Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Aksi Kemanusiaan, Hidupkan Semangat Gotong Royong di Hari Lahir Bung Karno Melalui Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com – Memperingati Hari Lahir Bung Karno yang jatuh pada 6 Juni, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, memilih merayakannya dengan aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Sabtu (6/6/2026), Yudha mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sejak pagi hari, halaman dan sejumlah ruangan di lingkungan DPRD Garut dipadati warga yang datang untuk mendonorkan darah maupun memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama dengan PMI Kabupaten Garut dan Puskesmas Haurpanggung tersebut diikuti mahasiswa, kader organisasi kepemudaan, relawan sosial, hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.

 

Bagi Yudha Puja Turnawan, Hari Lahir Bung Karno tidak cukup diperingati melalui seremoni atau kegiatan simbolis semata. Menurutnya, semangat perjuangan Sang Proklamator harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

 

“Alhamdulillah saya mendapatkan izin dari Ketua DPRD dan Pak Sekwan untuk menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Gedung DPRD Garut. Ini bertepatan dengan Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, sekaligus masih dalam rangkaian Bulan Bung Karno dan peringatan Hari Lahir Pancasila,” ujar Yudha.

 

Menurutnya, pemilihan Gedung DPRD sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Sebagai rumah rakyat, gedung parlemen daerah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembahasan kebijakan, tetapi juga harus menjadi ruang yang terbuka bagi kegiatan sosial dan kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Tunjukan Rasa Kepedulian,Sidokkes Polres Garut Salurkan Sembako Ke Santri

 

Yudha menegaskan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk implementasi nilai gotong royong yang menjadi inti pemikiran Bung Karno sekaligus jiwa dari Pancasila.

 

“Ketika Bung Karno menyampaikan Pancasila pada 1 Juni 1945, beliau menegaskan bahwa sari pati Pancasila adalah gotong royong. Donor darah adalah bentuk gotong royong modern. Kita membantu sesama tanpa memandang latar belakang. Setetes darah yang kita sumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Garut masih cukup tinggi. Banyak pasien yang bergantung pada ketersediaan stok darah, mulai dari korban kecelakaan, pasien yang menjalani operasi, ibu melahirkan dengan komplikasi, hingga penderita talasemia yang harus menjalani transfusi darah secara berkala sepanjang hidup mereka.

 

Karena itu, Yudha berharap budaya donor darah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan insidental saat peringatan hari besar tertentu.

 

Dalam pelaksanaannya, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Menariknya, banyak pendonor pemula yang berasal dari kalangan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Garut dan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut tampak ikut mengantre untuk mendonorkan darahnya.

 

“Tadi ada mahasiswa Universitas Garut dan mahasiswa IPI yang menjadi pendonor pemula. Ini sangat menggembirakan karena menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kita berharap mereka bisa menjadi pendonor darah rutin di masa depan,” ungkapnya.

 

Menurut Yudha, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan donor darah. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah saat ini, mereka juga menjadi harapan lahirnya budaya donor darah yang berkelanjutan di masa mendatang.

Baca Juga :  Hari Pertama Operasi Keselamatan Lodaya 2025 Polres Garut, Tindak Ratusan Pelanggar

 

Meski tidak memasang target jumlah kantong darah yang harus terkumpul, panitia menyiapkan berbagai hadiah doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor. Beragam hadiah seperti mesin cuci, kompor gas, rice cooker, dispenser, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya disediakan guna menambah semangat masyarakat untuk berpartisipasi.

 

Namun demikian, Yudha menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukanlah mengejar angka atau target tertentu, melainkan membangun kesadaran publik tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama.

 

“Kami tidak memasang target khusus. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela. Alhamdulillah meskipun dilaksanakan pada hari libur, respons masyarakat sangat baik. Mudah-mudahan sampai kegiatan berakhir semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi,” tuturnya.

 

Lebih jauh, Yudha berharap Hari Lahir Bung Karno menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

 

“Peringatan Hari Lahir Bung Karno harus menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Persoalan yang dihadapi sesama anak bangsa harus kita carikan solusi bersama. Salah satu caranya adalah melalui aksi kemanusiaan seperti donor darah ini,” tegasnya.

 

Mengusung tema “Donor Darah, Berbagi Kehidupan”, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan untuk diwujudkan dalam kehidupan modern. Tidak hanya mengenang sejarah dan jasa Sang Proklamator, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan, pelayanan kesehatan, dan semangat gotong royong yang terus hidup di Kabupaten Garut. (Hil)

Berita Terkait

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Market Garut City Masuk Ranah Hukum, FMJK Laporkan PUPR Garut ke Kejaksaan, Perencanaan hingga Pelaksanaan Dipertanyakan
Tiang PLN di Tanah Warga, Pemindahan Diminta Rp5 Juta: LIBAS Desak PLN Tunjukkan Legalitas dan Dasar Tarif
Kepala Sekolah Definitif Minim, Disdik Garut Didesak Bertindak: Transparansi Mekanisme Seleksi dan Peran Pengawas Dipertanyakan
Ada Indikasi Benturan Perda? Ketua Pansus Raperda PKL Garut Desak SKPD Buka Dasar Hukum Pembangunan Pasar Baru
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Jumat, 18 September 2026 - 20:25 WIB

Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink

Jumat, 18 September 2026 - 14:46 WIB

Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus

Jumat, 18 September 2026 - 14:32 WIB

Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang

Rabu, 16 September 2026 - 20:18 WIB

Market Garut City Masuk Ranah Hukum, FMJK Laporkan PUPR Garut ke Kejaksaan, Perencanaan hingga Pelaksanaan Dipertanyakan

Berita Terbaru