Jihad Santri, Jayakan Negeri: FKDT Garut Kukuhkan Semangat Kebangsaan Lewat Istigasah dan Manaqib

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusaharianmedia.com -Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Garut menggelar kegiatan Istigasah dan Manaqib di Pendopo Garut, Senin (21/10/2025). Acara yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, serta ratusan guru dan santri Madrasah Diniyah se-Kabupaten Garut.

 

Dengan mengusung tema “Jihad Santri, Jayakan Negeri”, kegiatan ini diisi dengan rangkaian istigasah, munajat, dan seminar kebangsaan sebagai bentuk refleksi atas peran besar santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Daerah (Asda) I Pemerintah Kabupaten Garut, Drs. H. Bangbang Hafidz, M.Si yang mewakili Bupati Garut, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Garut, H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I, Wakil Ketua DPRD Garut, Subhan Fahmi, S.IP, serta unsur Forkopimda, jajaran DPC dan DPAC FKDT se-Kabupaten Garut, para guru Madrasah Diniyah, dan ratusan santri yang memadati area pendopo.

 

Dalam sambutannya, Bangbang Hafidz menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FKDT atas terselenggaranya kegiatan spiritual tersebut. Ia menilai bahwa momentum Hari Santri tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi atas peran besar santri dan guru diniyah dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

 

“Santri dan para guru Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan cinta tanah air. Pemerintah Kabupaten Garut tentu mendukung penuh kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Garut, H. Saepulloh, mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat semangat kebersamaan dan spiritualitas, serta meningkatkan komitmen dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Semoga pertemuan ini membawa manfaat, menambah nilai spiritual, dan menguatkan semangat kita untuk menjadi khairunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” tuturnya.

Baca Juga :  DPPKBPPPA Garut Perkuat Edukasi Perlindungan Anak demi Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter

 

 

Ia juga mengapresiasi kehadiran luar biasa dari para pengelola Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Garut, mulai dari para ketua PAC hingga para guru dan kepala madrasah.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan adalah perjalanan tanpa akhir — proses yang terus berlanjut dan tidak pernah berhenti.

 

“Pendidikan itu tidak berhenti pada satu titik, melainkan selalu berlanjut — selalu koma dan senyum. Karena pendidikan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri,” ungkapnya.

 

 

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang kesejahteraan, tetapi juga mencakup kebenaran, moralitas, dan tanggung jawab dunia-akhirat. Karena itu, diperlukan inovasi berkelanjutan dari para guru, kepala madrasah, dan pengelola lembaga pendidikan Islam.

 

“Siapa yang melakukan inovasi itu? Kita — para guru, kepala madrasah, dan pengelola Diniyah Takmiliyah,” tegasnya.

 

 

Kepala Kemenag juga menekankan pentingnya dua karakteristik utama bagi para pengelola pendidikan, yakni karakter moral dan karakter kinerja.

Karakter moral meliputi keimanan, ketakwaan, kejujuran, dan kesungguhan dalam beribadah; sedangkan karakter kinerja mencakup kecerdasan, kedisiplinan, kerja keras, dan kreativitas.

 

“Anak-anak yang kita didik tidak cukup hanya memiliki moral yang baik, tetapi juga harus memiliki kinerja yang kuat, semangat juang tinggi, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan,” tambahnya.

 

 

Sementara itu, Ketua FKDT Kabupaten Garut, Ustadz Atef Taufik Mukhtar, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang makna Hari Santri dan peran besar para santri serta kiai dalam perjuangan bangsa.

Baca Juga :  Ketua DPRD Garut Apresiasi Kolaborasi Luar Biasa antara Dunia Usaha, Pemerintah, dan TNI

 

“Hari Santri ini ditetapkan pada 22 Oktober, berakar dari Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Resolusi inilah yang menjadi pemicu Perang Dahsyat 10 November 1945, yang kemudian kita kenal sebagai Hari Pahlawan,” ujarnya.

 

 

Ia menegaskan, tanpa Resolusi Jihad 22 Oktober, mungkin tidak akan lahir momentum besar 10 November. Karena itu, Hari Santri patut disambut dengan kebanggaan yang sama seperti Hari Pahlawan, sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para ulama dan santri.

 

Ustadz Atef juga menyinggung pemberitaan provokatif yang sempat mengusik dunia pesantren. Menurutnya, kegiatan istigasah malam itu bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga protes spiritual terhadap pihak-pihak yang berusaha merendahkan martabat pesantren.

 

“Berbeda dengan sebagian pihak yang mungkin melakukan protes dengan cara demonstrasi, kita sebagai santri dan guru memilih jalan spiritual — dengan istigasah dan manaqiban, mengetuk pintu langit agar Allah SWT membela dan memuliakan para santri,” ucapnya.

 

 

Ia menutup sambutannya dengan doa agar kegiatan malam tersebut membawa keberkahan dan pertolongan Allah SWT bagi seluruh santri dan pesantren di Indonesia.

 

“Kita yakin, siapa pun yang menghina santri, siapa pun yang menghina pesantren, akan berhadapan dengan murka Allah SWT. Semoga dari sekian ratus jamaah yang hadir malam ini, ada satu atau lebih doa yang diijabah oleh Allah,” tutupnya penuh harap.

 

 

Kegiatan istigasah dan manaqib yang diakhiri dengan doa bersama tersebut menjadi penanda semangat dan kesatuan para santri Garut untuk terus meneguhkan peran mereka sebagai penjaga moral, spiritual, dan keutuhan bangsa. (Hilman)

Berita Terkait

Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan
DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa
Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima
DKKG Garut Gelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia
Parkir Liar Jadi Sorotan, Dishub Garut Optimalkan Penataan dan Penegakan Aturan Tahun 2026
Paripurna DPRD Jabar, Yusuf Erwinsyah Pertanyakan Sejarah Milangkala Tatar Sunda dan Program Pendidikan Elitis
DPPKBPPPA Garut Perkuat Edukasi Perlindungan Anak demi Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:44 WIB

Berawal dari Bekas Luka di Leher, Aksi Bejat Oknum Guru Ponpes di Garut Akhirnya Terbongkar, BBHAR Dampingi Pelaporan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:32 WIB

DPD PAKSI Garut Resmi Dilantik, Dorong Penyuluhan Hukum ke Masyarakat Desa

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:43 WIB

Bansos Garut Jadi Sorotan: Rumah Nyaris Roboh Tak Dapat Bantuan, Pemilik Mobil Justru Terdaftar Penerima

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:41 WIB

Bidang ESDM PB HMI Gaungkan Pentingnya Geothermal untuk Masa Depan Energi Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:41 WIB

Parkir Liar Jadi Sorotan, Dishub Garut Optimalkan Penataan dan Penegakan Aturan Tahun 2026

Berita Terbaru

Uncategorized

Panen Jagung Kuartal II Digelar, Ayi Suryana Apresiasi Kapolres Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:11 WIB

Uncategorized

Pemkab dan Kadin Garut Kolaborasi Percepat Legalitas UMKM

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB