Desakan Mundur Mendes PDTT Menguat di Kabupaten Garut, Ucapannya Dinilai Merendahkan Profesi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Februari 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Pernyataan kontroversial Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) memicu reaksi keras di Kabupaten Garut. Sejumlah LSM dan wartawan mengecam ucapannya yang dinilai merendahkan profesi mereka serta mencerminkan sikap tidak pantas bagi seorang pejabat negara. Akibatnya, desakan agar Menteri tersebut mundur dari jabatannya semakin menguat.

Pernyataan Mendes PDTT yang Menuai Kecaman

Ucapan Mendes PDTT yang menyebut LSM sebagai “penghambat pembangunan” dan wartawan sebagai “pemburu sensasi” dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap dua profesi yang berperan penting dalam demokrasi. Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak di Garut, yang menilai bahwa Menteri seharusnya memahami peran LSM dalam mengawal transparansi pembangunan dan wartawan dalam menjaga kebebasan pers.

Salah satu perwakilan LSM di Garut menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah bukan bentuk penghambatan, melainkan upaya memastikan akuntabilitas. Senada dengan itu, para wartawan menilai pernyataan Menteri sebagai serangan terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh undang-undang.

Protes dan Desakan Pengunduran Diri

Merespons pernyataan tersebut, sejumlah LSM dan wartawan di Garut menggelar konsolidasi dan menyatakan sikap tegas. Mereka menuntut Menteri segera meminta maaf secara terbuka dan mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya.

“Seorang pejabat negara seharusnya memahami peran masyarakat sipil dan media, bukan justru merendahkan mereka. Jika tidak mampu menghargai demokrasi, lebih baik mundur,” tegas salah satu jurnalis di Garut. Rabu,(05/02/2025).

Sebagai bentuk protes resmi, sejumlah organisasi pers lokal juga tengah menyiapkan petisi yang akan diajukan ke pemerintah pusat. Mereka khawatir jika ucapan tersebut dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat di Indonesia.

Menunggu Tanggapan Pemerintah

Hingga berita ini ditulis, Menteri Desa belum memberikan klarifikasi atas ucapannya yang menuai kontroversi. Namun, tekanan agar pemerintah pusat segera merespons tuntutan ini terus meningkat. Masyarakat berharap ada tindakan nyata demi menjaga marwah demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. (Eldy)

Baca Juga :  Syam Yousef Djojo: Bupati Harus Segera Evaluasi Disdik di Tengah Isu Mahar Korwil

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 274 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru