kebutuhan serta kekhasan budaya Garut.

Baca Juga :  Yuda Puja Turnawan Apresiasi Aksi Cepat Pemkab Garut dengan Masyarakat Tangani Dampak Banjir

“Kita harus memberikan masukan agar jelas apa yang dilindungi, dikembangkan, dan bagaimana implementasinya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemajuan kebudayaan tidak hanya sebatas pelestarian, tetapi juga mencakup perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, hingga pembinaan agar tetap eksis dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Dalam refleksinya, Rudi turut menyinggung berbagai upaya yang telah dilakukan selama menjabat sebagai Bupati Garut, termasuk dukungan anggaran bagi kegiatan kesenian dan pelestarian budaya. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait kewenangan pengelolaan situs budaya yang sebagian besar berada di bawah pemerintah pusat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dalam pembangunan daerah, termasuk sektor kebudayaan dan infrastruktur.

Sementara itu, Ketua DKKG Kabupaten Garut, Kang Jiwan, menegaskan bahwa perkembangan Dewan Kebudayaan tidak terlepas dari peran pembina, khususnya Rudi Gunawan yang telah mendampingi sejak awal berdirinya.

“Dari nol hingga delapan tahun perjalanan ini, kami dibina langsung oleh beliau. Bahkan setelah tidak menjabat, beliau justru lebih fokus bersama kami di masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menuju Pertanian Berkelanjutan Nasional, PT Mandraguna Pusaka Indonesia Terima Kunjungan Gus Bendot Dorong Pertanian Organik Ramah Lingkungan

Ia menambahkan, arahan dan dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan DKKG hingga saat ini.
“Dengan arahan beliau, alhamdulillah kami bisa berkembang hingga sekarang,” tambahnya.

Jiwan juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap peran Dewan Kebudayaan, khususnya dalam pelestarian budaya. Ia menilai, Dewan Kebudayaan perlu berjalan beriringan dengan pemerintah sebagai mitra strategis dalam pemajuan budaya.

“Kami hadir sebagai pelestari, penggali, dan pemanfaat budaya. Ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kebudayaan dapat terus diperkuat dalam merumuskan kebijakan dan program yang berkaitan dengan pemajuan budaya di Garut.

Kegiatan halalbihalal ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang diskusi dan pertukaran gagasan antarbudayawan. Sejumlah isu strategis terkait pelestarian dan pemajuan budaya turut mengemuka dalam forum tersebut.

Melalui momentum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, budayawan, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga identitas budaya Kabupaten Garut, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kemajuan kebudayaan daerah.

Penulis : Hilman

Editor : Tim Nusaharianmedia

Berita Terkait

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda
Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut
Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh
HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”
Jelang Purna Tugas, Sekda Garut Nurdin Yana Tegaskan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Digelar Juli 2026
Paripurna DPRD Garut Bahas LKPJ 2025, Ketua DPRD Tegaskan Evaluasi Kinerja Pemda dan Bentuk Pansus
MUSKERCAB I PCNU Garut Perkuat Konsolidasi, H. Aceng Malki Dorong Harlah NU 2026 Berdampak Sosial
Anggota DPRD Jabar Aceng Malki Bersama KOMPASS Wujudkan Kepedulian Sosial melalui Santunan Anak Yatim
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:07 WIB

Regenerasi Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar, Momentum Kebangkitan Kader Muda

Kamis, 2 April 2026 - 19:29 WIB

Pembina DKKG, H. Rudi Gunawan, S.H., M.H., M.P., Tekankan Penguatan Peran Budayawan dan Regulasi Kebudayaan

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:49 WIB

Cacan Cahyadi SH: Kepatuhan pada AD/ART Kunci Penguatan PPP Jelang Muscab Garut

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:34 WIB

Dirut PDAM Garut Dadan Hidayatulloh Buka Suara soal Kenaikan Biaya Admin, Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Senin, 30 Maret 2026 - 23:40 WIB

HMI Garut Soroti Polemik Pernyataan Wakil Bupati: “Garut Butuh Kepemimpinan Selaras, Bukan Dualisme Di puncak Kekuasaan”

Berita Terbaru