Viral Video Tak Senonoh,Oknum Dokter Kandungan di Garut Diperiksa Insentif Polisi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Kepolisian Resor Garut bertindak cepat menindaklanjuti dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum dokter kandungan.

Diketahui, adanya dugaan tersebut mencuat usai tersebarnya rekaman CCTV di media sosial yang memperlihatkan tindakan tidak pantas terhadap pasien perempuan hamil di ruang praktik.

Video yang pertama kali viral pada Senin malam, 14 April 2025, langsung memicu kehebohan di masyarakat. Tak butuh waktu lama, dalam kurun kurang dari 24 jam, tim Satreskrim Polres Garut berhasil mengamankan pria berinisial MSF atau I untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bertindak setelah menerima laporan korban dan mendapati bukti visual yang cukup kuat.

“Kami tangkap cepat begitu laporan masuk dan rekaman viral itu tersebar. Saat ini yang bersangkutan tengah diperiksa secara mendalam oleh penyidik,” ungkap Fajar dalam konferensi pers, Selasa malam (15/04/2025).

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa peristiwa dalam rekaman tersebut diduga terjadi pada Juni 2024. Meski demikian, terdapat keterangan bahwa MSF telah berhenti berpraktik sejak Desember 2024, yang kini memunculkan dugaan praktik medis ilegal. Polisi kini mendalami lebih jauh aspek administratif dari praktik yang dilakukan terduga pelaku.

Selain itu, sudah ada dua korban yang secara resmi melapor ke pihak kepolisian. Polres Garut pun membuka posko pengaduan sebagai bentuk keberpihakan kepada para korban yang mungkin masih ragu melapor. “Kami mendorong korban lain untuk tidak takut bersuara. Kasus ini akan kami tangani secara tuntas,” ujar Kapolres.

Untuk menjamin profesionalisme penanganan, Polres Garut turut menggandeng Kementerian Kesehatan dan Majelis Disiplin Profesi Kesehatan. Hal ini diperlukan lantaran kasus menyangkut seorang tenaga medis aktif, sehingga aspek etik dan profesional kedokteran pun ikut menjadi sorotan.

“Kami berkoordinasi dengan Kemenkes. Mereka dijadwalkan datang ke Garut dalam waktu dekat untuk mendukung proses penyelidikan,” tambah Fajar.

Meski tekanan publik semakin kuat, Kapolres menegaskan bahwa proses hukum tetap dijalankan dengan asas praduga tak bersalah. MSF belum ditampilkan ke publik untuk menjaga hak hukumnya selama proses penyelidikan berlangsung.

“Sekali lagi kami tekankan, proses ini harus hati-hati. Kami ingin adil terhadap semua pihak, namun tetap berpihak pada kebenaran dan korban,” tegasnya.

Kasus ini pun menjadi pemantik diskusi publik mengenai perlindungan pasien, terutama perempuan. Sejumlah aktivis serta lembaga perlindungan anak dan perempuan mendesak agar penanganan kasus ini transparan dan berpihak pada keadilan korban.

Polres Garut memastikan komitmennya untuk tidak pandang bulu dalam menindak pelanggaran hukum. “Siapa pun pelakunya, apapun profesinya, bila terbukti melanggar hukum akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Fajar.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi. Kepolisian meminta semua pihak menghormati jalannya proses hukum demi menjaga ketertiban dan rasa keadilan di tengah masyarakat. (DIX)

Baca Juga :  Satu Suara untuk Bupati Garut Abdusy Syakur, 28 PK dan ORSAMENDI Deklarasikan Dukungan Menuju Musda, Soliditas Golkar Jadi Komitmen Utama

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru