Taufik Hidayat: Di Hari Kesaktian Pancasila Kedua Cucu-Cucuku Menapaki Sunnah, Fitrah Awal Perjalanan Menuju Kedewasaan Islami

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Juni 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut,Nusaharianmedia.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sebuah momentum nasional yang sarat nilai perjuangan dan kebangsaan, suasana penuh haru dan syukur menyelimuti kediaman keluarga besar Taufik Hidayat, seorang tokoh masyarakat dan Aktivis yang dikenal luas di Garut. Hari ini, dua cucu tercinta beliau menjalani prosesi khitan (sunat) sebuah sunnah fitrah dalam ajaran Islam yang menandai langkah awal menuju kedewasaan seorang anak laki-laki Muslim.

Salah satu cucu beliau, Rafa Alfashidiq, putra dari pasangan Reza Fazarsidik dan Inten Sundari, dengan penuh keberanian dan semangat menjalani khitan pada Minggu, 1 Juni 2025. Prosesi yang berlangsung dengan lancar dan selamat itu menjadi peristiwa yang sangat bermakna, tidak hanya bagi keluarga inti, tetapi juga bagi keluarga besar dan para sahabat dekat yang turut hadir dan memberikan doa.

Dalam pernyataannya, Taufik Hidayat menyampaikan refleksi mendalam terkait makna hari ini yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi bangsa Indonesia, dan lebih khusus lagi bagi keluarga kami. Di saat kita mengenang kesaktian Pancasila sebagai dasar negara yang tak tergoyahkan, saya menyaksikan dua cucu saya menjalani sunnah yang diwariskan Rasulullah SAW. Ini adalah simbol keselarasan antara nilai kebangsaan dan nilai keislaman, yang semestinya terus dijaga oleh setiap keluarga Muslim di negeri ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Khitan: Amalan Fitrah dan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Khitan dalam Islam bukanlah sekadar prosedur medis, melainkan amalan fitrah yang menjadi bagian dari kebersihan dan ketaatan kepada perintah Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Prosesi ini, menurut Taufik Hidayat, mengandung nilai pendidikan yang mendalam.

“Khitan adalah titik tolak pembentukan identitas diri seorang anak laki-laki Muslim. Ini adalah tahap awal dalam proses menanamkan kesadaran spiritual, disiplin, dan tanggung jawab. Saat mereka disunat, mereka mulai dikenalkan pada makna bersuci, menjaga kebersihan, dan hidup sesuai tuntunan agama,” jelasnya.

Taufik juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membingkai khitan bukan hanya sebagai kewajiban biologis, melainkan sebagai peristiwa edukatif dan spiritual. Ia mengatakan bahwa tradisi ini harus dikemas dengan kasih sayang, doa, dan nasihat, agar membekas sebagai momen sakral dalam ingatan anak.

Keselarasan Nilai Islam dan Pancasila

Tidak hanya membahas aspek keagamaan, Taufik Hidayat juga menyinggung nilai-nilai Pancasila yang menurutnya sangat selaras dengan ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum untuk merenungi kembali nilai-nilai luhur bangsa, terutama di tengah tantangan zaman yang kompleks.

“Pancasila mengajarkan kita tentang Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial. Nilai-nilai ini hidup dalam Islam. Maka saat cucu-cucu saya disunat di hari peringatan Pancasila, saya merasa ini seperti isyarat simbolik dari Tuhan bahwa nilai agama dan negara harus terus berjalan beriringan,” paparnya.

Ia berharap generasi muda, termasuk cucu-cucunya, kelak tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab sosial.

Doa dan Harapan Sang Kakek

Sebagai kakek, Taufik Hidayat tak henti memanjatkan doa agar Rafa Alfashidiq dan saudara-saudaranya tumbuh menjadi anak-anak yang shalih, cerdas, berakhlak mulia, serta mampu memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan sesama manusia.

“Saya berdoa agar Rafa senantiasa diberikan kesehatan, keberanian, dan keimanan yang kokoh. Semoga ia menjadi anak yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, patuh kepada orang tua, dan berguna bagi masyarakat luas. Amin ya Rabbal ‘alamin,” ucapnya penuh harap.

Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada semua keluarga, tetangga, dan sahabat yang telah hadir maupun yang mengirimkan doa dari kejauhan. Kehadiran mereka menurutnya adalah bentuk nyata solidaritas sosial dan kekuatan ukhuwah dalam masyarakat.

Penutup: Khitan sebagai Peristiwa Sosial dan Spiritual

Momentum khitan di Hari Kesaktian Pancasila ini diakhiri dengan penuh khidmat dan kehangatan. Prosesi berjalan lancar dalam suasana kekeluargaan yang kental.

Sementara, Anak-anak lain yang hadir turut menyemangati, sementara para orang tua mengabadikan momen ini sebagai pengingat akan pentingnya mendidik generasi penerus dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, kisah keluarga Taufik Hidayat hari ini menjadi pengingat bahwa membesarkan anak tidak cukup dengan memenuhi kebutuhan fisik semata. Diperlukan pendidikan nilai, spiritualitas, dan keteladanan yang membentuk karakter — sejak dini, sejak dari rumah.

“Semoga Allah SWT memberkahi langkah kita semua, dan menjadikan anak-anak kita generasi yang berpegang teguh pada iman, ilmu, dan Pancasila,” tutup Taufik Hidayat dengan senyum penuh makna. (DIX)
Baca Juga :  Garut Laksanakan Pemusnahan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Satpol PP

Berita Terkait

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar
DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita
ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok
Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif
Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS
Dorong Pertumbuhan CASA, BRI BO Cibadak Beri Penghargaan kepada Dua Agen BRILink
Gerilya Para Pemburu Kursi Sekda Garut: Manuver Senyap Kandidat Pengganti Nurdin Yana Mulai Terendus
Inovasi Garut Mulai Dilirik Daerah Lain, Split Payment Bapenda Jadi Perhatian Komisi III DPRD Kota Tangerang
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:39 WIB

Anggota DPRD Garut H. Erwin Hamdani Soroti Retribusi Parkir Turun, Dorong Digitalisasi hingga Kerja Sama dengan Pemprov Jabar

Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB

DPPKBPPPA Garut Terima Konsolidasi KNPI, Bahas Kesehatan Mental dan Rumah Ramah Bercerita

Senin, 21 September 2026 - 22:04 WIB

ABAG Desak Tramadol Ditangani Serius, Ayi Suryana Tegaskan DPRD Kawal Lewat Fungsi Pengawasan dan Telusuri Pemasok

Senin, 21 September 2026 - 18:33 WIB

Ketua PA GMNI Bung Kalam Ucapkan Selamat kepada Abdusy Syakur Amin, Dorong Golkar Garut Jadi Partai Modern dan Transformatif

Jumat, 18 September 2026 - 20:49 WIB

Strategi Baru Dongkrak PAD, Bapenda Garut Hadirkan Split Payment dan Libatkan Konsumen Lewat Inovasi UAS

Berita Terbaru